@thanhshop0509: Các bà tham khảo đi thơm lắm luôn í #chamsoccanhan #bodymist #nuochoanu

ThanhShop
ThanhShop
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 13 April 2026 14:32:09 GMT
2351
5
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @thanhshop0509, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: More Than a Red Flag Lampu sorot matahari siang itu membakar aspal area parkir fakultas teknik mesin. Suara raungan knalpot motor sport saling bersahutan, memekakkan telinga siapa saja yang lewat. Di sana, di atas motor kawasaki ninja hitamnya, James duduk dengan satu kaki turun ke tanah. Jaket kulitnya dibiarkan terbuka, menampilkan kaos hitam polos di dalamnya. Rambutnya berantakan, dan sebatang rokok terselip di antara jemarinya. Di sampingnya, Martin dan Sean sedang tertawa keras, membahas keributan kecil dengan anak fakultas lain semalam di kedai kopi depan kampus.
POV: More Than a Red Flag Lampu sorot matahari siang itu membakar aspal area parkir fakultas teknik mesin. Suara raungan knalpot motor sport saling bersahutan, memekakkan telinga siapa saja yang lewat. Di sana, di atas motor kawasaki ninja hitamnya, James duduk dengan satu kaki turun ke tanah. Jaket kulitnya dibiarkan terbuka, menampilkan kaos hitam polos di dalamnya. Rambutnya berantakan, dan sebatang rokok terselip di antara jemarinya. Di sampingnya, Martin dan Sean sedang tertawa keras, membahas keributan kecil dengan anak fakultas lain semalam di kedai kopi depan kampus. "Gila, si lo James semalem langsung main hantem aja. Kagak pakai basa-basi," seru Martin sambil menepuk bahu James bangga. James hanya terkekeh sinis, mengembuskan asap rokoknya ke udara dengan pandangan meremehkan. "Lagian bacotnya gede amat. Sekali-sekali perlu dikasih pelajaran biar tahu posisi." "Tapi beneran, James, lo kagak takut dilaporin ke dekanat? Ini udah semester empat, absen lo di kelas udah merah semua, anjir," sahut Sean, agak cemas meski tetap tertawa. "Bodoamat. Tinggal minta tugas tambahan, beres," jawab James enteng, menampilkan senyum miringnya yang khas, senyum yang membuat banyak mahasiswi di kampus ini menjerit, tertulis di menfess kampus, sekaligus senyum yang membuat para dosen mengelus dada. ••• James adalah definisi nyata dari kata red flag. Dia egois, temperamental, keras kepala, dan suka berbuat sesuka hati. Reputasinya sebagai biang onar sudah melekat sejak mereka masih menjadi mahasiswa baru dua tahun lalu. Namun, di balik semua kebrengsekan itu, ada satu fakta yang selalu membuat seisi kampus heran setengah mati, James adalah kekasih Y/N. Y/N, mahasiswi fakul manajemen yang dikenal pintar, teratur, dan tenang. Kontrasnya hubungan mereka sering kali menjadi bahan gosip. Banyak yang bertanya-tanya, sihir apa yang digunakan James hingga gadis selembut Y/N mau bertahan selama dua tahun menghadapi cowok sekacau dirinya. ••• "Eh, James. Itu cewek lo bukan?" Martin tiba-tiba menyenggol lengan James, menunjuk ke arah koridor yang menghubungkan gedung manajemen dan teknik. James langsung menoleh. Matanya yang tadinya tajam dan dingin seketika berubah. Di ujung sana, Y/N sedang berjalan terburu-buru sambil memeluk beberapa diktat tebal. Tanpa pamit pada Martin dan Sean, James langsung mematikan rokoknya ke tanah, turun dari motor, dan berjalan cepat menghampiri Y/N. Namun, begitu jaraknya tinggal beberapa meter dan ia sadar beberapa anak teknik lain sedang memperhatikannya, James langsung mengubah gesturnya. Ia memasukkan kedua tangan ke saku celana, berjalan dengan gaya sok keren, dan memasang wajah sedingin es. "Mau kemana?" tanya James dengan suara yang sengaja diberatkan saat sudah berdiri di depan Y/N. Y/N menghentikan langkahnya, mendongak, lalu menghela napas melihat penampilan James yang berantakan. "Mau ke perpus, James. Aku ada tugas kelompok yang harus dikumpulin sore ini. Kamu sendiri kenapa gak masuk kelas? Ini jamnya pak vincent, kan?" James mengangkat bahunya cuek, melirik ke arah teman-temannya yang menonton dari kejauhan. "Males. Bosen dengerin dia ceramah. Mending di sini." "James, kamu udah bukan maba, jangan kayak anak kecil terus," tegur Y/N pelan namun tegas. "Iya, iya, bawel. Ya udah sana ke perpus. Nanti malam aku ke apartemen kamu," ucap James, masih dengan nada sok acuh tak acuhnya karena tahu Martin dan Sean sedang memperhatikan dari jauh. Y/N hanya menggelengkan kepala, terbiasa dengan gengsi James yang setinggi langit jika di depan umum. "Ya udah, aku pergi dulu. Jangan berantem lagi hari ini, awas ya." Begitu Y/N berbalik, James menatap punggung gadis itu dengan senyuman kecil yang tidak pernah ia tunjukkan pada orang lain. Sisi brengseknya boleh saja menguasai kampus, tapi hatinya sepenuhnya milik gadis itu. ••• Pukul delapan malam, suasana di luar apartemen Y/N mulai dingin karena rintik hujan. (lanjut dikomen) 💬 ⚠JUST POV⚠ #POV #JAMES

About