@raflyabdillah0x: false dilemma, false dichotomy, black or white fallacy, bifurcation — apapun sebutannya, ini adalah satu cacat dalam penalaran yang meskipun namanya terdengar familier bagi sebagian orang, akarnya sendiri sudah tertanam jauh sebelum era modern, tepatnya diperkirakan sejak abad keempat sebelum masehi; ketika para filsuf semacam aristoteles tengah membangun perangkat intelektual untuk menghadapi para pengajar retorika yang kala itu mampu memenangkan perdebatan bukan karena argumennya benar, melainkan karena argumennya terasa benar, salah satu senjata andalan mereka adalah menyodorkan dua opsi seolah HANYA keduanya yang eksis di semesta ini. aristoteles sendiri membingkai fenomena ini -dalam cakupan yang lebih luas- sebagai false opposition; yakni perlakuan terhadap dua hal sebagai kontradiksi yang bersifat absolut padahal relasi di antara keduanya jauh lebih berlapis dari yang tampak di permukaan, ia mendokumentasikan ini secara eksplisit dalam organon -sebuah karya yang secara langsung membekali manusia dengan kemampuan untuk memilah mana argumen yang valid secara substantif dan mana yang valid hanya secara penampilan. lompatan berikutnya hadir dua puluh tiga abad kemudian ketika george boole -peletak dasar aljabar boolean- mengangkat logika ke dalam ranah matematis melalui perumusan inclusive dan exclusive pada operasi OR; inklusivitas berbunyi “jika bukan A maka B, dan atau, bisa keduanya sekaligus” sementara eksklusivitas menegaskan “hanya satu yang dapat berlaku” -perbedaan ini ternyata krusial, sebab lewat kerangka matematis boole seseorang kini bisa memetakan secara struktural apakah ruang kemungkinan yang ditawarkan penutur memang benar-benar hanya dua, atau apakah ada wilayah ketiga yang sengaja maupun tidak sengaja diabaikan. yang menjadi pertanyaan menarik kemudian adalah ini; mengapa manusia yang sudah mengenal konsep ini sejak sebelum masehi tetap saja melakukannya secara tidak sadar? pertanyaan inilah yang mendorong amos tversky dan daniel kahneman untuk merancang serangkaian eksperimen guna menguji apakah pola berulang ini memang konsisten dan bisa diprediksi. jawabannya YA; manusia secara kognitif cenderung menggunakan heuristik -atau penyederhanaan mental- sebagai strategi memangkas biaya komputasional dalam proses pengambilan keputusan, dan ini bukan semata kelemahan karakter melainkan konsekuensi arsitektur; otak manusia mengonsumsi sekitar dua puluh persen dari total energi tubuh meski hanya menyumbang dua persen dari total massa tubuhnya, dengan rasio yang sedemikian mahal secara metabolis maka otak berevolusi untuk mencari efisiensi -salah satunya dengan mereduksi setiap situasi menjadi kategori sesedikit mungkin. kategori paling sedikit yang bisa dioperasikan tentu saja adalah dua, dan ini memiliki justifikasi biologis yang sangat kuat; survivability adalah prioritas, nenek moyang kita harus memutuskan dalam hitungan milidetik apakah gerakan di balik semak itu angin atau predator -dan mereka berhasil bertahan hidup karena kemampuan berpikir cepat secara biner itu.. masalahnya adalah pada konteks kehidupan modern kemampuan tersebut sudah jarang dibutuhkan dalam bentuk aslinya, menjadikan bifurcation sebagai fitur yang kehilangan konteks relevansinya. problemnya dimulai ketika mekanisme yang SEHARUSNYA hanya bekerja untuk keperluan bertahan hidup itu mulai diterapkan pada hal-hal yang semestinya memerlukan penalaran yang lebih dalam -seperti ketika seseorang berkata “gak apa-apa miskin di dunia yang penting kaya di akhirat” atau bertanya “mending miskin bahagia atau kaya tapi sengsara?” keduanya adalah kesalahan penalaran karena masing-masing memaksamu HARUS memilih satu dari dua opsi yang ditawarkan, seolah kemungkinan di luar itu tidak pernah ada. #logicalfallacy
ɥɐllıpqɐ ʎlɟɐᴚ
Region: ID
Monday 13 April 2026 22:06:35 GMT
Music
Download
Comments
ElKaramazov :
kaya udh psti bahagia lh wdym
2026-04-14 10:32:57
3931
Dllyy pecinta Arsenal🤭 :
Bosen dikit jalan jalan ke swis😹
2026-04-14 13:19:05
527
TERIZLA TIK TOK :
gk nyambung😹
2026-04-14 13:21:56
6
dhiiiin0818 :
lebih baik menangis dalam kekayaan dari pada tertawa tapi kelaparan
2026-04-15 04:55:49
79
Nasri sigma😹 :
jika ad pilihan "C" maka apakah ad juga pilihan "D"?
2026-04-14 11:39:33
178
faiz/hobi gambar😎 :
"kita tidak wajib memilih pilihan yang sudah ada, kita bisa saja membuat pilihan kita sendiri"
(anjay kata kata gwjh keren bgt)
2026-05-28 03:47:27
12
Lulz,, :
ya kaya dah pasti bahagia lah
2026-04-14 13:42:28
21
HIGURUMA :
mending gw turu
2026-04-14 12:42:29
9
Rey :
untuk mendapatkan hasil 20 tidak hanya 10+10 dan 15+5, tapi masih ada 1000-980
2026-05-28 13:53:28
14
EL DONGHUA :
kalo bilang ke teman pasti jawab nya cuma a sama b pilih antara kedua itu gk boleh yg lain
2026-04-13 23:28:31
62
Shina Mahiru MW :
gw yg miskin dan ga bahagia😹
2026-04-16 01:45:54
17
Mirai_銀河 :
kenapa saat ulangan tidak ada opsi E,dstrs
2026-05-27 04:54:39
5
Lugia :
kalau ada yang lebih baik kenapa harus pilih yang lebih buruk😹
2026-05-06 00:51:46
5
Dvinzs :
kalaupun pilihan hanya 2, yaa pilih kaya lah walaupun sengsara, lu bisa bantu yang miskin buat bahagia, dengan banyak uang lu bisa menghidupi banyak orang, gw rasa itu kebahagiaan yang mutlak
2026-04-14 14:58:53
14
chou.D.ly :
kalau gitu mending pilih jadi penguasa dunia
2026-04-14 13:46:59
6
rea:p :
miskin tp bahagia? ada yg bs jelasin letak "BAHAGIA" nya dmn?😭😭💔
2026-05-04 05:36:38
8
Incrusio! :
definisi kaya tpi sengsara gimana sih?
2026-04-16 11:06:32
25
arill :
D. Bisa terbang
2026-04-14 12:58:53
9
Liu Jing (刘静) :
jika tidak ada pilihan maka buat lah pilihan itu, jika semua nya jalan buntu maka jalani semua di kasih ujian kita uji di kasih coba an kita cobain setiap langkah yg kita Ambil adalah pengalaman
2026-05-02 07:43:10
5
fajri :
ku usahakan ending bahagiaku akan bersama orang² yg selalu berdiri bersamaku.
2026-04-14 12:27:50
6
Tahu :
klo kaya udh pasti bahagia klo blm bahagia tinggal dibagi bagi aja duitnya, ngeliat org lain bahagia pasti nnti ikut bahagia(menurut gw)😁🥰
2026-04-14 14:00:36
5
Minji :b :
kaya=bahagia
2026-06-07 04:41:28
0
faktA :
mending sederhana dan bahagia
2026-05-30 02:32:57
1
whatever :
terkdang manusia hanya berfokus pada pilihan bukan keinginan
2026-06-14 04:20:04
2
To see more videos from user @raflyabdillah0x, please go to the Tikwm
homepage.