Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@mr.tir4: #fup #🇩🇿 @Mr.Ramoul
Mr tig4
Open In TikTok:
Region: DZ
Tuesday 14 April 2026 16:17:03 GMT
1253
38
6
16
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.02MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.02MB
)
Watermark .mp4 (
2.59MB
)
Music .mp3
Comments
kamel hafed :
Wsh fiha rprg ? @Mr.Ramoul
2026-04-14 23:03:04
0
To see more videos from user @mr.tir4, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#pov : Nama Choi Soobin memang sudah lama melekat di kepalamu sebagai sosok paling menyebalkan yang pernah kamu kenal. Suka mengejek. Terlalu percaya diri. Dan yang paling kamu benci, dia selalu bertingkah seolah dia penguasa bumi. Awalnya kalian hanya sering bertemu karena keluarga. Ayahmu berteman dekat dengan orang tuanya, jadi mau tidak mau kalian sering berada di meja makan yang sama, acara keluarga yang sama, bahkan liburan keluarga yang sama. Dan setiap kali bertemu, pasti berakhir dengan pertengkaran kecil. “Kalau jalan liat depan dong,” gerutumu waktu dia menabrak bahumu. Soobin malah santai memasukkan tangan ke saku hoodie-nya. “Kalau kamu pendek gitu jangan nyalahin aku.” “KAMU YANG TINGGI KELEWATAN!” Dia cuma ketawa. Menyebalkan. Sangat menyebalkan. Makanya saat ibumu tiba-tiba mengatakan kalau kamu akan dijodohkan dengannya, rasanya dunia runtuh tepat di atas kepalamu. “Aku gak mau!” “Kalian cocok,” jawab ibumu santai. “Cocok dari mana?!” “Berisiknya sama.” Dan entah bagaimana, beberapa bulan kemudian kamu benar-benar duduk di pelaminan bersanding dengan pria itu. Dengan Soobin yang malah terlihat terlalu bahagia. Sementara kamu nyaris ingin kabur. ••• Hari pertama setelah menikah sudah membuatmu stres. Kamu berdiri di depan ranjang besar sambil melipat tangan. “Kamu tidur sofa.” Soobin yang baru keluar kamar mandi langsung berhenti. “Hah?” “Kita nikah karena dijodohin, bukan karena cinta.” “Oh.” Dia mengangguk pelan seolah mengerti. Kamu pikir dia akan protes. Tapi pria itu malah tersenyum kecil. “Oke.” Kamu sedikit lega. Sampai tengah malam… Kamu terbangun karena ada sesuatu yang bergerak di belakangmu. Hangat. Besar. Dan— PELUKAN?! Matamu langsung membesar saat mendapati Soobin tidur di sampingmu sambil memeluk pinggangmu erat seperti guling. “Soobin kamu ngapain?!” “Mmhh…” Dia malah makin mendekatkan wajahnya ke lehermu. “Diem…” “Kamu jangan kurang ajar ya!” Kamu mencoba mendorong dadanya, tapi pria itu malah mengeratkan pelukan. “Kita kan suami istri, sayang…” gumamnya dengan suara berat penuh kantuk. “Jadi boleh dong aku peluk begini.” Pipimu langsung panas. “AKU BUKAN GULING!” “Tapi nyaman…” “CHOI SOOBIN!” Dia ketawa kecil sambil tetap memelukmu. Dan yang lebih parah jantungmu malah berdebar tidak karuan. ___ Hari-hari berikutnya ternyata jauh lebih kacau. Kalau kamu duduk di sofa, soobin ikut duduk mepet. Kalau kamu masak, dia meluk dari belakang sambil menyandarkan dagu di pundakmu. Kalau kamu main ponsel, dia ikut rebahan di pahamu. “Kenapa sih nempel terus?” “Karena kamu istriku.” Jawabannya selalu sesederhana itu. Dan bodohnya, kamu mulai terbiasa. Suatu malam kamu sedang memasak di dapur saat tiba-tiba dua tangan panjang melingkar di pinggangmu. Kamu bahkan tidak perlu menoleh untuk tahu siapa. “Capek…” rengek Soobin sambil menyender di punggungmu. “Baru pulang?” “Hm.” “Awas, ayo makan.” “Enggak mau.” “Terus maunya apa?” “Dipeluk.” Kamu memutar mata. “Manja banget.” “Tapi kamu suka.” “Kata siapa?!” Dia tertawa pelan. Lalu tanpa malu mencium pipimu sekilas. Kamu langsung membeku. “Soobin!” “Apa?” “Muka aku panas tau!” “Nah berarti berhasil.” “Kamu nyebelin.” “Tapi kamu sayang.” Kamu langsung diam. Karena anehnya kamu memang mulai menyayanginya. Sedikit demi sedikit. Tanpa sadar. ___ Sampai suatu malam hujan deras turun. Lampu apartemen mati. Kamu yang memang takut gelap langsung panik. “Soobin…” “Hm?” “Aku takut.” Biasanya kamu gengsi mengatakan itu. Tapi malam itu suasana terlalu gelap. Terlalu sunyi. Dan sebelum kamu sadar, pria itu sudah mendekat lalu memelukmu erat. “Aku di sini.” Suaranya lembut sekali. Soobin mengusap punggungmu perlahan. “Kalau takut bilang aja sama aku.” “Kamu gak bakal pergi?” “Enggak.” “Janji?” Dia menjauh sedikit hanya untuk menatapmu. Tatapannya begitu hangat sampai membuat pipimu memanas lagi. “Aku kan suami kamu.” Deg. “Dan aku sayang banget sama kamu.” Kalimat itu membuat napasmu tercekat. Karena cara dia mengatakannya terdengar begitu tulus. Sampai akhirnya kamu pelan-pelan membalas pelukannya. [+komentar/saluran] #soobin #txt #fyp #xybca
It was so cold😭😭😭
باقي 40يوم 🤎✨@ولاديِ،ايُـليـا |﮼١٤٤٧هَـ • #ابوالصوف🚸 #المصمم_ولادي🔥 #المصمم_حسينيtm🚸 #اشهد_ان_علي_ولي_الله #مرقد_الامام_علي_عليه_السلام
অথচ,,,? তুমি জানলেও না যে তোমাকে বলার মত পাহার সমান কথা জমে আছে,!🕊️❤️🩹
Xuôi dòng #xh #2007❤️
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy