@kontak4554: #foryou #foryoupage

KONA BA O
KONA BA O
Open In TikTok:
Region: TL
Wednesday 15 April 2026 12:29:25 GMT
33898
7009
15
122

Music

Download

Comments

p2969506
Pèɓè :
Amen 🙏🙏
2026-04-17 06:25:54
2
cristinamelensiam
Lenchya alves :
@AforChel🤞🏻🤍.
2026-04-16 14:47:19
1
user_fbs5
yffhu :
😁😁😁
2026-04-15 12:33:20
1
johnjoaozinho2
"💥J🕸️O🕸️N🕸️G"⚡☠️🥷🇹🇱🇵🇹 :
🥰🥰🥰
2026-04-15 13:18:35
1
comela75
Juldeo🫶🤍 :
❤️🙏
2026-04-15 14:09:39
1
johnjoaozinho2
"💥J🕸️O🕸️N🕸️G"⚡☠️🥷🇹🇱🇵🇹 :
🥰
2026-04-15 15:29:30
1
ynhonian27
ATTA27 :
💙
2026-04-26 15:17:22
0
usaredjjdone
Pay ¢ĪlL 🩹 :
🙏🙏🙏
2026-04-16 15:03:29
0
angel.sales.de3
Ange0¹ :
🙏🙏🙏
2026-04-16 22:13:33
0
alou.lokman.08
it 's me Abuy😁 :
🥰🥰🥰
2026-04-17 00:12:42
0
neza_viegas20
🤎 :
😁😁😁
2026-04-17 02:53:01
0
kheyllina
kheyllina :
🥰🥰🥰
2026-04-17 03:02:57
0
lucio.barreto44
. :
❤️🤍
2026-04-19 14:05:15
0
eijo109
eijo :
🙏🙏🙏
2026-04-16 13:33:15
0
toter4500
Sh23 :
🙏🙏🙏
2026-06-07 11:43:14
0
To see more videos from user @kontak4554, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐒𝐢𝐥𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐬𝐮𝐫 𝐒𝐃𝐍 𝐖𝐨𝐥𝐨𝐦𝐨𝐧𝐢 Sejumlah orang tua murid, guru, dan tokoh adat (Mosalaki) berkumpul di 𝐒𝐃𝐍 𝐖𝐨𝐥𝐨𝐦𝐨𝐧𝐢, 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐍𝐢𝐚𝐰𝐮𝐥𝐚, 𝐊𝐞𝐜𝐚𝐦𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐃𝐞𝐭𝐮𝐬𝐨𝐤𝐨, pada Sabtu (6/6), untuk menghalangi alat berat yang hendak meratakan lahan sekolah demi pembangunan gedung 𝐊𝐨𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐌𝐞𝐫𝐚𝐡 𝐏𝐮𝐭𝐢𝐡. Pada Jumat malam (5/6), alat berat sudah masuk halaman sekolah.  Menurut keterangan warga bernama Heron, oknum 𝐁𝐚𝐛𝐢𝐧𝐬𝐚 turut terlibat dalam pengrusakan.  Mereka memotong tiang besi penyangga, menjebol lantai teras depan kelas 5, serta merusak tanaman durian milik warga untuk membuka akses pembangunan koperasi di belakang sekolah. Ironisnya, rapat resmi yang digelar pada 19 Mei 2026 sudah memutuskan lokasi tersebut 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐥𝐚𝐲𝐚𝐤.  Pertemuan yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu, dihadiri orang tua murid, komite sekolah, tokoh masyarakat, anggota Koramil, dan staf Kecamatan Detusoko. Namun 17 hari kemudian, penggusuran tetap dilakukan. Wakil Kepala SDN Wolomoni, Magdalena Masi, mengaku kaget saat menemukan kerusakan pada Sabtu pagi.  Ia menyebut tidak ada surat pemberitahuan resmi yang masuk ke pihak sekolah. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ende, Valentinus Majurutu, juga mengaku kaget karena aksi penggusuran ini bukan bagian dari rencana dinasnya. Yang paling dirugikan adalah anak-anak SDN Wolomoni. Mereka harus menyaksikan fasilitas sekolahnya dirusak dan orang dewasa di sekitarnya berkonflik demi sebuah proyek yang belum jelas manfaatnya. Mosalaki Pu’u Wolomoni, Gregorius Masa, menegaskan bahwa tanah SDN Wolomoni merupakan hibah adat sejak tahun 𝟏𝟗𝟔𝟖 yang khusus diperuntukkan bagi pembangunan dan pengembangan sekolah, bukan untuk bangunan lain. Kini syarat berusia 58 tahun itu dilanggar tanpa permisi oleh keserakahan proyek. #daruratpendidikan #kabupatenende #ntt #keadilan
𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐒𝐢𝐥𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐬𝐮𝐫 𝐒𝐃𝐍 𝐖𝐨𝐥𝐨𝐦𝐨𝐧𝐢 Sejumlah orang tua murid, guru, dan tokoh adat (Mosalaki) berkumpul di 𝐒𝐃𝐍 𝐖𝐨𝐥𝐨𝐦𝐨𝐧𝐢, 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐍𝐢𝐚𝐰𝐮𝐥𝐚, 𝐊𝐞𝐜𝐚𝐦𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐃𝐞𝐭𝐮𝐬𝐨𝐤𝐨, pada Sabtu (6/6), untuk menghalangi alat berat yang hendak meratakan lahan sekolah demi pembangunan gedung 𝐊𝐨𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚 𝐌𝐞𝐫𝐚𝐡 𝐏𝐮𝐭𝐢𝐡. Pada Jumat malam (5/6), alat berat sudah masuk halaman sekolah. Menurut keterangan warga bernama Heron, oknum 𝐁𝐚𝐛𝐢𝐧𝐬𝐚 turut terlibat dalam pengrusakan. Mereka memotong tiang besi penyangga, menjebol lantai teras depan kelas 5, serta merusak tanaman durian milik warga untuk membuka akses pembangunan koperasi di belakang sekolah. Ironisnya, rapat resmi yang digelar pada 19 Mei 2026 sudah memutuskan lokasi tersebut 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐥𝐚𝐲𝐚𝐤. Pertemuan yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu, dihadiri orang tua murid, komite sekolah, tokoh masyarakat, anggota Koramil, dan staf Kecamatan Detusoko. Namun 17 hari kemudian, penggusuran tetap dilakukan. Wakil Kepala SDN Wolomoni, Magdalena Masi, mengaku kaget saat menemukan kerusakan pada Sabtu pagi. Ia menyebut tidak ada surat pemberitahuan resmi yang masuk ke pihak sekolah. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ende, Valentinus Majurutu, juga mengaku kaget karena aksi penggusuran ini bukan bagian dari rencana dinasnya. Yang paling dirugikan adalah anak-anak SDN Wolomoni. Mereka harus menyaksikan fasilitas sekolahnya dirusak dan orang dewasa di sekitarnya berkonflik demi sebuah proyek yang belum jelas manfaatnya. Mosalaki Pu’u Wolomoni, Gregorius Masa, menegaskan bahwa tanah SDN Wolomoni merupakan hibah adat sejak tahun 𝟏𝟗𝟔𝟖 yang khusus diperuntukkan bagi pembangunan dan pengembangan sekolah, bukan untuk bangunan lain. Kini syarat berusia 58 tahun itu dilanggar tanpa permisi oleh keserakahan proyek. #daruratpendidikan #kabupatenende #ntt #keadilan

About