@motionbabykee: Cs stop acting like Ian da birthday 😒

KEE DA BIGGEST 👺🥀
KEE DA BIGGEST 👺🥀
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 15 April 2026 12:44:57 GMT
26977
775
17
19

Music

Download

Comments

whoismollycauseitsnotme
user65884794108 :
wait I thought it was cute whats wrong?😭
2026-06-23 03:23:23
11
fivestarrod5
fivestarrod5 :
Happy birthday
2026-04-15 17:59:06
12
babypocahontas123
Evilightskin🥴👌🏽 :
What’s wrong? 😭😭
2026-04-27 00:31:06
2
brylloo
愛 :
i didint place this brick
2026-04-16 15:00:46
3
.xioarenee
.xioarenee :
gpt did good tho cute
2026-04-17 19:04:47
3
lifewithmulan67
TeaWithMulan🤪🦓🐊🐆⛹🏽‍♀️🥇 :
2026-05-09 07:26:49
1
To see more videos from user @motionbabykee, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa seseorang bisa merasa takut terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak menakutkan? Salah satu eksperimen psikologi paling terkenal yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Eksperimen Little Albert. Penelitian yang dilakukan oleh John B. Watson dan Rosalie Rayner pada tahun 1920 ini bertujuan membuktikan bahwa rasa takut dapat dipelajari melalui classical conditioning (pengkondisian klasik). Dalam eksperimen tersebut, seorang bayi berusia sekitar 11 bulan yang dikenal dengan nama samaran Little Albert awalnya tidak menunjukkan rasa takut terhadap seekor tikus putih maupun benda-benda berbulu lainnya. Namun, setiap kali Albert menyentuh tikus putih, para peneliti membunyikan suara keras dengan memukul batang baja menggunakan palu tepat di belakangnya sehingga ia terkejut dan menangis. Setelah pengulangan beberapa kali, Albert mulai merasa takut hanya dengan melihat tikus putih meskipun suara keras tidak lagi dibunyikan. Rasa takut tersebut kemudian menyebar (stimulus generalization) ke objek lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti kelinci putih, anjing berbulu, mantel bulu, hingga topeng berjanggut putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons emosional, termasuk rasa takut, dapat dipelajari melalui pengalaman. Meskipun memberikan kontribusi penting bagi perkembangan psikologi behaviorisme, eksperimen ini kini dinilai tidak etis karena melibatkan bayi tanpa perlindungan yang memadai, menimbulkan tekanan psikologis, dan tidak ada bukti bahwa peneliti melakukan proses deconditioning untuk menghilangkan rasa takut yang telah terbentuk. Referensi: Watson, J. B., & Rayner, R. (1920). Conditioned Emotional Reactions. Journal of Experimental Psychology, 3(1), 1–14. American Psychological Association (APA). Classical Conditioning. https://dictionary.apa.org/classical-conditioning Cherry, K. (2024). The Little Albert Experiment. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-little-albert-experiment-2794994 -------------------------------- cr preset: @𝙆𝙚𝙣𝙯𝙮 𝖋𝖙 𝙲𝙰𝙾᭄  -------------------------------- #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jjedukasi #littlealbert #littlealbertexperiment
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa seseorang bisa merasa takut terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak menakutkan? Salah satu eksperimen psikologi paling terkenal yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Eksperimen Little Albert. Penelitian yang dilakukan oleh John B. Watson dan Rosalie Rayner pada tahun 1920 ini bertujuan membuktikan bahwa rasa takut dapat dipelajari melalui classical conditioning (pengkondisian klasik). Dalam eksperimen tersebut, seorang bayi berusia sekitar 11 bulan yang dikenal dengan nama samaran Little Albert awalnya tidak menunjukkan rasa takut terhadap seekor tikus putih maupun benda-benda berbulu lainnya. Namun, setiap kali Albert menyentuh tikus putih, para peneliti membunyikan suara keras dengan memukul batang baja menggunakan palu tepat di belakangnya sehingga ia terkejut dan menangis. Setelah pengulangan beberapa kali, Albert mulai merasa takut hanya dengan melihat tikus putih meskipun suara keras tidak lagi dibunyikan. Rasa takut tersebut kemudian menyebar (stimulus generalization) ke objek lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti kelinci putih, anjing berbulu, mantel bulu, hingga topeng berjanggut putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons emosional, termasuk rasa takut, dapat dipelajari melalui pengalaman. Meskipun memberikan kontribusi penting bagi perkembangan psikologi behaviorisme, eksperimen ini kini dinilai tidak etis karena melibatkan bayi tanpa perlindungan yang memadai, menimbulkan tekanan psikologis, dan tidak ada bukti bahwa peneliti melakukan proses deconditioning untuk menghilangkan rasa takut yang telah terbentuk. Referensi: Watson, J. B., & Rayner, R. (1920). Conditioned Emotional Reactions. Journal of Experimental Psychology, 3(1), 1–14. American Psychological Association (APA). Classical Conditioning. https://dictionary.apa.org/classical-conditioning Cherry, K. (2024). The Little Albert Experiment. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-little-albert-experiment-2794994 -------------------------------- cr preset: @𝙆𝙚𝙣𝙯𝙮 𝖋𝖙 𝙲𝙰𝙾᭄ -------------------------------- #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jjedukasi #littlealbert #littlealbertexperiment

About