@ilovevaughnmorozov: #MARCUSANDPRESTON || I need their book NOW. spc: Pinterest #prestonarmstrong #marcusosborn #temptingvenom #foryoupage // fyp // booktok // booktokedit // explore // @Rina Kent

star
star
Open In TikTok:
Region: GB
Wednesday 15 April 2026 20:27:15 GMT
49354
3319
41
105

Music

Download

Comments

quadratumn
Quadratumn 📚 :
little prince needs his man
2026-04-16 00:12:22
156
darkevervale
𝔯𝔞𝔢 ☠︎︎ :
oh my good I love you do more edits on them they are my favorite vipers couple😭
2026-04-15 20:40:11
94
gretchy2011
Gert :
Does this actually happen. Does Preston actually die ?!?!?
2026-06-02 19:59:47
6
marcusosbrn
𝓈. :
my babies
2026-04-15 23:17:42
20
jinora.tlok
•air🍃• :
Nah that’s a sensitive topic for me
2026-04-16 04:56:34
11
jonottoday
JOnotTODAY :
sometimes i wonder if nikolai, kayden and yullian would have acted like marcus if their partner ended
2026-04-16 18:59:12
7
sokolov.aep
🕷️ :
THIS IS SO CUTEEE STOP STOPPP
2026-04-15 20:34:01
5
kingslovelyaep
kingslovelyaep :
TALENT
2026-04-15 20:46:58
5
darkevervale
𝔯𝔞𝔢 ☠︎︎ :
you’re talented
2026-04-15 20:40:23
2
darkevervale
𝔯𝔞𝔢 ☠︎︎ :
I want the 30th of june so much
2026-04-15 20:42:47
14
sokolov.aep
🕷️ :
NEED THE BOOK
2026-04-15 20:34:05
3
darkevervale
𝔯𝔞𝔢 ☠︎︎ :
never stop editing
2026-04-15 20:42:06
1
kingslovelyaep
kingslovelyaep :
MY MANS
2026-04-15 20:47:08
2
darkevervale
𝔯𝔞𝔢 ☠︎︎ :
ATE
2026-04-15 20:40:28
1
yonswrldd
royoncé :
they’ll ruin me so good
2026-05-11 23:13:44
0
To see more videos from user @ilovevaughnmorozov, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kami menghadiri Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPP/Basarnas, dengan menghadirkan Korlantas Polri, Ketua KNKT, Dirut PT KAI, dan Dirut PT KCI, Kamis (21/05/2026). Agenda rapat membahas penjelasan pemerintah terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur serta berbagai kecelakaan perkeretaapian lainnya di Indonesia yang menjadi perhatian serius nasional. kejadian ini bermula dari kendaraan yang mogok di perlintasan sebidang tidak resmi. Namun dalam perkembangannya, gangguan tersebut berujung pada rangkaian persoalan dalam sistem operasional perkeretaapian yang tidak berjalan secara disiplin dan terintegrasi sehingga memicu terjadinya kecelakaan. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa gangguan awal di perlintasan sebidang dapat berkembang menjadi kecelakaan yang lebih besar akibat tidak tersampaikannya informasi secara cepat, tepat, dan terintegrasi antarpetugas pengendali perjalanan kereta api. Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur menunjukkan bahwa persoalan keselamatan perkeretaapian nasional saat ini telah berada pada level yang serius dan kompleks. Peristiwa ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis perjalanan kereta api, tetapi juga menunjukkan adanya potensi kelemahan berlapis dalam sistem operasi perkeretaapian, mulai dari pengaturan headway perjalanan, pola mixed operation antara KAJJ dan KRL, sistem persinyalan, komunikasi pusat kendali, keterlambatan operasional, kepadatan lintasan, ketidakpatuhan terhadap GAPEKA, hingga mitigasi keadaan darurat dan lemahnya pengamanan di lapangan. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir telah terjadi 1.058 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan total korban mencapai 955 orang, di mana sekitar 80% terjadi pada perlintasan tidak terjaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan perlintasan sebidang masih menjadi tantangan besar yang memerlukan penanganan lintas sektor secara menyeluruh dan berkelanjutan. Komisi V DPR RI mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia melalui pembatasan kecepatan perjalanan kereta, evaluasi sistem persinyalan, audit keselamatan, penutupan perlintasan liar, peningkatan keselamatan pada 1.638 titik prioritas, serta rencana pemasangan ATP/SKKO sebagai langkah mitigasi awal guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian nasional. Namun demikian, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan peningkatan keselamatan perlintasan sebidang tidak hanya berfokus pada jalan nasional, tetapi juga mencakup jalan provinsi serta jalan kabupaten/kota yang jumlahnya jauh lebih besar dan sebagian besar masih belum memiliki pengamanan yang memadai. Selain itu, diperlukan penguatan integrasi sistem operasi, pengawasan keselamatan, serta percepatan pembangunan flyover dan infrastruktur pendukung lainnya guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.
Kami menghadiri Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPP/Basarnas, dengan menghadirkan Korlantas Polri, Ketua KNKT, Dirut PT KAI, dan Dirut PT KCI, Kamis (21/05/2026). Agenda rapat membahas penjelasan pemerintah terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur serta berbagai kecelakaan perkeretaapian lainnya di Indonesia yang menjadi perhatian serius nasional. kejadian ini bermula dari kendaraan yang mogok di perlintasan sebidang tidak resmi. Namun dalam perkembangannya, gangguan tersebut berujung pada rangkaian persoalan dalam sistem operasional perkeretaapian yang tidak berjalan secara disiplin dan terintegrasi sehingga memicu terjadinya kecelakaan. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa gangguan awal di perlintasan sebidang dapat berkembang menjadi kecelakaan yang lebih besar akibat tidak tersampaikannya informasi secara cepat, tepat, dan terintegrasi antarpetugas pengendali perjalanan kereta api. Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur menunjukkan bahwa persoalan keselamatan perkeretaapian nasional saat ini telah berada pada level yang serius dan kompleks. Peristiwa ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis perjalanan kereta api, tetapi juga menunjukkan adanya potensi kelemahan berlapis dalam sistem operasi perkeretaapian, mulai dari pengaturan headway perjalanan, pola mixed operation antara KAJJ dan KRL, sistem persinyalan, komunikasi pusat kendali, keterlambatan operasional, kepadatan lintasan, ketidakpatuhan terhadap GAPEKA, hingga mitigasi keadaan darurat dan lemahnya pengamanan di lapangan. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir telah terjadi 1.058 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan total korban mencapai 955 orang, di mana sekitar 80% terjadi pada perlintasan tidak terjaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan perlintasan sebidang masih menjadi tantangan besar yang memerlukan penanganan lintas sektor secara menyeluruh dan berkelanjutan. Komisi V DPR RI mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia melalui pembatasan kecepatan perjalanan kereta, evaluasi sistem persinyalan, audit keselamatan, penutupan perlintasan liar, peningkatan keselamatan pada 1.638 titik prioritas, serta rencana pemasangan ATP/SKKO sebagai langkah mitigasi awal guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian nasional. Namun demikian, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan peningkatan keselamatan perlintasan sebidang tidak hanya berfokus pada jalan nasional, tetapi juga mencakup jalan provinsi serta jalan kabupaten/kota yang jumlahnya jauh lebih besar dan sebagian besar masih belum memiliki pengamanan yang memadai. Selain itu, diperlukan penguatan integrasi sistem operasi, pengawasan keselamatan, serta percepatan pembangunan flyover dan infrastruktur pendukung lainnya guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.

About