@septiindrianti4: #belajarmembaca #bukuanakpaud #bukuanaktk #bukubelajarmembaca

Indri Shidqia
Indri Shidqia
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 15 April 2026 23:37:45 GMT
1319541
4621
71
327

Music

Download

Comments

mochibby_05
calme_chaa 🤍 :
Soft spoken bngt kak 🥹 . Anakku klo belajar auto ngegas” 🤣
2026-04-29 04:58:47
22
unaliza0
Munaunaa :
Hi kk…
2026-05-08 01:55:55
0
fitrydyan
Ƒii Ꭰα ✿ :
Plis gimana ya ajarin anak baca?? Anak ku diajarin baca huruf nya masih suka lupa” an.. yg paling di inget cuma a i o , misal di awal tau nih pas kebawah nya ada huruf yg sama lupa lagi 😭.. mana kalau diajari baca nangis lagi😭, Pdhal gak di marahin
2026-05-20 06:06:03
0
mama.ahn7
Mama AHN :
mantap kak
2026-05-02 12:46:37
0
yochannamhaloe
YocHanna :
anakku juga pake buku ini, udah bisa baca , anakku 5 tahun pas bulan mei ini awal2 susah sih sampai nangis2, tapi setelah dia bisa baca happy ko dia..
2026-05-21 00:36:23
0
piiyo22
Fy🌸 :
masyaallah adek pintar🥰 semangat belajar nya
2026-05-27 08:27:28
0
ndakirein
mbakliy🌸🎀 :
MasyaAllah pinternya adek
2026-04-29 02:06:43
0
ferasanak
Marbella & Marcelo :
keren
2026-05-02 06:55:41
0
dairyayana23
siti robiah :
keranjangin dulu😁 soalnya tadi abis sarang buku coding
2026-04-22 13:00:04
0
qaybabykids_outfit
Qay Baby & Kids Outfit :
umur berapa tahun ini ?
2026-05-04 02:48:46
0
zilvanya.harianja
Zilva harianja :
pintar ya ...
2026-05-30 14:08:10
0
me.ratnna
Ratnna :
Keranjangin dulu ya kak🥰
2026-04-30 04:09:34
0
cut.desy1
cutdesy78 :
1 paket brp isi buku nyan bun
2026-05-14 08:23:41
0
yeayeayeay6
Yeay :
Masha Allah, berapa kak umurnya ? 😍
2026-05-02 01:33:32
0
febiharnika94
Akuika :
adek udh brpa thn kk
2026-04-19 12:41:51
0
user8154889505950
arfan sonya :
maksudnya ini ada berapa buku ta
2026-05-05 13:15:43
1
iniiinoniii
iniNonii :
Anak aku jg alhamdulillah 3 tahun 7 bulan udh bisa baca karena buku ini
2026-05-01 00:13:43
0
mommysalwa99
Ummu Salwa99 :
umurnya anak brp bund...?
2026-04-29 07:10:13
0
iammineandalwaysmine
quesera ~ :
emang baguss sih buku inii👌👌
2026-04-21 13:50:32
0
meleti40
Melati :
anak juga sudah membaca kyk gini masih umur 5 tahun 10 bln
2026-04-27 22:07:50
0
nina.daneswari03
Ninaa.Daneswari :
anakku juga belajar pakai buku ini.. alhamdulillahsudah bisa membaca sblm masuk SD
2026-04-25 05:44:25
2
rlinzy.27
R :
emang bagus anakku belum sekolah sdh lancar membaca
2026-04-22 03:30:26
0
vennydarlitaazhar1
vennydarlitaazhar1 :
ini utk tahap awal ya bun?
2026-04-23 07:02:36
0
ibunyaelsha08
Anita :
anakku 3 tahun udah bisa baca masyaallah, beli buku di shopee yg tulisannya 60 jam lancar membaca ka🥰
2026-05-31 01:33:56
0
mega23_49
Mega :
ada toko oren gak kk mahal ongkir di sini.
2026-05-25 17:13:51
0
To see more videos from user @septiindrianti4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengusulkan agar fakultas kedokteran yang banyak meluluskan sarjana kedokteran (S.Ked) namun gagal dalam uji kompetensi (ukom) dikenai pengurangan kuota penerimaan mahasiswa baru. Usulan itu disampaikan Budi saat menyoroti tingginya jumlah peserta yang harus mengulang ujian kompetensi dokter. Menurutnya, data kegagalan ukom seharusnya dapat ditelusuri hingga ke tingkat fakultas untuk menjadi bahan evaluasi kualitas pendidikan. “Nanti kalau yang ternyata dia banyak meluluskan S.Ked tapi kemudian enggak lulus-lulus uji kompetensi ya artinya harus dikurangi kuotanya sampai mereka benar-benar bisa memperbaiki kualitas pendidikannya mereka,” kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (8/6). Budi menyebut terdapat sekitar 1.000 peserta yang telah mengikuti ukom lebih dari tiga kali namun belum lulus. Selain itu, ada 297 peserta yang terancam kehilangan hak kelulusan apabila kembali gagal dalam ujian berikutnya. Selain soal kuota, Budi juga menyoroti keluhan peserta retaker yang masih harus membayar sejumlah biaya meski sudah tidak lagi menjalani perkuliahan aktif. Dalam kesempatan yang sama, Budi mengusulkan agar sistem ukom diubah menjadi berbasis remedial per kompetensi. Dengan skema tersebut, peserta hanya perlu mengulang kompetensi yang belum lulus, bukan seluruh materi ujian. Menurut Budi, usulan tersebut telah disampaikan kepada Konsil Kesehatan Indonesia untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Ia menegaskan persoalan ukom bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan, namun perlu mendapat perhatian mengingat kebutuhan dokter di Indonesia masih tinggi. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | tiktokvidol | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengusulkan agar fakultas kedokteran yang banyak meluluskan sarjana kedokteran (S.Ked) namun gagal dalam uji kompetensi (ukom) dikenai pengurangan kuota penerimaan mahasiswa baru. Usulan itu disampaikan Budi saat menyoroti tingginya jumlah peserta yang harus mengulang ujian kompetensi dokter. Menurutnya, data kegagalan ukom seharusnya dapat ditelusuri hingga ke tingkat fakultas untuk menjadi bahan evaluasi kualitas pendidikan. “Nanti kalau yang ternyata dia banyak meluluskan S.Ked tapi kemudian enggak lulus-lulus uji kompetensi ya artinya harus dikurangi kuotanya sampai mereka benar-benar bisa memperbaiki kualitas pendidikannya mereka,” kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (8/6). Budi menyebut terdapat sekitar 1.000 peserta yang telah mengikuti ukom lebih dari tiga kali namun belum lulus. Selain itu, ada 297 peserta yang terancam kehilangan hak kelulusan apabila kembali gagal dalam ujian berikutnya. Selain soal kuota, Budi juga menyoroti keluhan peserta retaker yang masih harus membayar sejumlah biaya meski sudah tidak lagi menjalani perkuliahan aktif. Dalam kesempatan yang sama, Budi mengusulkan agar sistem ukom diubah menjadi berbasis remedial per kompetensi. Dengan skema tersebut, peserta hanya perlu mengulang kompetensi yang belum lulus, bukan seluruh materi ujian. Menurut Budi, usulan tersebut telah disampaikan kepada Konsil Kesehatan Indonesia untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Ia menegaskan persoalan ukom bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan, namun perlu mendapat perhatian mengingat kebutuhan dokter di Indonesia masih tinggi. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | tiktokvidol | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About