@khusravking4:

khusravking
khusravking
Open In TikTok:
Region: NL
Thursday 16 April 2026 07:48:10 GMT
1001
20
4
1

Music

Download

Comments

payrav0604
𝕦𝕞𝕒𝕣𝕫𝕠𝕕𝕒𝕡𝕒𝕪𝕣𝕒𝕧06 :
🔥
2026-04-16 07:59:13
1
dr.ehson
dr.ehson06🥼🩺 :
👏👏👏
2026-04-16 07:54:47
0
To see more videos from user @khusravking4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


"Soekarno Pernah Bilang Kalau Tidak Ada Dia, Kemerdekaan Mungkin Ceritanya Lain. Tapi Tragis di Akhir Hidupnya Dilupakan Oleh Bangsanya Sendiri." Namanya Sutan Sjahrir. Lahir 5 Maret 1909 di Padang Panjang, Sumatera Barat, dari keluarga bangsawan Minangkabau. Ayahnya Sutan Mohammad Rasad, Jaksa Kepala Landraad di Medan, ibunya Siti Rabiah. Tahun 1929 dia berangkat ke Belanda kuliah Hukum di Universitas Amsterdam dan Leiden. Di sana dia jadi Ketua Perhimpunan Indonesia, organisasi mahasiswa radikal yang ditakuti Belanda. Pulang ke Indonesia 1931, dia bersama Hatta mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru). Akibatnya dia ditangkap Belanda tahun 1934 dan dibuang 6 tahun lamanya ke Boven Digoel Papua dan Banda Neira. Di Banda inilah persahabatannya dengan Hatta makin kuat. Jadi saat 1945, dia sudah kenyang keluar-masuk penjara penjajah. DETIK-DETIK PROKLAMASI: Waktu semua orang masih bingung Jepang sudah menyerah atau belum, dia yang pertama dapat kabar dari radio gelapnya. Dia lari ke Soekarno-Hatta dan bilang, "Proklamasikan sekarang, malam ini!" Soekarno ragu. Hatta minta tunggu rapat PPKI besok. Sjahrir tidak menyerah. Dia bisik ke anak-anak muda: "Culik saja mereka ke Rengasdengklok." Dari desakan itulah, lahir 17 Agustus 1945. Setelah merdeka, Indonesia belum punya apa-apa. Tidak ada tentara kuat, tidak ada uang, Belanda mau balik lagi bawa senjata. Soekarno butuh seseorang yang bisa bicara dengan dunia. Yang bisa duduk semeja dengan Belanda, dengan Inggris, dengan Amerika, pakai bahasa mereka, pakai logika mereka. Orang itu Sjahrir. Umur 36 tahun, kurus, pakai jas rapi, perokok berat. Dia diangkat jadi Perdana Menteri pertama. Dia yang terbang ke Linggarjati, berunding berhari-hari sampai Belanda akhirnya mau mengakui Indonesia ada. Soekarno di Jogja berteriak "Merdeka!", Sjahrir di meja perundingan yang membuat dunia mengangguk "Ya, mereka merdeka." Tapi di negeri sendiri, caranya yang halus itu tidak disukai. Orang lebih suka pemimpin yang berapi-api. Sjahrir dianggap terlalu kebarat-baratan, terlalu kalem, terlalu sosialis. Partainya, PSI, kalah pemilu. Pamornya turun. Puncaknya tahun 1962. Kawan-kawannya di Sumatera memberontak bikin PRRI karena kecewa dengan Jakarta. Sjahrir tidak ikut memberontak, dia bahkan tidak setuju. Tapi dia kasihan pada kawan-kawannya, dia kirim surat. Surat itu dianggap bukti pengkhianatan. Sjahrir dipenjara tanpa pengadilan. Dari penjara Keagungan, ke Madiun, ke Kejaksaan. Tidak ada vonis, tidak ada sidang. Di dalam sel yang pengap, dia kena stroke. Lumpuh separuh badan. Giginya rontok. Baru setelah sakit parah, Soekarno mengizinkan dia berobat ke Swiss. Bukan bebas, tapi berobat sebagai tahanan. 13 April 1966, dia meninggal di Zurich, jauh dari istri, jauh dari anak-anaknya, jauh dari Indonesia yang dia bantu lahirkan. Jenazahnya baru dibawa pulang seminggu kemudian. Dimakamkan di TMP Kalibata. Satu hari setelah beliau wafat, Soekarno menetapkan beliau sebagai Pahlawan Nasional. Orang yang bikin kemerdekaan dipercepat, orang yang bikin dunia mengakui Indonesia, mati dalam status tahanan politik bangsanya sendiri. Itulah Sjahrir. Pahlawan yang tidak butuh panggung Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima semua amal baktinya untuk bangsa, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin. ****** SUMBER: Buku Sjahrir: Politics and Exile in Indonesia - Rudolf Mrazek, Biografi Rosihan Anwar, Arsip Nasional RI, Perjanjian Linggarjati 1946, Kesaksian Des Alwi #SutanSjahrir #SejarahIndonesia #PahlawanTerlupakan #Proklamasi1945 #JasMerah

About