bantuancinta :
Aku pernah berpikir bahwa bintang-bintang di malam hari adalah ciptaan Tuhan yang paling memukau, tapi ternyata aku salah besar. Sejak detik pertama aku melihat senyummu, aku langsung sadar bahwa alam semesta menyimpan mahakarya terbesarnya tepat di dalam kedua bola matamu. Kalau banyak orang bilang jatuh cinta itu bisa bikin sakit dan patah hati, sungguh aku rela jatuh berkali-kali asalkan jatuhnya selalu di pelukanmu. Kamu tahu tidak apa bedanya kamu dengan kompas? Kompas selalu menunjuk ke arah utara, tapi kalau kamu selalu menuntun hatiku untuk pulang ke arahmu. Aku merasa tidak butuh sayap untuk terbang mengelilingi luasnya dunia, karena bagiku, seluruh keindahan duniaku sudah kutemukan di dalam dirimu. Rasa ini terlalu besar jika hanya sekadar diucapkan lewat rayuan biasa, maka biarkan aku mengukir sisa perasaanku dalam bait-bait ini untukmu, wanita tercintaku. Di setiap detak waktu yang terus berlalu, namamu selalu mengalun di kepalaku bagaikan melodi yang paling syahdu. Engkaulah embun penyejuk di pagi yang sunyi, yang hadirnya selalu berhasil membasuh segala lelah dan gundah di palung hati. Bila mentari sedang enggan menyapa dan bersembunyi di balik awan kelabu, senyummulah yang merengkuhku dan membawa kehangatan baru. Ini bukanlah sekadar kata-kata manis yang kebetulan terucap dari bibir, namun sungguh, cinta ini mengalir di nadiku layaknya sebuah takdir. Wahai wanita perhiasan jiwaku, poros dari segala rindu dan anganku, jangan pernah sekalipun kau ragukan ketulusan rasaku. Karena ketahuilah, meski kelak waktu menua, rambut kita memutih, dan bumi tak lagi berputar, tempatmu tak akan pernah terganti; kau akan selalu menjadi satu-satunya puisi paling indah yang hidup dan bertakhta selamanya di dalam hatiku.
2026-06-03 02:13:46