@fa.2l8: #revengeofothers #kadrama #fyppppppppppppppppppppppp #edit #fyp

غَريبٌ انا
غَريبٌ انا
Open In TikTok:
Region: IQ
Friday 17 April 2026 20:49:13 GMT
31132
3617
28
313

Music

Download

Comments

t_jp41
⋆⭒˚D :
ماحبيت النهاية غير يتزوجون🙂
2026-04-19 08:18:39
87
r__ilie
رقَيـه؟ :
احسدوني ماشايفته + شنو اسمه عجبني البارت؟
2026-04-18 22:39:06
13
yiiy_felix2
fєℓix :
✨انجب يانذل✨
2026-06-06 23:03:09
1
_ji_99
R :
الترجمة العراقيةةةة تفوزز😋😋😋
2026-04-19 05:32:56
17
fa.2l8
غَريبٌ انا :
2026-04-17 20:50:10
6
adam_19727
🧛🏻‍♂️ :
يمه احبهم
2026-04-19 05:56:45
2
xj_gh_3
fatama :
النهايه حلوة؟
2026-05-12 12:06:05
0
czoj8
رِيـمة 🇮🇶 :
كوبلييي
2026-04-20 18:29:02
1
7manar__7
M :
استمري عيناي
2026-04-20 14:57:49
0
bl_o.1
『 الــعــلــويــة 』 :
ترا مو القاتله
2026-05-20 08:46:06
0
miya_46m
𝐚𝐥𝐞𝐱 :
لحضه هذا مو نفسه الي مثل بـ كلنا موتى؟
2026-05-17 13:17:54
1
f4m7_
F :
😁😁😁
2026-04-20 06:58:38
0
To see more videos from user @fa.2l8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Kamu tidak pernah benar-benar melupakan cinta pertamamu. Bukan karena kamu tidak mencoba, tapi karena beberapa perasaan memang tidak diciptakan untuk hilang—hanya untuk diam, tumbuh pelan-pelan, dan menetap. Dulu, kamu hanyalah anak kecil yang sering dianggap tidak ada. Rambutmu kusut, kulitmu terbakar matahari, dan seragammu jarang rapi. Kamu tidak pernah menjadi pusat perhatian, tidak pernah menjadi siapa-siapa. Kecuali… di matanya. Seonghyeon. Anak laki-laki yang selalu terlihat bersih, rapi, dan entah kenapa selalu punya cara untuk membuatmu merasa cukup. Dia duduk di sampingmu tanpa ragu, berbagi bekal tanpa jijik, dan tersenyum padamu tanpa alasan. Dan kamu, dengan hati kecilmu yang sederhana, jatuh cinta tanpa pernah benar-benar mengerti arti cinta itu sendiri. Tapi seperti cerita yang terlalu cepat selesai, dia pergi. Dan kamu tidak pernah punya kesempatan untuk mengatakan apa pun. ~~ Bertahun-tahun kemudian, kamu berdiri di gerbang sekolah baru—SMA yang asing, dengan ratusan wajah yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Kamu adalah murid pindahan. Dan kamu sudah siap untuk memulai semuanya dari awal… tanpa berharap apa pun dari masa lalu. Sampai kamu melihat keramaian di lapangan basket. Sorakan terdengar ramai, penuh semangat. Beberapa siswi berdiri di pinggir lapangan, menyebut satu nama berulang-ulang dengan suara antusias. “Seonghyeon! Ayo!” Jantungmu berhenti. Nama itu… terlalu familiar untuk diabaikan. Kamu mendekat sedikit, tanpa sadar. Dan di sanalah dia—berlari di lapangan, tinggi, tegap, dengan gerakan yang percaya diri. Keringat di wajahnya justru membuatnya terlihat semakin hidup. Dia… masih sama. Atau bahkan lebih dari yang kamu ingat. Seonghyeon—murid terkenal di angkatan itu. Bintang tim basket, selalu membawa timnya juara, dan tentu saja… dikelilingi banyak penggemar. Kamu hanya berdiri diam di pinggir, menatapnya dengan perasaan yang tiba-tiba kembali menyeruak. Cinta pertama itu… ternyata masih ada. ~~ Hari-hari berikutnya, kamu mencoba bersikap biasa saja. Kamu duduk di kelas, mengikuti pelajaran, dan sesekali melihatnya dari jauh. Dia selalu dikelilingi teman-temannya, tertawa lepas, dan sesekali disapa banyak siswi yang jelas-jelas menyukainya. Dia terlihat bahagia. Dan kamu… cukup dengan melihatnya saja. Sampai suatu hari, dunia kembali mempermainkan kalian. Bola basket itu menggelinding ke arahmu saat kamu sedang berjalan di dekat lapangan. Kamu refleks berhenti, lalu mengambilnya. “Eh, lempar sini!” Suara itu. Kamu menoleh, dan dia berlari mendekat ke arahmu. Langkahmu mendadak terasa berat. Untuk pertama kalinya… kalian berdiri sedekat ini lagi setelah bertahun-tahun. “Kamu anak baru, ya?” tanyanya santai, masih sedikit terengah. Kamu mengangguk pelan, lalu menyerahkan bola itu padanya. “Iya.” Dia menerimanya, tapi tidak langsung pergi. Tatapannya berubah. Dari santai… menjadi penuh perhatian. Seolah sedang membaca sesuatu. “Kita… pernah ketemu?” tanyanya perlahan. Jantungmu berdetak lebih cepat. Kamu tersenyum kecil. “Mungkin.” Dia mengerutkan kening, jelas berpikir keras.  Matanya menatapmu lebih dalam, mencoba mencocokkan sesuatu dalam ingatannya. Dan tiba-tiba— “…tunggu.” Suaranya berubah. Kamu melihat sesuatu di matanya—sebuah kesadaran yang muncul perlahan, seperti potongan puzzle yang akhirnya menyatu. lanjutannya di comments 1 ya 🙇‍♀️! #seonghyeon #cortis #pov #4u
POV | Kamu tidak pernah benar-benar melupakan cinta pertamamu. Bukan karena kamu tidak mencoba, tapi karena beberapa perasaan memang tidak diciptakan untuk hilang—hanya untuk diam, tumbuh pelan-pelan, dan menetap. Dulu, kamu hanyalah anak kecil yang sering dianggap tidak ada. Rambutmu kusut, kulitmu terbakar matahari, dan seragammu jarang rapi. Kamu tidak pernah menjadi pusat perhatian, tidak pernah menjadi siapa-siapa. Kecuali… di matanya. Seonghyeon. Anak laki-laki yang selalu terlihat bersih, rapi, dan entah kenapa selalu punya cara untuk membuatmu merasa cukup. Dia duduk di sampingmu tanpa ragu, berbagi bekal tanpa jijik, dan tersenyum padamu tanpa alasan. Dan kamu, dengan hati kecilmu yang sederhana, jatuh cinta tanpa pernah benar-benar mengerti arti cinta itu sendiri. Tapi seperti cerita yang terlalu cepat selesai, dia pergi. Dan kamu tidak pernah punya kesempatan untuk mengatakan apa pun. ~~ Bertahun-tahun kemudian, kamu berdiri di gerbang sekolah baru—SMA yang asing, dengan ratusan wajah yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Kamu adalah murid pindahan. Dan kamu sudah siap untuk memulai semuanya dari awal… tanpa berharap apa pun dari masa lalu. Sampai kamu melihat keramaian di lapangan basket. Sorakan terdengar ramai, penuh semangat. Beberapa siswi berdiri di pinggir lapangan, menyebut satu nama berulang-ulang dengan suara antusias. “Seonghyeon! Ayo!” Jantungmu berhenti. Nama itu… terlalu familiar untuk diabaikan. Kamu mendekat sedikit, tanpa sadar. Dan di sanalah dia—berlari di lapangan, tinggi, tegap, dengan gerakan yang percaya diri. Keringat di wajahnya justru membuatnya terlihat semakin hidup. Dia… masih sama. Atau bahkan lebih dari yang kamu ingat. Seonghyeon—murid terkenal di angkatan itu. Bintang tim basket, selalu membawa timnya juara, dan tentu saja… dikelilingi banyak penggemar. Kamu hanya berdiri diam di pinggir, menatapnya dengan perasaan yang tiba-tiba kembali menyeruak. Cinta pertama itu… ternyata masih ada. ~~ Hari-hari berikutnya, kamu mencoba bersikap biasa saja. Kamu duduk di kelas, mengikuti pelajaran, dan sesekali melihatnya dari jauh. Dia selalu dikelilingi teman-temannya, tertawa lepas, dan sesekali disapa banyak siswi yang jelas-jelas menyukainya. Dia terlihat bahagia. Dan kamu… cukup dengan melihatnya saja. Sampai suatu hari, dunia kembali mempermainkan kalian. Bola basket itu menggelinding ke arahmu saat kamu sedang berjalan di dekat lapangan. Kamu refleks berhenti, lalu mengambilnya. “Eh, lempar sini!” Suara itu. Kamu menoleh, dan dia berlari mendekat ke arahmu. Langkahmu mendadak terasa berat. Untuk pertama kalinya… kalian berdiri sedekat ini lagi setelah bertahun-tahun. “Kamu anak baru, ya?” tanyanya santai, masih sedikit terengah. Kamu mengangguk pelan, lalu menyerahkan bola itu padanya. “Iya.” Dia menerimanya, tapi tidak langsung pergi. Tatapannya berubah. Dari santai… menjadi penuh perhatian. Seolah sedang membaca sesuatu. “Kita… pernah ketemu?” tanyanya perlahan. Jantungmu berdetak lebih cepat. Kamu tersenyum kecil. “Mungkin.” Dia mengerutkan kening, jelas berpikir keras. Matanya menatapmu lebih dalam, mencoba mencocokkan sesuatu dalam ingatannya. Dan tiba-tiba— “…tunggu.” Suaranya berubah. Kamu melihat sesuatu di matanya—sebuah kesadaran yang muncul perlahan, seperti potongan puzzle yang akhirnya menyatu. lanjutannya di comments 1 ya 🙇‍♀️! #seonghyeon #cortis #pov #4u

About