@kelas9.5spenda: Kartini adalah putri dari Bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ia lahir dari kalangan priyayi yang memungkinkannya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dibandingkan wanita pada umumnya di masa itu. Pada masa hidup Kartini (akhir abad ke-19), budaya dan adat istiadat Jawa masih sangat kental dan membatasi ruang gerak wanita. Wanita pada saat itu: - Tidak diperbolehkan bersekolah tinggi. - Sering kali dipaksa menikah di usia muda. - Terikat dalam poligami. - Posisi sosialnya dianggap lebih rendah dibandingkan pria. Meskipun Kartini hanya bisa bersekolah di sekolah dasar Eropa (Europeesche Lagere School) dan kemudian harus "pingitan" (diam di rumah) sejak usia 12 tahun hingga menikah, ia tidak berhenti belajar. Hari Kartini bukan hanya sekadar hari di mana wanita memakai kebaya atau baju adat. Maknanya jauh lebih dalam. 🙌🏻🙌🏻 #fyp @smpnegeri2muaraenim #selamathariibukartini