@cripclip3: ternyata lemak bisa di pindah tapi gak sesimpel yang kamu kira.3z858zsu#maharis #klinikmewahjakarta #klinikpremiumjakarta #sobatkonglo #wefluence

cripclips3
cripclips3
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 19 April 2026 11:57:42 GMT
238
9
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @cripclip3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Dari Dapur Desa ke Meja Dunia” Sabtu kemarin - 31 Jan 2026, saya duduk bersama para duta besar dan Wakil Menteri P3A @veronicatan_official, @monicatanuhandaru @bamboo_foundation menikmati kuliner Desa Adat Moro, NTT. Bukan sekadar makan.  Saya sedang menyaksikan bagaimana kearifan lokal naik kelas tanpa kehilangan jati diri. Resep leluhur disajikan dengan sentuhan modern. Rasa kampung, dikemas berkelas. Sederhana, tapi bermartabat. Di sudut lain, Javara menjajakan kenari, bubuk bunga telang, gula semut - dikemas cantik, dikurasi kualitasnya, dihargai pantas. Bukan dikasihani. Tapi dihormati. Di situlah saya terdiam. Ternyata, membangun daerah tidak selalu dimulai dari beton dan gedung tinggi. Kadang, ia lahir dari dapur kecil, tangan-tangan mama mama, dan resep yang diwariskan dengan cinta. Dari sana, lahir mimpi besar. Saya membayangkan mama-mama Maluku: dengan pala, cengkeh, kenari, daun katuk, bunga telang -  bukan hanya menjual bahan mentah, tetapi menghadirkan nilai, cerita, dan kebanggaan. Bayangkan pala kita menjadi minuman premium. Kenari kita jadi camilan sehat ekspor. Bunga telang kita jadi signature tea Nusantara. Masakan lokal kita hadir di hotel, bandara, dan forum dunia. Inilah yang ingin saya bangun: kolaborasi dengan @javaraindonesia, Kementrian P3A dan jejaring UMKM - agar produk Maluku tidak lagi di pinggir pasar, tetapi di pusat perhatian. Filosofinya sederhana: 👉 warga Malut jangan hanya jadi pemasok. Mereka harus jadi pemilik nilai. 👉 Budaya bukan pajangan. Ia adalah mesin ekonomi. 👉 Perempuan desa bukan objek bantuan. Mereka subjek peradaban.
“Dari Dapur Desa ke Meja Dunia” Sabtu kemarin - 31 Jan 2026, saya duduk bersama para duta besar dan Wakil Menteri P3A @veronicatan_official, @monicatanuhandaru @bamboo_foundation menikmati kuliner Desa Adat Moro, NTT. Bukan sekadar makan. Saya sedang menyaksikan bagaimana kearifan lokal naik kelas tanpa kehilangan jati diri. Resep leluhur disajikan dengan sentuhan modern. Rasa kampung, dikemas berkelas. Sederhana, tapi bermartabat. Di sudut lain, Javara menjajakan kenari, bubuk bunga telang, gula semut - dikemas cantik, dikurasi kualitasnya, dihargai pantas. Bukan dikasihani. Tapi dihormati. Di situlah saya terdiam. Ternyata, membangun daerah tidak selalu dimulai dari beton dan gedung tinggi. Kadang, ia lahir dari dapur kecil, tangan-tangan mama mama, dan resep yang diwariskan dengan cinta. Dari sana, lahir mimpi besar. Saya membayangkan mama-mama Maluku: dengan pala, cengkeh, kenari, daun katuk, bunga telang - bukan hanya menjual bahan mentah, tetapi menghadirkan nilai, cerita, dan kebanggaan. Bayangkan pala kita menjadi minuman premium. Kenari kita jadi camilan sehat ekspor. Bunga telang kita jadi signature tea Nusantara. Masakan lokal kita hadir di hotel, bandara, dan forum dunia. Inilah yang ingin saya bangun: kolaborasi dengan @javaraindonesia, Kementrian P3A dan jejaring UMKM - agar produk Maluku tidak lagi di pinggir pasar, tetapi di pusat perhatian. Filosofinya sederhana: 👉 warga Malut jangan hanya jadi pemasok. Mereka harus jadi pemilik nilai. 👉 Budaya bukan pajangan. Ia adalah mesin ekonomi. 👉 Perempuan desa bukan objek bantuan. Mereka subjek peradaban.

About