xyy.vicenso :
Padahal aku tidak pernah minta yang rumit. Aku tidak butuh yang berlebihan, tidak butuh yang sempurna…aku cuma butuh didengar. Aku cuma “gila” komunikasi, karena bagiku diam tanpa penjelasan itu menyakitkan. Aku cuma butuh perhatian, bukan yang besar, bukan yang mahal cuma hal-hal kecil yang menunjukkan kalau aku ada, kalau aku dianggap penting. Aku cuma ingin punya tempat untuk cerita, tempat dimana aku tidak merasa berlebihan saat bicara, tempat dimana aku tidak harus menahan semuanya sendiri. Tapi lucunya, hal sesederhana itu justru terasa paling sulit didapat. Seolah-olah meminta kabar itu jadi beban, seolah-olah ingin didengar itu jadi tuntutan, seolah-olah berharap dihargai itu terlalu banyak. Padahal aku tidak ribet…aku hanya lelah merasa sendirian, bahkan saat ada seseorang disampingku. Yang paling menyakitkan itu bukan karena aku tidak dipahami, tapi karena aku sudah berusaha menjelaskan dengan caraku…dan tetap saja dianggap berlebihan. Aku tidak butuh yang datang saat aku sudah diam. Aku butuh yang peka sebelum aku memilih untuk berhenti bicara. Karena kalau aku sudah berhenti cerita…itu bukan berarti aku tidak punya apa-apa lagi untuk disampaikan, tapi karena aku sudah tidak punya lagi tempat yang mau benar-benar mendengarkan.
2026-04-22 14:48:07