@takealookgirl: Cansaço todo dia não é normal… 👀 O Lavitan A-Z Mulher ajuda a repor vitaminas essenciais, dando mais energia, imunidade e cuidado completo pra saúde da mulher. Com ferro + ácido fólico, é aquele cuidado diário que faz diferença na rotina ✨ 💊 Prático: 1 comprimido por dia 💊 Sem calorias 💊 Mais disposição no dia a dia 🛒 Clica no carrinho e confere mais detalhes. #vitamina #lavitan #cimed #saude #qualidadedevida

Achadinhos Take a look girl
Achadinhos Take a look girl
Open In TikTok:
Region: BR
Sunday 19 April 2026 14:05:15 GMT
439
3
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @takealookgirl, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dengan linggis kecil yang telah dimodifikasi, Bagong menggemburkan tumpukan tanah dan pasir yang berada di celah-celah bebatuan. Material tersebut kemudian dikeruk menggunakan kedua tangannya untuk dimasukkan ke tempat pendulangan yang terbuat dari kayu. Setelah tempat pendulangan penuh, Bagong membawanya mendekati kubangan air yang masih tersisa di aliran Kali Oya. Material berupa tanah, pasir, dan kerikil kemudian disaring dengan cara memutar-mutar wadah di dalam air. Proses tersebut dilakukan hingga sebagian besar material kasar terbawa air. Dalam waktu tidak lama, isi tempat pendulangan yang semula dipenuhi campuran pasir dan kerikil mulai menyisakan pasir-pasir halus. Bagong kemudian mengamati hasil pendulangan dengan meneteskan air melalui tangannya. Di antara pasir tersebut terlihat sejumlah butiran berwarna keemasan yang berkilau ketika terkena siraman air dan cahaya matahari. Butiran yang ditemukan kemudian diambil satu per satu menggunakan kuku jarinya dan disimpan dalam wadah yang telah disiapkan. “Sudah dapat sebelas butiran emas kecil-kecil. Saya belum menimbangnya, tapi dilihat dari ukuran, beratnya tidak lebih dari 1 miligram,” katanya saat ditemui di sela-sela pendulangan di Kali Oya, Selasa siang. Pemburu emas lainnya di Kalurahan Rejosari, Sutik, mengatakan aktivitas mencari emas di Kali Oya hanya dijadikan pekerjaan sampingan. Sebagian besar pencari emas merupakan petani yang tidak dapat menjalankan aktivitas pertanian secara normal ketika musim kemarau. Menurut dia, keterbatasan air membuat lahan pertanian tidak dapat digarap secara optimal. Waktu yang biasanya digunakan untuk bertani kemudian dialihkan untuk mencari emas di sungai. “Daripada nganggur, maka digunakan mencari emas di sungai,” katanya. Sutik mengatakan hasil pencarian emas tidak selalu memberikan keuntungan. Para pencari harus mengandalkan keberuntungan karena material yang didulang belum tentu mengandung butiran emas. Video: David Kurniawan Naskah: David Kurniawan
Dengan linggis kecil yang telah dimodifikasi, Bagong menggemburkan tumpukan tanah dan pasir yang berada di celah-celah bebatuan. Material tersebut kemudian dikeruk menggunakan kedua tangannya untuk dimasukkan ke tempat pendulangan yang terbuat dari kayu. Setelah tempat pendulangan penuh, Bagong membawanya mendekati kubangan air yang masih tersisa di aliran Kali Oya. Material berupa tanah, pasir, dan kerikil kemudian disaring dengan cara memutar-mutar wadah di dalam air. Proses tersebut dilakukan hingga sebagian besar material kasar terbawa air. Dalam waktu tidak lama, isi tempat pendulangan yang semula dipenuhi campuran pasir dan kerikil mulai menyisakan pasir-pasir halus. Bagong kemudian mengamati hasil pendulangan dengan meneteskan air melalui tangannya. Di antara pasir tersebut terlihat sejumlah butiran berwarna keemasan yang berkilau ketika terkena siraman air dan cahaya matahari. Butiran yang ditemukan kemudian diambil satu per satu menggunakan kuku jarinya dan disimpan dalam wadah yang telah disiapkan. “Sudah dapat sebelas butiran emas kecil-kecil. Saya belum menimbangnya, tapi dilihat dari ukuran, beratnya tidak lebih dari 1 miligram,” katanya saat ditemui di sela-sela pendulangan di Kali Oya, Selasa siang. Pemburu emas lainnya di Kalurahan Rejosari, Sutik, mengatakan aktivitas mencari emas di Kali Oya hanya dijadikan pekerjaan sampingan. Sebagian besar pencari emas merupakan petani yang tidak dapat menjalankan aktivitas pertanian secara normal ketika musim kemarau. Menurut dia, keterbatasan air membuat lahan pertanian tidak dapat digarap secara optimal. Waktu yang biasanya digunakan untuk bertani kemudian dialihkan untuk mencari emas di sungai. “Daripada nganggur, maka digunakan mencari emas di sungai,” katanya. Sutik mengatakan hasil pencarian emas tidak selalu memberikan keuntungan. Para pencari harus mengandalkan keberuntungan karena material yang didulang belum tentu mengandung butiran emas. Video: David Kurniawan Naskah: David Kurniawan

About