@genzparentingid: Ejekan pada anak yatim/piatu masih bisa terjadi di lingkungan sekolah bukan karena satu faktor tunggal, tapi gabungan dari kurangnya empati, pola pergaulan, dan minimnya edukasi emosional. Bagi sebagian anak, itu dianggap “cuma kata” atau bahan bercanda. Apalagi kalau mereka pernah melihat ejekan dianggap lucu atau dibiarkan, mereka akan menganggap itu hal yang “normal”. Kalau ejekan kecil tidak segera diluruskan: - anak menganggap itu boleh - perilaku bisa berulang dan membesar Kadang anak-anak belum paham, bahwa kata yang mereka ucapkan bisa jadi luka yang panjang. Mengajarkan empati soal kehilangan orang tua pada anak perlu dilakukan. Tujuannya bukan membuat anak merasa bersalah berlebihan, tapi supaya mereka paham: kata-kata bisa melukai hati orang lain. Gimana cara Bunda dan Ayah mengajarkan anak dirumah agak tidak melakukan candaan seperti di video? Yuk sharing 👇🏻 #StopBullying #Parenting #GenZ #GenZParenting