eek :
Kadang yang paling menyakitkan bukan kehilangan, tapi terbiasa dengan seseorang yang akhirnya memilih pergi. Kita pernah saling menggenggam seolah dunia tidak akan berubah, saling percaya bahwa semua janji akan bertahan sampai waktu berhenti berjalan. Tapi nyatanya, manusia bisa berubah secepat musim berganti. Yang dulu selalu ada, sekarang bahkan kabarnya pun terasa asing.
Aku pernah berpikir bahwa cinta yang tulus akan selalu cukup untuk membuat seseorang bertahan. Ternyata tidak. Karena pada akhirnya, sekeras apa pun kita menjaga, kalau bukan kita yang dipilih, tetap saja kita yang ditinggalkan. Dan lucunya, setelah semua luka yang dibuat, aku masih saja berharap kamu kembali. Masih saja diam-diam mencari namamu di setiap notifikasi. Masih saja pura-pura kuat padahal setiap malam hati ini hancur perlahan.
Ada capek yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Capek menunggu pesan yang tidak datang. Capek berpura-pura baik-baik saja di depan semua orang. Capek menahan rindu kepada seseorang yang bahkan mungkin sudah bahagia tanpa kita. Rasanya seperti tenggelam di lautan kenangan sendiri, ingin melupakan tapi hati terus mengingat.
Kadang aku iri dengan orang-orang yang bisa dengan mudah melupakan. Sedangkan aku, jangankan melupakan, mendengar namamu saja masih membuat dada sesak. Semua tentangmu masih tinggal di kepala: cara kamu tertawa, cara kamu memanggil namaku, bahkan hal-hal kecil yang dulu sering aku abaikan kini justru jadi alasan kenapa aku sulit pergi.
Aku sadar, tidak semua yang kita perjuangkan akan menjadi milik kita. Ada orang yang datang hanya untuk memberi bahagia sementara lalu pergi meninggalkan luka yang lama sembuhnya. Dan mungkin kamu memang salah satu pelajaran terbesar dalam hidupku: bahwa mencintai dengan sepenuh hati tidak selalu berakhir dengan memiliki.
Sekarang aku hanya bisa belajar menerima. Belajar bahwa kehilangan adalah bagian dari kehidupan. Belajar bahwa tidak semua cerita harus berakhir bahagia. Meski jujur, sampai hari ini masih ada bagian dari diriku yang belum rela. Masih ada hati yang diam-diam berharap semesta mempertemukan kita lagi, walaupun mungkin saat itu semuanya sudah terlambat.
2026-05-13 07:45:09