@taekwondo.kyiv: Highlights from the Juniors World Taekwondo Championship – Tashkent, Uzbekistan 🇺🇿119 Countries. What an incredible showcase of talent, discipline, and determination! The Juniors World Taekwondo Championship in Tashkent brought together the brightest young athletes from around the globe, all competing at the highest level. Coach Valerii Bruns 🇺🇦🤝🇩🇪 ASV Dachau #wt, #tkd, #sport, #taekwondo, #tkdcamp, , ,

Taekwondo Kyiv
Taekwondo Kyiv
Open In TikTok:
Region: DE
Monday 20 April 2026 13:54:16 GMT
54453
2578
15
227

Music

Download

Comments

ya0p_
iki sopo :
boom
2026-06-18 03:46:54
0
abies1555
abies :
sprdacina
2026-05-02 18:55:52
1
team.taekwondo.wor
Team Taekwondo World :
2026-06-02 18:48:31
0
hrigor9n
hrIgor9n :
КиївКвон 👊
2026-05-13 19:10:03
1
munkin_anda_kenal1
𝐤𝐢𝐟𝐳𝐳 :
🥰🥰🥰
2026-05-14 10:47:58
2
zoomzoom_11
I'm_No.11 :
🥰🥰
2026-04-25 15:48:00
1
ousmanesall414
Ousmane Sall 588 :
💙💙💙
2026-04-21 20:12:14
1
tons.yoff0
Tons yoff :
🥰🥰🥰
2026-04-22 14:20:48
1
user51538813022101
Milk le pro :
🥰🥰🥰
2026-04-20 15:48:54
1
bese091
Bese 🥋🥋 :
🥰🥰🥰
2026-05-13 14:02:45
0
hrigor9n
hrIgor9n :
💪
2026-05-13 19:10:15
0
user5659690833797
ير كه :
🥰🥰🥰
2026-05-30 01:33:29
0
taekwondo3149
TAEKWONDO 🥋 :
🥰🥰🥰
2026-06-28 19:25:40
0
bachir.sow04
Bachir sow :
🥰🥰🥰
2026-06-28 21:54:31
0
To see more videos from user @taekwondo.kyiv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suasana berbeda mewarnai hari pertama masuk sekolah di sejumlah sekolah di Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026). Tak hanya para ibu, puluhan ayah tampak mengantar putra-putri mereka memasuki gerbang sekolah, memberikan pelukan, doa, dan semangat sebelum anak-anak memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Momen tersebut menjadi bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Di berbagai sekolah, para ayah terlihat menggandeng tangan anak, mengusap kepala penuh kasih, hingga mengabadikan momen pertama sekolah bersama keluarga. Di MI Nurul Islam Kota Lumajang, Yusuf mengaku mengantar anak ke sekolah bukan karena mengikuti gerakan nasional semata. Baginya, aktivitas tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari karena sang istri lebih banyak mengurus pekerjaan rumah. “Mamanya repot di rumah, jadi memang setiap hari saya yang mengantar,” ujarnya. Menurut Yusuf, yang terpenting bukan siapa yang mengantar, melainkan memastikan anak merasakan kasih sayang dan perhatian dari keluarganya. “Kita kasih pengertian siapa saja yang antar sama saja,” katanya. Cerita serupa disampaikan Arif. Ia mengatakan dirinya bergantian dengan sang istri mengantar anak ke sekolah. Namun, pada hari pertama sekolah, ia memilih datang langsung agar dapat memberikan semangat sekaligus menciptakan kenangan bagi putranya. “Sama saja, kadang ibunya. Saya merasa tidak direpotkan, saya senang sekali. Jadi memberi kesan ke anak-anak, apalagi hari pertama,” tuturnya. Momen sederhana itu memperlihatkan bahwa kehadiran orang tua, terutama ayah, tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar. Pelukan sebelum berpisah, doa yang dibisikkan, hingga beberapa menit perjalanan menuju sekolah menjadi bentuk perhatian yang mampu memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan diri anak. Sumber: Pemkab Lumajang #majangmejeng #wongmajang
Suasana berbeda mewarnai hari pertama masuk sekolah di sejumlah sekolah di Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026). Tak hanya para ibu, puluhan ayah tampak mengantar putra-putri mereka memasuki gerbang sekolah, memberikan pelukan, doa, dan semangat sebelum anak-anak memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Momen tersebut menjadi bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Di berbagai sekolah, para ayah terlihat menggandeng tangan anak, mengusap kepala penuh kasih, hingga mengabadikan momen pertama sekolah bersama keluarga. Di MI Nurul Islam Kota Lumajang, Yusuf mengaku mengantar anak ke sekolah bukan karena mengikuti gerakan nasional semata. Baginya, aktivitas tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari karena sang istri lebih banyak mengurus pekerjaan rumah. “Mamanya repot di rumah, jadi memang setiap hari saya yang mengantar,” ujarnya. Menurut Yusuf, yang terpenting bukan siapa yang mengantar, melainkan memastikan anak merasakan kasih sayang dan perhatian dari keluarganya. “Kita kasih pengertian siapa saja yang antar sama saja,” katanya. Cerita serupa disampaikan Arif. Ia mengatakan dirinya bergantian dengan sang istri mengantar anak ke sekolah. Namun, pada hari pertama sekolah, ia memilih datang langsung agar dapat memberikan semangat sekaligus menciptakan kenangan bagi putranya. “Sama saja, kadang ibunya. Saya merasa tidak direpotkan, saya senang sekali. Jadi memberi kesan ke anak-anak, apalagi hari pertama,” tuturnya. Momen sederhana itu memperlihatkan bahwa kehadiran orang tua, terutama ayah, tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar. Pelukan sebelum berpisah, doa yang dibisikkan, hingga beberapa menit perjalanan menuju sekolah menjadi bentuk perhatian yang mampu memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan diri anak. Sumber: Pemkab Lumajang #majangmejeng #wongmajang

About