@toastiiart: regulus was a kind hearted feminist smh #rezero #anime #manga #charliekirk #fyp

🏳️‍⚧️Toastii_
🏳️‍⚧️Toastii_
Open In TikTok:
Region: US
Monday 20 April 2026 16:31:16 GMT
5561
708
19
128

Music

Download

Comments

clifur
clifur :
Dont use Ai clips in the back regulus would never lay a finger on anyone he is such a sweetheart but the evil subaru made people think he was a monster
2026-04-24 20:37:59
7
beertjez
Reg :
Regulus Kirkneas
2026-04-20 16:42:33
22
carlitojaker
Jo (coalition) :
regulus so kind
2026-04-20 18:10:25
7
irakioverlight
farhan :
Do I cry or 😖😭😭
2026-04-22 00:27:50
5
bentaroyamada
ɪᴄᴏɴ Ben :
Bro he was only 100teen 😭😭😭
2026-04-20 16:44:19
28
bellgus
bellgus🇱🇧 :
Toasti what's this 😭😭😭😭
2026-04-21 10:41:35
1
bernardofontanel
bernardofontanel :
trufff....
2026-04-25 15:43:04
1
crexxs1
Samuel :
The half devil, witch's lover and the sword DEVIL took this great man from us and have the audacity to laugh about it!!! They are heinous monsters that disrespected the rights of the most satisfied man in Od Laguna!!!
2026-05-05 20:59:12
1
usernamevv991
﹒⌗﹒rekt ⸝⸝ :
im so glad to have you mooted
2026-05-06 19:49:05
1
dz_sam2
sam :
such a kind and generous man
2026-04-20 20:23:55
2
skidibiplug9000
Splug :
Holy gem
2026-04-20 21:26:00
2
_snas_
Snas :
Dont disrespect him EVER again
2026-04-20 16:45:03
2
nasuthemidamvguy
nasu :
amazing propaganda as always toastii🥹🥹
2026-04-20 17:13:27
2
roryspaceman
roryspaceman :
He da goat
2026-04-20 20:12:14
1
_destineddestiny
Destiny :
NO idea what this rezero meme is but I know my friend is gonna probably die laughing 😭😭😭
2026-04-26 05:37:19
1
sponge.crab7
Sponge Crab :
They burning with cult robes in the streets😭
2026-04-22 21:17:42
1
To see more videos from user @toastiiart, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Awalnya cuma dikasih satu obat. Metformin. Katanya ini paling aman buat nurunin gula darah. Tapi lama-lama perut mulas, mual, badan lemes, dan kram. Dokter kasih tambahan: Omeprazole buat lambung, vitamin B12 buat cegah kekurangan. Tapi gula masih tinggi… Lalu datanglah obat kedua: Glibenclamide. Obat untuk paksa pankreas kerja keras produksi insulin. Hasilnya? Gula turun, iya. Tapi muncul efek baru: hipoglikemia. Gemetar, lapar terus, berat badan naik. Kata dokter, ayo atur diet. Tapi metabolisme udah makin rusak. Berat badan naik → tekanan darah ikut naik, kolesterol melonjak. Masuklah tiga obat baru: Amlodipine untuk turunkan tekanan darah, Simvastatin untuk kolesterol, dan Ezetimibe, biar kolesterol dari makanan nggak diserap terlalu banyak. Tapi statin bikin nyeri otot, dan lambat laun merusak liver. Amlodipine bikin kaki bengkak. Solusi dokter? Tambah obat lagi: Furosemide, diuretik buat buang cairan. Tapi furosemide bawa efek samping baru: kalium keluar terlalu banyak. Pasien mulai alami gangguan irama jantung. Solusinya? Tambah lagi: Kalium klorida buat ganti elektrolit, dan Bisoprolol buat bantu stabilkan jantung. Sementara itu ginjal mulai kasih sinyal protes. Dokter tambah lagi: Losartan—pelindung ginjal. Dan untuk cegah komplikasi ginjal lebih parah, ditambahkan Calcium Acetate. Tapi gula darah masih tidak stabil. Pankreas sudah kelelahan. Akhirnya, dokter angkat tangan dan bilang: “Sekarang waktunya mulai insulin.” Insulin Glargine, tiap hari disuntik. Efeknya? Gula darah lebih stabil… tapi berat badan melonjak tajam. Dokter kasih lagi: Orlistat, obat penurun berat badan. Efek samping Orlistat? Diare hebat. Solusinya? Tambah Loperamide, obat antidiare. Dan ketika ginjal benar-benar menyerah, Dialisis pun dimulai. Tubuh makin lemah. Darah makin kental. Epoetin Alfa diberikan buat atasi anemia. Ditambah Clopidogrel, obat pengencer darah buat cegah stroke. Sampai akhirnya… pasien mulai depresi. Terlalu banyak komplikasi. Terlalu lelah dengan obat yang makin banyak, tapi badan makin rusak. Dokter pun kasih: Sertraline, antidepresan. ⸻ Total: 19 obat. Setiap hari. Metformin. Glibenclamide. Sitagliptin. Insulin Glargine. Simvastatin. Ezetimibe. Amlodipine. Losartan. Bisoprolol. Furosemide. Kalium klorida. Omeprazole. Paracetamol. Orlistat. Loperamide. Epoetin Alfa. Calcium Acetate. Sertraline. Clopidogrel. Dan tetap… Diabetesnya tidak sembuh. Gula darah masih naik turun. Ginjal rusak. Liver bengkak. Jantung lemah. Otak bingung. Imun turun. Kualitas hidup nol. Satu obat menyelamatkan satu organ, tapi merusak organ lainnya. Yang satu nurunin kolesterol, tapi rusak liver. Yang satu bantu jantung, tapi bikin gagal ginjal. Yang satu nurunin gula, tapi bikin obesitas. Yang satu buat pencernaan, tapi ganggu penyerapan nutrisi. Sampai tubuh nggak tahu lagi harus menyembuhkan yang mana. Dan akhirnya dokter bilang: “Obatnya sudah maksimal, sekarang kita cuma bisa jaga kualitas hidupnya. Jadi pertanyaannya sekarang: Kamu mau berhenti di tahap mana? Sebelum terlambat, sadarilah: Obat itu kontrol, bukan pemulihan. Kalau hanya bergantung pada obat tanpa ubah gaya hidup, Kamu sedang berjalan pelan-pelan menuju rusaknya tubuhmu sendiri. Masih ada waktu. Masih bisa dibalik. Kalau kamu siap ubah pola makan, atur metabolisme, dan bantu tubuhmu pulih dari dalam… Kamu nggak harus ikut antre di ruang dialisis.#diabetest#diabetestipo2t#diabetestype2h#guladarahtinggih#guladaraha#kencingmanisb#diabetesbasahk#diabeteskeringc#diabeteschecks#diabetessugark#metabolikcsyndrom
Awalnya cuma dikasih satu obat. Metformin. Katanya ini paling aman buat nurunin gula darah. Tapi lama-lama perut mulas, mual, badan lemes, dan kram. Dokter kasih tambahan: Omeprazole buat lambung, vitamin B12 buat cegah kekurangan. Tapi gula masih tinggi… Lalu datanglah obat kedua: Glibenclamide. Obat untuk paksa pankreas kerja keras produksi insulin. Hasilnya? Gula turun, iya. Tapi muncul efek baru: hipoglikemia. Gemetar, lapar terus, berat badan naik. Kata dokter, ayo atur diet. Tapi metabolisme udah makin rusak. Berat badan naik → tekanan darah ikut naik, kolesterol melonjak. Masuklah tiga obat baru: Amlodipine untuk turunkan tekanan darah, Simvastatin untuk kolesterol, dan Ezetimibe, biar kolesterol dari makanan nggak diserap terlalu banyak. Tapi statin bikin nyeri otot, dan lambat laun merusak liver. Amlodipine bikin kaki bengkak. Solusi dokter? Tambah obat lagi: Furosemide, diuretik buat buang cairan. Tapi furosemide bawa efek samping baru: kalium keluar terlalu banyak. Pasien mulai alami gangguan irama jantung. Solusinya? Tambah lagi: Kalium klorida buat ganti elektrolit, dan Bisoprolol buat bantu stabilkan jantung. Sementara itu ginjal mulai kasih sinyal protes. Dokter tambah lagi: Losartan—pelindung ginjal. Dan untuk cegah komplikasi ginjal lebih parah, ditambahkan Calcium Acetate. Tapi gula darah masih tidak stabil. Pankreas sudah kelelahan. Akhirnya, dokter angkat tangan dan bilang: “Sekarang waktunya mulai insulin.” Insulin Glargine, tiap hari disuntik. Efeknya? Gula darah lebih stabil… tapi berat badan melonjak tajam. Dokter kasih lagi: Orlistat, obat penurun berat badan. Efek samping Orlistat? Diare hebat. Solusinya? Tambah Loperamide, obat antidiare. Dan ketika ginjal benar-benar menyerah, Dialisis pun dimulai. Tubuh makin lemah. Darah makin kental. Epoetin Alfa diberikan buat atasi anemia. Ditambah Clopidogrel, obat pengencer darah buat cegah stroke. Sampai akhirnya… pasien mulai depresi. Terlalu banyak komplikasi. Terlalu lelah dengan obat yang makin banyak, tapi badan makin rusak. Dokter pun kasih: Sertraline, antidepresan. ⸻ Total: 19 obat. Setiap hari. Metformin. Glibenclamide. Sitagliptin. Insulin Glargine. Simvastatin. Ezetimibe. Amlodipine. Losartan. Bisoprolol. Furosemide. Kalium klorida. Omeprazole. Paracetamol. Orlistat. Loperamide. Epoetin Alfa. Calcium Acetate. Sertraline. Clopidogrel. Dan tetap… Diabetesnya tidak sembuh. Gula darah masih naik turun. Ginjal rusak. Liver bengkak. Jantung lemah. Otak bingung. Imun turun. Kualitas hidup nol. Satu obat menyelamatkan satu organ, tapi merusak organ lainnya. Yang satu nurunin kolesterol, tapi rusak liver. Yang satu bantu jantung, tapi bikin gagal ginjal. Yang satu nurunin gula, tapi bikin obesitas. Yang satu buat pencernaan, tapi ganggu penyerapan nutrisi. Sampai tubuh nggak tahu lagi harus menyembuhkan yang mana. Dan akhirnya dokter bilang: “Obatnya sudah maksimal, sekarang kita cuma bisa jaga kualitas hidupnya. Jadi pertanyaannya sekarang: Kamu mau berhenti di tahap mana? Sebelum terlambat, sadarilah: Obat itu kontrol, bukan pemulihan. Kalau hanya bergantung pada obat tanpa ubah gaya hidup, Kamu sedang berjalan pelan-pelan menuju rusaknya tubuhmu sendiri. Masih ada waktu. Masih bisa dibalik. Kalau kamu siap ubah pola makan, atur metabolisme, dan bantu tubuhmu pulih dari dalam… Kamu nggak harus ikut antre di ruang dialisis.#diabetest#diabetestipo2t#diabetestype2h#guladarahtinggih#guladaraha#kencingmanisb#diabetesbasahk#diabeteskeringc#diabeteschecks#diabetessugark#metabolikcsyndrom

About