@hanzakhan171:

▄︻デH̷A̷M̷Z̷A̷�̷�̷K̷H̷A̷N̷══━一
▄︻デH̷A̷M̷Z̷A̷�̷�̷K̷H̷A̷N̷══━一
Open In TikTok:
Region: PK
Monday 20 April 2026 21:11:22 GMT
412
116
36
2

Music

Download

Comments

zakriyajan15
🫅Dangar🇻🇳💸 🦅 Boyجان🚩 :
2026-04-21 04:44:33
0
m.k.king823
M K king 👑👑👑 :
💕💕💕
2026-06-27 02:31:04
0
itx_usman_khan_ak47
itx_usman_khan_ak47 :
🥰🥰🥰
2026-06-02 01:42:26
0
zakriyajan35
👑🇵🇰Dangar👑 ✌️⚔️Boy🇦🇫👑✌️ :
💔💔💔
2026-05-16 12:14:38
0
shahzain22863
👻ShAzEyمھمند👻 :
❤️❤️❤️
2026-05-07 14:48:31
0
hayatkhan667788
313👈🏻🦅☝️💪 :
❤️❤️❤️
2026-05-01 13:34:16
0
user867178439
Mustafa Noor🇵🇰🇵🇰🇲🇾🇲🇾 :
😊😊😊😊
2026-04-27 11:15:49
0
oklala595
Roohullah Durani :
🥰🥰🥰
2026-04-27 06:10:21
0
hassanzab1122
👑Hassan 😡302 :
🥰🥰🥰
2026-04-25 01:45:46
0
itxphatan8
itx phatan8 :
❤️❤️❤️
2026-04-22 20:50:20
0
smad.khan.1122
samad khan 1122 :
🥰🥰🥰
2026-04-22 08:01:42
0
asifkhan.asifkhan292
Asifkhan Asifkhan :
👍👍👍
2026-04-22 07:24:23
0
saeepjan
abidkhan1122 :
❤️❤️❤️
2026-04-21 17:16:23
0
naseernaseer2885
Naseer Naseer2885 :
😳😳😳
2026-04-21 16:06:30
0
umaiarkan921
UMAIAR 💔 AHMAD 12 :
❤️❤️❤️
2026-04-21 15:57:01
0
jalal.king955
👑👑☠️ پہتون 👑☠️👑 YAR ☠️👑☠️ :
🥰🥰🥰
2026-04-21 07:51:19
0
rahamzebkha2393826268336
Rahamzebkha2393826268336 :
♥️♥️♥️
2026-04-21 07:04:51
0
akhyar.khan52
➳♥ ITX WAFADAR 🥰♥︎‿♥︎ :
🥰🥰🥰
2026-04-21 06:50:34
0
umar.zaman441
Umar zaman :
😁😁😁
2026-04-21 06:23:47
0
yasir.80434
Yasir 804 :
🌹🌹🌹
2026-04-21 05:17:48
0
zakriyajan15
🫅Dangar🇻🇳💸 🦅 Boyجان🚩 :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-04-21 04:44:27
0
zakriyajan15
🫅Dangar🇻🇳💸 🦅 Boyجان🚩 :
💔💔💔💔💔
2026-04-21 04:44:21
0
user698227958
𝐈𝐌𝐑𝐀𝐍 𝐊𝐇𝐀𝐍 45 :
🥰🥰🥰
2026-04-21 04:34:14
0
awaismalang300
AWAIS MALANG :
❤️❤️❤️
2026-04-21 04:11:21
0
mohmand895
🦅ABBAS malik,🦅 :
💓💓💓
2026-04-20 21:17:18
0
To see more videos from user @hanzakhan171, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent
Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent

About