Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@thep_189: ชุดดอกสว่าน99ดอก#เครื่องมือช่างและอุปกรณ์งานช่าง #เครื่องมือช่าง #ชุดดอกสว่าน99ดอก #ชุดดอกสว่าน
ช่างเทพ เครื่องมือช่าง
Open In TikTok:
Region: TH
Thursday 23 April 2026 03:00:13 GMT
1141
3
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
8.83MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.38MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @thep_189, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
من مايحب حايل ويشتاق لها 🤍✨
Rowey Sepatu Flat Shoes Wanita Sepatu Balet Cantik Mewah Feby #flatshoes #sepatuwanita #sepatukekinian
Give your body and mind some rest. You deserve it. @headspace
ก้อนเดียวรับจบ #สไลม์ดูดฝุ่น #เจลดูดฝุ่น #เจลดูดฝุ่นในรถ #amber #amberdd
Pagi itu, Madinah terasa begitu sunyi. Angin berembus pelan melewati rumah-rumah sederhana. Di salah satu sudut kota, Rasulullah sedang duduk bersama para Sahabat. Suasana majelis begitu tenang, hingga tiba-tiba terdengar suara tangisan dari luar. Tangisan seorang pemuda. Bukan tangisan yang dibuat-buat. Ia menangis seperti seseorang yang sudah tidak tahu harus ke mana mencari pertolongan. Umar bin Khattab yang mendengar tangisan itu datang menemui Rasulullah dengan mata yang telah dipenuhi air mata. Rasulullah memandang Umar. "Wahai Umar, apa yang membuatmu menangis?" Umar menjawab dengan suara bergetar, "Wahai Rasulullah ﷺ… hatiku tersentuh oleh ratapan seorang pemuda di depan pintu." Rasulullah ﷺ kemudian meminta agar pemuda itu dibawa masuk. Tak lama kemudian, seorang pemuda datang dengan wajah pucat dan mata sembap. Ia berdiri di hadapan manusia paling penyayang yang pernah ada. Rasulullah ﷺ bertanya dengan lembut, "Wahai pemuda, mengapa engkau menangis?" Pemuda itu menundukkan kepalanya. "Wahai Rasulullah… aku menangis karena dosa-dosaku terlalu banyak. Aku takut Allah murka kepadaku." Rasulullah ﷺ bertanya tentang dosa-dosa besar. Pemuda itu menjawab bahwa ia tidak menyekutukan Allah dan tidak membunuh seseorang tanpa hak. Rasulullah pun menenangkannya. "Allah akan mengampuni dosa-dosamu…" Namun pemuda itu justru semakin menangis. "Wahai Rasulullah… dosaku lebih besar dari langit dan bumi." Para Sahabat terdiam. Rasulullah ﷺ kembali bertanya, "Apakah dosamu lebih besar daripada ‘Arsy Allah?" Pemuda itu menjawab, "Lebih besar." "Apakah lebih besar daripada kekuasaan Allah?" "Lebih besar…" Lalu Rasulullah bertanya, "Apakah dosamu lebih besar, atau Allah?" Pemuda itu segera menjawab, "Allah lebih besar dan lebih Agung…" Ia terdiam. Kemudian air matanya kembali jatuh. "Aku hanya malu mengatakannya kepadamu, wahai Rasulullah…" Setelah didesak untuk menceritakan dosanya, akhirnya pemuda itu mengaku. Ia telah melakukan dosa yang begitu mengerikan. Ia pernah membongkar kuburan dan melakukan perbuatan keji terhadap jasad seorang perempuan yang telah meninggal. Para Sahabat terdiam. Seolah udara di dalam majelis tiba-tiba menjadi berat. Rasulullah ﷺ pun tampak sangat sedih dan marah mendengar pengakuan itu. Pemuda tersebut kemudian pergi. Ia berjalan tanpa tahu harus ke mana. Air matanya terus mengalir. Ia merasa pintu bumi telah tertutup untuknya. Hari-hari berikutnya ia mengasingkan diri di padang pasir. Tidak makan. Tidak minum. Hanya menangis dan memohon. Di bawah langit yang luas, seorang pendosa tersungkur sendirian. "Ya Allah… Aku telah datang kepada Rasul-Mu agar ia menolongku di sisi-Mu." "Tetapi aku telah pergi dari hadapannya dalam keadaan penuh dosa." "Ya Allah… sekarang aku datang kepada-Mu.” "Jika Engkau masih mengampuniku, maka ampunilah aku…" "Namun jika tidak, lebih baik kirimkan api neraka-Mu kepadaku di dunia ini, sebelum Engkau membakarku di akhirat nanti." Tidak ada siapa-siapa di sana. Hanya pasir. Langit. Dan seorang hamba yang merasa dirinya sudah terlalu jauh dari rahmat Tuhannya. Namun ia tidak tahu bahwa di langit, kisahnya sedang diperhatikan. Malaikat Jibril kemudian datang menemui Rasulullah membawa pesan dari Allah. Allah menegur Rasulullah karena berpaling dari hamba yang datang dengan membawa penyesalan. Allah telah menerima taubat pemuda itu. Dosanya telah diampuni. Rasulullah segera memerintahkan para Sahabat mencarinya. Mereka akhirnya menemukan pemuda itu. "Bergembiralah…" "Allah telah mengampuni dosamu." Pemuda itu kemudian kembali menemui Rasulullah. Saat itu Rasulullah sedang melaksanakan shalat. Ia pun berdiri di belakang beliau dan menjadi makmum. Malam itu, Rasulullah ﷺ membaca Surah At-Takatsur. Hingga sampai pada ayat: حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ "Sampai kamu masuk ke dalam kubur." Tiba-tiba terdengar jeritan. Tubuh pemuda itu jatuh. Shalat pun diselesaikan. Namun ketika para Sahabat menghampirinya, ia telah meninggal dunia. Sumber: Hikayat Cinta Baginda Nabi (Link ditautan reels/dibio no.1)
sube más asi porfavooor🤤🤤 #andreachapa #viral
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy