MDR-Official :
(RASA YANG TA' BERMAKNA)
Di beranda waktu yang kian merapuh, aku duduk memahat sepi.,Menyusun serpihan rindu yang kini tak lagi memiliki tepi.,Dahulu, detak ini adalah simfoni yang megah,,namun kini ia hanyalah denting usang yang lelah meratapi arah.,Segelas kenangan kuteguk hingga ke dasar yang paling kelam,,namun pahitnya tak mampu membunuh bayangmu yang karam.,Aku menuliskan namamu di atas air yang mengalir,,berharap ia sampai pada muara,,namun justru lenyap sebelum sempat berbutir.,Apalah arti debar yang membakar, jika kau anggap itu sekadar abu?,Apalah arti pengabdian, jika bagimu itu hanyalah debu?,Aku telah melukis pelangi di langit matamu yang mendung,,tapi kau lebih memilih gelap,,membiarkan cahayaku terpasung dan terkungkung.,Kini, biarlah rasa ini menjadi yatim dalam pelukan sunyi.,Menjadi rima yang tak berbunyi, menjadi doa yang tak lagi diamini.,Sebab pada akhirnya, aku sadar dengan sisa luka yang merana...,Bahwa mencintaimu sendirian, adalah sebuah rasa yang ta’ lagi bermakna..
2026-04-24 22:28:35