@anonim_mus14: Tan Malaka, yang memiliki nama lengkap Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka, adalah salah satu tokoh paling misterius sekaligus krusial dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia sering dijuluki sebagai "Bapak Republik Indonesia". Berikut adalah poin-poin utama untuk mengenal sosoknya: 1. Konseptor Pertama Republik Jauh sebelum Soekarno dan Hatta merumuskan konsep negara, Tan Malaka telah menulis buku berjudul Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada tahun 1925. Buku inilah yang menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh pergerakan nasional lainnya untuk memperjuangkan bentuk negara republik. 2. Tokoh Revolusioner Internasional Ia adalah sosok yang cerdas dan menguasai banyak bahasa. Tan Malaka aktif dalam gerakan kiri internasional dan sempat menjadi wakil Komintern (Komunis Internasional) untuk wilayah Asia Tenggara yang berbasis di Kanton, Tiongkok. Meskipun berhaluan marxis, ia sering berselisih paham dengan tokoh komunis lainnya karena ia bersikeras bahwa gerakan kemerdekaan di Asia harus bekerja sama dengan gerakan Islam (Pan-Islamisme). 3. "Madilog" (Materialisme, Dialektika, dan Logika) Karya monumentalnya adalah buku berjudul Madilog. Dalam buku ini, ia mengajak bangsa Indonesia untuk meninggalkan cara berpikir mistis dan beralih ke cara berpikir rasional, logis, dan ilmiah agar bisa sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia. 4. Hidup dalam Pelarian Sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan berpindah-pindah negara (Filipina, Tiongkok, Singapura, hingga Rusia) menggunakan nama samaran untuk menghindari kejaran intelijen kolonial. Karena sifatnya yang bergerak "di bawah tanah", ia sering disebut sebagai tokoh yang penuh teka-teki. 5. Akhir Hayat dan Gelar Pahlawan Perjalanannya berakhir tragis. Ia dieksekusi oleh tentara Indonesia di Kediri pada tahun 1949 karena perbedaan pandangan politik yang tajam dengan pemerintah pusat saat itu mengenai cara menghadapi Belanda (Tan Malaka menolak keras diplomasi dan hanya mau merdeka 100%). Meskipun namanya sempat "dihilangkan" dari buku pelajaran sejarah selama masa Orde Baru, Tan Malaka secara resmi telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno pada tahun 1963. "Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi. #fyp #quetes #elitis
her quotes
Region: ID
Friday 24 April 2026 13:45:42 GMT
Music
Download
Comments
:
pendidikan kita di rancang untuk menghafal materi bukan untuk mengajarkan anak memikirkan sebuah solusi.,
2026-06-02 11:41:04
7
:
berfikir itu penting dan nurut juga penting janganlah engkau pikirin ego yang gk jelas itu pikirin saja gimana cara nurut dan mikirin caranya sukses/jadi orang baik jika pikiran dan nurut di jadikan jadi satu aku jamin kalian akan berhasil, dan harus percaya diri jangan cepat putus asa semangat bro
2026-06-13 09:19:44
1
:
asli dah untung ortu gua dari kecil selalu didik biar mikir, kaya hal kecil buka makanan yg susah, pasti ortu gw diem dan nyuruh gua mikir pas masih kecil aja itu udh termasuk didikan terbaik sih
2026-05-12 01:28:47
5
:
req fatimura
2026-04-25 15:15:02
0
:
solusinya gimana?
2026-06-11 07:40:46
1
:
tetapi aku tidak muda diperbudak makanya nakal😹
2026-06-13 03:59:36
0
:
GW DIAJARKAN UNTUK NURUT SAMA ORANG TUA, BUKAN NURUT SAMA PEMERINTAH YA, BEDA KONSEP, ORANG TUA GW NGGAK PERNAH MENGAJARKAN GW BUAT NURUT SAMA ORANG LAIN APALAGI SAMA PEMERINTAH PEJABAT DAN ORANG KAYA
2026-04-30 06:17:53
2
:
kita boleh kok nurut tapi harus mikir kalau gk bahaya bisa jadi kita di suruh yang bahaya² jadi penting banget buat mikir menurutku ya😅
2026-04-30 06:11:33
0
To see more videos from user @anonim_mus14, please go to the Tikwm
homepage.