@vinz_lexa_lux: Cara kerjanya: Botol diisi sebagian dengan air (biasanya ±1/3 botol). Lalu dipompa udara ke dalam botol sampai tekanannya tinggi. Saat penahan dibuka, udara bertekanan di dalam botol mendorong air keluar lewat lubang bawah dengan sangat cepat. Karena hukum aksi–reaksi (Hukum Newton Ketiga), air yang keluar ke bawah bikin botol terdorong ke atas. Intinya: Udara = sumber tekanan Air = “bahan dorong” (propelan) Lubang bawah = tempat semburan Semakin besar tekanan → semakin kencang roketnya Kenapa harus pakai air? Karena air lebih berat dari udara, jadi saat didorong keluar, efek dorongannya lebih kuat dibanding cuma udara saja. Faktor yang mempengaruhi tinggi roket: Banyaknya air (jangan terlalu penuh) Kuatnya tekanan udara (pompa) Bentuk botol (aerodinamis lebih bagus) Sudut peluncuran (biasanya 45° paling optimal)