@smaoalamer: #شاهير_التيك_توك_العالم_اكسبلورررcapcu #الشعب_الصيني_ماله_حل😂✌️ #بغداد_بصرة_موصل_الكويت_الخليج_دبي_ #الشعب_العراقي_ماله_حل😂😂 #شعب_الصيني_ماله_حل😂

🇮🇶أناقه عسكري🇮🇶
🇮🇶أناقه عسكري🇮🇶
Open In TikTok:
Region: IQ
Sunday 26 April 2026 17:56:11 GMT
32197
569
110
582

Music

Download

Comments

smer7397
" RAFENA" :
ما أحد جبرك تجوز هههههههههههههههه هههههههههههههههه والله
2026-05-10 16:58:39
2
2001nea
NRHS :
2026-05-12 10:14:22
4
vc_ui1
آ̀́ل̀́ـنــــجفي⇣♔ :
اني 9 والله 😂😂😂
2026-06-03 09:33:21
1
user8352692153629
بہنہتہ سہمہآؤهہ :
2026-06-02 05:23:21
2
ki64fa
رحيل العمر :
ومتوازي خلي شهوتك تنفعك
2026-04-29 15:27:27
5
user4475429002636
حسين الخيگاني :
2026-05-31 04:23:19
1
user323518329341
.نورعيني حسين :
😂😂😂😂😂😂😂😂😂والله اليوم اشكد جنت حزينه وضايجه بس هذا الرجال اليوم ضحكني
2026-06-07 19:03:24
0
miejaad42
هواء في شبك :
2026-06-04 06:11:20
1
user4270426214815
فارس بلا جواد :
2026-06-06 08:14:39
1
_viv.3
𝖁𝕴𝖁𝕴𝕬𝕹 🦋. :
أخاف اعلق وانحظر 😂😂😂😂😂
2026-06-03 22:41:27
3
ahmeoitfh
Ahmeoitfh :
وين عنك العزيز
2026-06-04 06:25:57
2
user1742420842147
احمد منير :
2026-06-04 20:11:12
1
user74190738486855
نجاح حسن الحسناوي :
2026-06-04 06:20:57
1
user74190738486855
نجاح حسن الحسناوي :
2026-06-04 06:21:12
1
nadola_78
نضوله :
2026-04-27 02:43:27
2
uesr853r
🕋🙏دارالرحمةR🙏🕋 :
والله لايشبعكم من النسوان ياهل رجال
2026-05-17 11:31:26
2
faam3769
💕💕 :
ادري حجي الله يوفقك شاد دنكر شعندك
2026-05-10 13:03:02
1
To see more videos from user @smaoalamer, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Likuifaksi Palu 2018—Pada sore hari, Jum'at, 28 September 2018 terjadi gempa dahsyat bermagnitudo sekitar M7.5 dengan pusat relatif dangkal di barat laut Kota Palu; gempa ini terjadi pada pukul sekitar 18:00 waktu setempat dan dalam hitungan menit memicu gelombang tsunami yang menyapu bagian pesisir Palu dan Donggala. Perpaduan getaran kuat, kedangkalan pusat gempa, dan keterdekatan ke teluk membuat tsunami terbentuk sangat cepat untuk menyapu daratan—sehingga banyak orang tidak sempat untuk mengungsi. Proses likuifaksi yang menghancurkan kawasan permukiman seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge terjadi ketika tanah berbutir halus yang jenuh air kehilangan kekuatan akibat guncangan intens; tanah yang tadinya padat berubah berperilaku seperti cair sehingga rumah, jalan, tiang listrik, dan pohon seakan “terapung” lalu terbawa aliran lumpur ke arah yang serupa gelombang. Studi-studi lapangan menunjukkan faktor pemicu bukan hanya kekuatan gempa, tetapi juga kondisi tanah alluvial yang lunak, muka air tanah yang tinggi karena irigasi dan pola pengairan lahan, serta ketebalan sedimen lunak—kombinasi ini membuat area datar di pinggir sungai dan teluk sangat rentan terhadap aliran tanah jarak jauh. Dampak langsung di lapangan terbilang sangat masif, ribuan rumah dan fasilitas hancur atau terkubur oleh aliran lumpur; ratusan hingga ribuan orang tew45 di lokasi-lokasi yang tertimbun seperti Petobo dan Balaroa; puluhan ribu orang mengungsi; dan infrastruktur penting—jalan, jembatan, dan jaringan air—rusak parah sehingga penyaluran bantuan mengalami kesulitan.  Beberapa fakta mengejutkan yang muncul setelah kajian adalah: pertama, aliran tanah di beberapa lokasi bergerak sangat jauh — ratusan hingga lebih dari seribu meter—meskipun lerengnya sangat landai. Kedua, praktik irigasi dan pengelolaan air di dataran alluvial sebelum gempa ternyata menaikkan muka air tanah dan secara tidak sengaja meningkatkan kerentanan terhadap likuifaksi. Ketiga, banyak korban terjebak bukan hanya karena runtuhan bangunan tetapi karena rumah-rumah “terapung” dan terbenam dalam lumpur seperti gelombang, suatu pola kegagalan tanah yang tidak biasa dilihat dalam banyak bencana gempa sebelumnya. Video: Journalya #bencanaalam #gempa #likuifaksi #palu #palusulteng
Likuifaksi Palu 2018—Pada sore hari, Jum'at, 28 September 2018 terjadi gempa dahsyat bermagnitudo sekitar M7.5 dengan pusat relatif dangkal di barat laut Kota Palu; gempa ini terjadi pada pukul sekitar 18:00 waktu setempat dan dalam hitungan menit memicu gelombang tsunami yang menyapu bagian pesisir Palu dan Donggala. Perpaduan getaran kuat, kedangkalan pusat gempa, dan keterdekatan ke teluk membuat tsunami terbentuk sangat cepat untuk menyapu daratan—sehingga banyak orang tidak sempat untuk mengungsi. Proses likuifaksi yang menghancurkan kawasan permukiman seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge terjadi ketika tanah berbutir halus yang jenuh air kehilangan kekuatan akibat guncangan intens; tanah yang tadinya padat berubah berperilaku seperti cair sehingga rumah, jalan, tiang listrik, dan pohon seakan “terapung” lalu terbawa aliran lumpur ke arah yang serupa gelombang. Studi-studi lapangan menunjukkan faktor pemicu bukan hanya kekuatan gempa, tetapi juga kondisi tanah alluvial yang lunak, muka air tanah yang tinggi karena irigasi dan pola pengairan lahan, serta ketebalan sedimen lunak—kombinasi ini membuat area datar di pinggir sungai dan teluk sangat rentan terhadap aliran tanah jarak jauh. Dampak langsung di lapangan terbilang sangat masif, ribuan rumah dan fasilitas hancur atau terkubur oleh aliran lumpur; ratusan hingga ribuan orang tew45 di lokasi-lokasi yang tertimbun seperti Petobo dan Balaroa; puluhan ribu orang mengungsi; dan infrastruktur penting—jalan, jembatan, dan jaringan air—rusak parah sehingga penyaluran bantuan mengalami kesulitan. Beberapa fakta mengejutkan yang muncul setelah kajian adalah: pertama, aliran tanah di beberapa lokasi bergerak sangat jauh — ratusan hingga lebih dari seribu meter—meskipun lerengnya sangat landai. Kedua, praktik irigasi dan pengelolaan air di dataran alluvial sebelum gempa ternyata menaikkan muka air tanah dan secara tidak sengaja meningkatkan kerentanan terhadap likuifaksi. Ketiga, banyak korban terjebak bukan hanya karena runtuhan bangunan tetapi karena rumah-rumah “terapung” dan terbenam dalam lumpur seperti gelombang, suatu pola kegagalan tanah yang tidak biasa dilihat dalam banyak bencana gempa sebelumnya. Video: Journalya #bencanaalam #gempa #likuifaksi #palu #palusulteng

About