@isaque__jj:

ISAQUE
ISAQUE
Open In TikTok:
Region: BR
Sunday 26 April 2026 20:57:29 GMT
769
30
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @isaque__jj, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sosok Mbah Riyan, Ulama Produktif Penulis Lebih dari 100 Kitab yang Hidup Sederhana Di balik penampilannya yang sederhana sebagai kuli bangunan, tersimpan sosok ulama sekaligus penulis produktif. Dialah Supriyanto (39), warga Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, yang akrab disapa Mbah Riyan. Hingga 2025, ia telah menulis lebih dari 100 kitab di bidang keilmuan Islam. Supriyanto menempuh pendidikan dasar hingga SMA di Kudus sebelum memperoleh beasiswa kuliah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, cabang Universitas Jamiatul Imam Riyadh, Arab Saudi. Sejak 2005, ia mendalami Syariat Islam, khususnya bidang Ushul Fiqih. Kajian ilmiahnya meliputi Ahkam Sujud Sahwi, At-Tarku Indal Ushuliyyin, hingga Al-Istihsan. Dalam proses belajarnya, ia juga mendapat bimbingan dosen dari Universitas Al-Azhar Kairo. Perjalanan akademiknya membuahkan berbagai prestasi. Pada 2012, ia memperoleh hadiah ibadah haji setelah menjadi juara lomba hafalan kitab Arba’in Nawawi. Setelah lulus, Supriyanto mengajar sekaligus mengelola perpustakaan sebuah pondok pesantren di Sukabumi sejak 2013. Perpustakaan tersebut menyimpan sekitar 18 ribu jilid kitab. Rutinitas itu melahirkan produktivitas luar biasa. Dalam kurun lima tahun, ia berhasil menulis 67 kitab. Hingga 2025, jumlah karyanya telah melampaui 100 kitab. Beberapa di antaranya diterbitkan di Mesir, seperti Taufiq Jali dan Fathul Majid. Selain menulis kitab baru, Supriyanto juga menaruh perhatian besar pada pelestarian manuskrip ulama Nusantara, seperti karya Syekh Mahfudz Termas dan Ahmad Khatib Minangkabawi. Meski kiprahnya di dunia akademik cukup besar, Supriyanto memilih menjalani hidup sederhana. Sejak kembali ke Kudus pada 2018, ia lebih dikenal sebagai pekerja serabutan. Sesekali ia bekerja sebagai kuli bangunan, membantu panen, atau mengerjakan pekerjaan lain di desanya. Ia juga sengaja meninggalkan hiruk pikuk media sosial. Di rumah, ia menghabiskan waktu bersama istri dan empat anak laki-lakinya, serta menikmati hobi memancing. Baginya, dikenal luas bukanlah tujuan utama. sumber video ustadmyusufarbi #lingkarjateng #Kudus #Ulama #mbahriyan #fyppppppppppppppppppppppp #fypシ #fyp #abcxyz #tiktokviral #tiktokberita
Sosok Mbah Riyan, Ulama Produktif Penulis Lebih dari 100 Kitab yang Hidup Sederhana Di balik penampilannya yang sederhana sebagai kuli bangunan, tersimpan sosok ulama sekaligus penulis produktif. Dialah Supriyanto (39), warga Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, yang akrab disapa Mbah Riyan. Hingga 2025, ia telah menulis lebih dari 100 kitab di bidang keilmuan Islam. Supriyanto menempuh pendidikan dasar hingga SMA di Kudus sebelum memperoleh beasiswa kuliah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, cabang Universitas Jamiatul Imam Riyadh, Arab Saudi. Sejak 2005, ia mendalami Syariat Islam, khususnya bidang Ushul Fiqih. Kajian ilmiahnya meliputi Ahkam Sujud Sahwi, At-Tarku Indal Ushuliyyin, hingga Al-Istihsan. Dalam proses belajarnya, ia juga mendapat bimbingan dosen dari Universitas Al-Azhar Kairo. Perjalanan akademiknya membuahkan berbagai prestasi. Pada 2012, ia memperoleh hadiah ibadah haji setelah menjadi juara lomba hafalan kitab Arba’in Nawawi. Setelah lulus, Supriyanto mengajar sekaligus mengelola perpustakaan sebuah pondok pesantren di Sukabumi sejak 2013. Perpustakaan tersebut menyimpan sekitar 18 ribu jilid kitab. Rutinitas itu melahirkan produktivitas luar biasa. Dalam kurun lima tahun, ia berhasil menulis 67 kitab. Hingga 2025, jumlah karyanya telah melampaui 100 kitab. Beberapa di antaranya diterbitkan di Mesir, seperti Taufiq Jali dan Fathul Majid. Selain menulis kitab baru, Supriyanto juga menaruh perhatian besar pada pelestarian manuskrip ulama Nusantara, seperti karya Syekh Mahfudz Termas dan Ahmad Khatib Minangkabawi. Meski kiprahnya di dunia akademik cukup besar, Supriyanto memilih menjalani hidup sederhana. Sejak kembali ke Kudus pada 2018, ia lebih dikenal sebagai pekerja serabutan. Sesekali ia bekerja sebagai kuli bangunan, membantu panen, atau mengerjakan pekerjaan lain di desanya. Ia juga sengaja meninggalkan hiruk pikuk media sosial. Di rumah, ia menghabiskan waktu bersama istri dan empat anak laki-lakinya, serta menikmati hobi memancing. Baginya, dikenal luas bukanlah tujuan utama. sumber video ustadmyusufarbi #lingkarjateng #Kudus #Ulama #mbahriyan #fyppppppppppppppppppppppp #fypシ #fyp #abcxyz #tiktokviral #tiktokberita

About