@elnegritoguala: #LIVEIncentiveProgram #JustGoLIVE #PaidPartnership

🇻🇪🎶🎚️ElGuala🎶🔊🇺🇸
🇻🇪🎶🎚️ElGuala🎶🔊🇺🇸
Open In TikTok:
Region: US
Monday 27 April 2026 03:49:59 GMT
107024
5713
246
238

Music

Download

Comments

odinyluna0001
Joa 🇻🇪🫶🏻 :
Uffffff 😍
2026-04-28 02:34:47
3
laprincdelsur
la princ👑 :
Temazo 👑🪗🍺
2026-04-27 05:42:02
11
shalommonky
shalommonky :
doy clases para enseñar a bailar Vallenato..💃💃
2026-06-21 17:54:15
0
yessikabracho
𝓨𝓮𝓼𝓼𝓲𝓲♍︎ᥫ᭡ :
Un tema 🎶❤️
2026-06-17 23:55:37
1
tonys205
user3298752410473 :
hrmn cuando vuelvas hacer un vídeo de estos con esas canciones saque la de whisky
2026-04-28 15:17:27
7
inolvidable4503
inolvidable4503🇻🇪 :
suerte mi color 🥰
2026-06-23 05:08:16
2
yeismar.sanchez4
Yeismar Sanchez :
Es Valencia y ya jaja
2026-06-20 00:14:47
2
jennyarango66
yenisita :
Bailas muy bien ♥️
2026-04-29 12:21:51
1
user3844680385249
yuly :
bello
2026-05-24 22:06:19
1
jessica.m896
JGMC :
2026-05-12 00:30:38
1
chik.de.fuego
🌹🌹LADYS🌹🌹 :
temazo vale y con ese colorrr uzzzzz
2026-06-03 18:23:57
2
tereza.0976
la flaca🩷 mendoza :
2026-06-01 01:42:23
1
mireya.andrade39
Mireya Andrade :
Q temazo 🥰
2026-04-29 19:19:30
2
jasmindelcarmengarcia1
jasmin :
joda que vallenato para bueno y bailar sabroso 🍻🍻🍻🍻
2026-04-28 13:33:41
9
hendrynavarro856
Hendry Navarro :
felicidades manito que viva el sur de valencia
2026-05-18 18:45:28
3
user93780873987103
Katiuska :
como.se llama la canción
2026-04-29 02:48:51
2
mary1326_1
🇨🇴 Marisela/ :
aver un baile de salsita pa mirar si está mejor
2026-05-22 18:37:45
1
lilianacano34m
❤️morena💕 :
hermoso yo quiero bailar contigo
2026-04-28 11:55:31
2
josmary.sumoza
Josma Sumoza❤️💞 :
Temazo🥰🥰
2026-06-20 14:16:36
1
yhoanabrown
Yhoana Brown 🦋 :
Temazo 👌
2026-04-28 21:21:13
1
To see more videos from user @elnegritoguala, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hari-hari setelah pemakaman ayah Faye berlalu dalam selimut kesedihan yang pekat. Rumah keluarga Faye terasa begitu sepi, hanya diisi oleh desah napas berat dan isak tangis tertahan dari sang ibu yang masih syok. Faye benar-benar tidak mau lepas dari sisi Lena. Setiap kali Lena mencoba beranjak ke dapur atau ke teras, tangan Lena langsung mencengkeram pergelangan tangannya dengan panik, memohon untuk tidak ditinggalkan sendirian. Lena, dengan segala kebaikan hatinya, tentu saja tidak tega menolak. Ia menghabiskan seluruh waktunya di sisi Faye, memeluk, menenangkan, dan merawat sahabat masa kecilnya itu siang dan malam. Namun, di sudut ruangan lain, ada seseorang yang diam-diam menahan badai kehancuran yang jauh lebih menyiksa. Miu. Sesuai dengan sumpahnya di malam pemakaman, Miu mulai memasang benteng pertahanan yang dingin. Ia sengaja menjaga jarak setiap kali Lena mencoba mendekatinya. Miu selalu sibuk mengurus keperluan administrasi mendiang paman, menyiapkan makanan untuk ibu Faye, atau merapikan rumah, apa pun asal ia tidak harus berduaan dengan Lena. Suatu malam, saat rumah sudah mulai tenang dan Faye tertidur lelap di kamarnya karena kelelahan, Lena mendapati Miu sedang berdiri sendirian di dapur. Miu sedang mencuci gelas kaca di bawah keran air yang menyala kecil. Tanpa suara, Lena melangkah masuk ke dalam dapur. Ia langsung memeluk Miu dari belakang, menyandarkan kepalanya di punggung Miu yang menegang seketika.
Hari-hari setelah pemakaman ayah Faye berlalu dalam selimut kesedihan yang pekat. Rumah keluarga Faye terasa begitu sepi, hanya diisi oleh desah napas berat dan isak tangis tertahan dari sang ibu yang masih syok. Faye benar-benar tidak mau lepas dari sisi Lena. Setiap kali Lena mencoba beranjak ke dapur atau ke teras, tangan Lena langsung mencengkeram pergelangan tangannya dengan panik, memohon untuk tidak ditinggalkan sendirian. Lena, dengan segala kebaikan hatinya, tentu saja tidak tega menolak. Ia menghabiskan seluruh waktunya di sisi Faye, memeluk, menenangkan, dan merawat sahabat masa kecilnya itu siang dan malam. Namun, di sudut ruangan lain, ada seseorang yang diam-diam menahan badai kehancuran yang jauh lebih menyiksa. Miu. Sesuai dengan sumpahnya di malam pemakaman, Miu mulai memasang benteng pertahanan yang dingin. Ia sengaja menjaga jarak setiap kali Lena mencoba mendekatinya. Miu selalu sibuk mengurus keperluan administrasi mendiang paman, menyiapkan makanan untuk ibu Faye, atau merapikan rumah, apa pun asal ia tidak harus berduaan dengan Lena. Suatu malam, saat rumah sudah mulai tenang dan Faye tertidur lelap di kamarnya karena kelelahan, Lena mendapati Miu sedang berdiri sendirian di dapur. Miu sedang mencuci gelas kaca di bawah keran air yang menyala kecil. Tanpa suara, Lena melangkah masuk ke dalam dapur. Ia langsung memeluk Miu dari belakang, menyandarkan kepalanya di punggung Miu yang menegang seketika. "Miu..." bisik Lena lembut, memejamkan mata dan menikmati kehangatan yang sudah beberapa hari ini terasa begitu jauh darinya. "Kenapa kau terus menghindariku sejak kita kembali dari London" Miu menghentikan gerakan tangannya. Air dari keran terus mengalir, membasahi buih sabun di dalam bak cuci. "Aku tidak menghindarimu, Lena," jawab Miu datar, suaranya terdengar dingin dan asing di telinga Lena. "Suaramu dingin, sikapmu dingin, Miu," protes Lena, mempererat pelukannya di pinggang Miu. "Kau bahkan tidak mau menatap mataku seharian ini. Ada apa? Apakah aku berbuat salah?" Miu perlahan melepaskan tangan Lena yang melingkar di pinggangnya. Ia berbalik badan, menghadap langsung ke arah Lena dengan ekspresi wajah yang benar-benar datar, tanpa binar hangat yang biasa ia tunjukkan. "Kau tidak berbuat salah apa pun, Lena," kata Miu dengan nada suara yang terkontrol rapat. "Lalu kenapa? Kita baru saja berjanji di London, Miu. Kita sepakat untuk—" "London sudah berlalu, Lena," potong Miu cepat, suaranya menohok tajam. "Kita tidak sedang berada di London sekarang. Kita ada di Bangkok. Di rumah ini." Lena tertegun, matanya mengerjap tak percaya mendengar kalimat itu. "Apa maksudmu dengan 'London sudah berlalu'? Apakah janji kita tidak ada artinya bagimu?" "Bukan begitu," keluh Miu, mencoba menjaga ketegangannya agar tidak runtuh di hadapan mata cokelat Lena yang mulai berkaca-kaca. "Tapi keadaan sudah berubah, Lena. Lihat sekelilingmu." "Ayah Faye baru saja meninggal. Bibi sangat terpukul, dan Faye... Faye tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain kita." "Faye butuh kau, Lena." "Dia sangat bergantung padamu." "Lalu bagaimana dengan kita, Miu?" suara Lena mulai bergetar hebat, air matanya tumpah membasahi pipi. "Bagaimana dengan perasaanku? Bagaimana dengan janjimu untuk menungguku?" Miu mengepal kedua tangannya erat-erat di sisi tubuhnya, mencengkeram celana bahannya hingga buku-buku jarinya memutih. Ia harus mengucapkannya. Meski itu berarti ia sedang membunuh hatinya sendiri. "Aku tidak bisa melanjutkan ini lagi, Lena," ucap Miu tegas, meski dadanya terasa tercabik-cabik. "Melanjutkan apa, Miu? Jangan bicara yang tidak-tidak!" teriak Lena tertahan, mencengkeram lengan mantel Miu. "Aku menolakmu, Lena," kata Miu pelan, namun setiap kata yang keluar terasa bagaikan belati beracun. #fyp #faye_malisorn #lenamiu #miunatsha #storytime

About