itsartacakes :
“The final chapter…”mungkin bukan tentang siapa yang kalah atau siapa yang gagal bertahan, tapi tentang seseorang yang akhirnya belajar merelakan tanpa harus membenci. Tuhan, aku ikhlas dengan tulusku yang kemarin. Ikhlas atas semua doa yang dulu kusebut namanya, atas semua harap yang diam-diam kususun untuk masa depan yang ternyata tidak pernah sampai. Aku ikhlas dengan segala usaha yang mungkin tidak pernah terlihat cukup dimatanya, padahal aku sudah memberikan bagian terbaik dari diriku…bahkan sampai lupa menyisakan untuk diri sendiri. Jika dia memang bukan untukku, maka jagalah dia dengan caramu. Berikan dia seseorang yang bisa mencintainya dengan cara yang lebih ia butuhkan, bukan sekadar yang aku mampu berikan. Seseorang yang bisa memahami diamnya tanpa merasa diabaikan, yang bisa menerima kerasnya tanpa merasa disakiti. Seseorang yang lebih sabar dari aku, lebih kuat dari aku, dan mungkin…lebih tepat dari aku. Aku tahu dia punya banyak beban yang tidak pernah ia ceritakan sepenuhnya. Aku pernah mencoba menjadi tempat pulangnya, menjadi tenang ditengah lelahnya, menjadi rumah yang selalu terbuka saat dunia terasa berat untuknya. Tapi mungkin benar…tidak semua yang kita bangun dengan sepenuh hati akan terasa sebagai “rumah” bagi orang lain. Dan itu yang paling sulit diterima ketika kamu sudah berusaha sehangat mungkin, tapi tetap saja terasa tidak cukup. Bukan karena kamu kurang, tapi karena hatinya memang tidak mencari tempat seperti dirimu. Hari ini aku tidak lagi memohon untuk dipilih. Aku hanya memohon agar hatiku dikuatkan untuk benar-benar melepas. Karena mencintai tidak selalu berarti memiliki, dan memperjuangkan tidak selalu berakhir dengan dipertahankan. Terima kasih untuk semua yang pernah ada. Untuk tawa yang pernah kita bagi, untuk luka yang tanpa sadar mengajarkanku tentang batas, dan untuk perasaan yang membuatku tahu bahwa aku mampu mencintai sedalam ini. Dan untuk diriku sendiri…maaf karena sempat memaksakan bertahan ditempat yang tidak benar-benar menginginkan kehadiranku. Mulai sekarang, aku akan belajar pulang ke diriku sendiri. Menjadi rumah bagi hati yang selama ini terlalu sibuk menjaga orang lain, sampai lupa dijaga.
2026-05-01 14:17:01