@drakesturniolo__: This breaks my heart #hamzahthefantastic #thatmartinkid #slushynoobz @Hamzah @martin

drakesturniolo
drakesturniolo
Open In TikTok:
Region: US
Monday 27 April 2026 21:19:37 GMT
844785
158927
138
7197

Music

Download

Comments

.paleoo
lithos :
who's chase
2026-04-28 13:31:24
2029
lingyangsnumberonefan
SAKUTARO MORISHIGES #1 FAN :
Poor Martin…..
2026-04-27 21:23:27
18108
msdina.mz
Ⓜ️ :
#jealousbf
2026-04-27 23:54:26
15297
payheartsreading
Pay⋆˚✿🍒𐙚⋆˚ :
“cause ur spending so much time with him and not me”
2026-04-28 04:34:10
4913
southside.barbiie
🎀𝒦𝒶𝓎🎀 :
“Real life roleplay” 😭😭😭😭
2026-04-28 20:02:00
5385
sophiabrophia
sophia❀ :
chuhmartin
2026-04-28 02:12:23
1150
nateyy_k
natalie :
why is hamzah so boyfriend in this
2026-04-28 07:15:01
2136
desouae
𝐓α𐓣𝗒α :
poor fartin bro
2026-05-05 03:44:54
186
haecupidd
yaiza ☆ :
he just wants his duo...
2026-04-28 18:18:20
759
leah_milton13
leah :
2026-06-02 03:28:41
143
briieeelllee
𝐛𝐫𝐢 𓏲ּ𝄢 :
martin is so me
2026-04-27 21:23:01
237
pink.ie_444
etherii :
y he actually sound sad
2026-05-29 02:03:55
62
dixon.maiass
unikitty :
martini pls don’t be sad
2026-04-28 11:41:03
92
honeey246
honeey 🐶 :
okay….. not right now
2026-05-10 08:35:46
47
i_love_cats_alot__
miranda :
“why do people ship us?”
2026-06-23 01:16:45
13
livvie.toninato
🌞🌞🌞 :
say it marn
2026-05-30 16:20:47
35
user1687997004113
user1687997004113 :
Real life role play
2026-04-28 18:51:08
30
gisellemagallon
Gordon Ramsay’s Big Toe :
Martin when Hamza almost called him chase
2026-04-28 05:02:32
103
ali.yahoo.com
𝓛𝓲𝔂𝓪𝓱!🙊🥹 :
chase 😕
2026-04-27 21:22:21
238
abramsslut
𝒎𝒚𝒓𝒂 🧟‍♀️ :
2026-04-27 23:28:24
65
chanteezy7682
-,....,- :
whenever my bsf is abt to call me a diff name i genuinely get sad or mad af
2026-06-08 22:35:37
14
astrohead69
Astrohead21 :
He sounded like Miranda sings lol
2026-04-28 19:32:12
17
got2bswag
yessenia🦋-DFW Tattoo Artist :
oh marcus 💔
2026-04-29 21:54:53
11
imyourcowslave
Lovemeloveme :
I mean chase was around first 😭💔
2026-04-28 20:16:08
44
To see more videos from user @drakesturniolo__, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh keputusasaan, dan membuatku sering menangis terisak sendirian di sudut kamar seusai lelah merawatnya, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku  aku sudah sangat capek dan lelah mental merawat suamiku yang menderita hipertensi menahun tapi tak kunjung sembuh, sampai-sampai aku bingung setengah mati harus mencari obat apa lagi yang benar-benar ampuh untuk menyelamatkannya. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh.  Tiap kali suamiku pulang kerja dengan muka pusing, ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.”  Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan,  menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh keputusasaan, dan membuatku sering menangis terisak sendirian di sudut kamar seusai lelah merawatnya, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku aku sudah sangat capek dan lelah mental merawat suamiku yang menderita hipertensi menahun tapi tak kunjung sembuh, sampai-sampai aku bingung setengah mati harus mencari obat apa lagi yang benar-benar ampuh untuk menyelamatkannya. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali suamiku pulang kerja dengan muka pusing, ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisiknya melemah, dan butuh pengobatan serta kontrol seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi penjara penderitaan: suami terbaring sakit menahun tak kunjung sembuh, tabungan ludes tak bersisa untuk beli obat ke sana ke mari, dan aku terjebak dalam kelelahan fisik serta mental yang luar biasa berat. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu kami begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang tersiksa seumur hidup, tapi isi dompet, keutuhan rumah tangga, dan kewarasan kita ikut dihancurkan tak bersisa. #fyp #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi #viral

About