@kentuckyderby: Good night from Churchill Downs. #KentuckyDerby #ChurchillDowns #Derby #Sunset #Change

kentuckyderby
kentuckyderby
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 29 April 2026 00:22:45 GMT
41272
5252
21
173

Music

Download

Comments

blue_shinobi2.0
🥷Shinobi🥷 :
2026-04-29 21:36:33
31
granite.disciplin
Granite Discipline :
Beautiful
2026-05-19 01:21:47
0
kanash34
KitKat 💙 :
I will be SO HAPPY ... if So Happy wins! #leggo
2026-04-30 17:43:49
1
kellynastrii
Kelly :
Can’t wait!
2026-05-02 16:14:21
0
thoroughbredclothingco
Thoroughbred Clothing Co. :
Life can change so quick 🙌
2026-04-29 00:24:33
10
bbaxter_05
Baxx :
The greatest two minutes in all of sports
2026-04-29 14:50:31
6
jessicafrasier0
jessicafrasier :
My Dad & I always have so many conversations. Such a great time ❤️
2026-05-01 06:07:31
0
purepower34
Killer Bee Tactical :
See you in a few hours.
2026-05-01 04:11:44
1
ozarkmamadesigns
Ozark Mama :
Let’s Go So Happy!!!
2026-04-30 11:18:52
2
krisse_71
Christi 🌸 :
……. one day I will be there for my parents 🙏💞 #RipMomAndDad
2026-04-30 10:51:05
1
chelseaaaraeee
C H E L S E A :
This is beautiful
2026-04-29 00:57:19
2
angelanoel527
ang✌️ :
absolutely ✨️
2026-04-29 11:25:30
1
tcjsmommy4
lisa :
CAN’T WAIT 🥰🥰
2026-04-29 02:43:59
1
sabrina.johnson25
Sabrina💍🩵👩🏽‍🍼🐈 :
I love KY 🫶🏽
2026-04-29 02:47:53
1
peytoncroson
Peyton :
Yes
2026-04-29 11:12:45
1
dramamiiine
🖇️lyx :
extremely early
2026-04-29 00:49:48
0
lily1289_
Lilyyy :
So sad my uncle Jack Oxley had to drop out with silent tactic🥲🥲🥲
2026-04-29 22:25:26
2
sarajean526
SaraJean :
💗💗
2026-04-29 17:08:49
1
slicedfitness
Isaak Julian :
🔥
2026-04-29 01:23:01
2
heybrittanyy
brittany✨ :
🌹✨
2026-04-29 03:50:22
2
To see more videos from user @kentuckyderby, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About