@samm_my27: Lagyan araw-araw, alagaan nang mabuti ang kalusugan ng iyong mga kasukasuan! #A04 #ProdukKesihatan #SakitSendi #SakitLutut #TikTokMalays #FYP

Samm_MY27
Samm_MY27
Open In TikTok:
Region: JP
Thursday 30 April 2026 11:10:00 GMT
117993
397
0
37

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @samm_my27, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JAKARTA, LINGKAR TV – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mendesak pemerintah membuka kembali keran ekspor lobster dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pembudidaya lokal. Perwakilan HNSI asal Jawa Timur mengatakan, sejak awal pihaknya menolak kebijakan yang membatasi ekspor benih lobster. Menurutnya, penghentian ekspor justru berpotensi mendorong aktivitas perdagangan ilegal. Ia menyebut, hingga saat ini masih banyak nelayan yang menangkap benih lobster untuk mencari nafkah. Namun, karena akses ekspor resmi ditutup, hasil tangkapan tersebut berpotensi masuk ke jalur perdagangan ilegal. HNSI sebelumnya mengusulkan agar sebagian hasil tangkapan dialokasikan untuk pembudidaya lokal, sementara sisanya dapat diekspor. Skema tersebut dinilai dapat berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi dan ekosistem budidaya lobster di dalam negeri. Menurut HNSI, salah satu persoalan utama dalam pengembangan budidaya lobster adalah ketersediaan pakan. Ia mencontohkan, berdasarkan analisis pelaku budidaya di Nusa Tenggara Timur, untuk menghasilkan sekitar 500 kilogram lobster dibutuhkan pakan hingga kurang lebih satu ton setiap bulan. Karena itu, pembangunan ekosistem budidaya, termasuk industri pakan dan transfer teknologi, dinilai harus menjadi perhatian pemerintah. HNSI mengusulkan sekitar 10 hingga 20 persen hasil tangkapan dapat diarahkan untuk kepentingan budidaya lokal, sementara sebagian besar lainnya dibuka untuk ekspor. “Nelayan tidak bisa dibatasi tangkapannya,” ujar perwakilan HNSI. HNSI berharap aspirasi tersebut dapat disampaikan melalui anggota DPR agar pemerintah mempertimbangkan pembukaan kembali keran ekspor lobster tanpa mengesampingkan pembudidaya lokal yang saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan teknologi dan pakan. Tontobn Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV Sumber: Parlemen TV Sosial Media: Ghani Ramadhan #beritaviral #nelayan #ekspor #lobstertails #malang #lingkartv
JAKARTA, LINGKAR TV – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mendesak pemerintah membuka kembali keran ekspor lobster dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pembudidaya lokal. Perwakilan HNSI asal Jawa Timur mengatakan, sejak awal pihaknya menolak kebijakan yang membatasi ekspor benih lobster. Menurutnya, penghentian ekspor justru berpotensi mendorong aktivitas perdagangan ilegal. Ia menyebut, hingga saat ini masih banyak nelayan yang menangkap benih lobster untuk mencari nafkah. Namun, karena akses ekspor resmi ditutup, hasil tangkapan tersebut berpotensi masuk ke jalur perdagangan ilegal. HNSI sebelumnya mengusulkan agar sebagian hasil tangkapan dialokasikan untuk pembudidaya lokal, sementara sisanya dapat diekspor. Skema tersebut dinilai dapat berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi dan ekosistem budidaya lobster di dalam negeri. Menurut HNSI, salah satu persoalan utama dalam pengembangan budidaya lobster adalah ketersediaan pakan. Ia mencontohkan, berdasarkan analisis pelaku budidaya di Nusa Tenggara Timur, untuk menghasilkan sekitar 500 kilogram lobster dibutuhkan pakan hingga kurang lebih satu ton setiap bulan. Karena itu, pembangunan ekosistem budidaya, termasuk industri pakan dan transfer teknologi, dinilai harus menjadi perhatian pemerintah. HNSI mengusulkan sekitar 10 hingga 20 persen hasil tangkapan dapat diarahkan untuk kepentingan budidaya lokal, sementara sebagian besar lainnya dibuka untuk ekspor. “Nelayan tidak bisa dibatasi tangkapannya,” ujar perwakilan HNSI. HNSI berharap aspirasi tersebut dapat disampaikan melalui anggota DPR agar pemerintah mempertimbangkan pembukaan kembali keran ekspor lobster tanpa mengesampingkan pembudidaya lokal yang saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan teknologi dan pakan. Tontobn Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV Sumber: Parlemen TV Sosial Media: Ghani Ramadhan #beritaviral #nelayan #ekspor #lobstertails #malang #lingkartv

About