@yi_is_not_ur_gf: #fypage #viralvideo #tiktok #viewers #crdtext

𝙎
𝙎
Open In TikTok:
Region: MM
Thursday 30 April 2026 14:45:42 GMT
29113
3524
1
943

Music

Download

Comments

ayepop861
(ノ∀`♥) :
@Golden Eagle
2026-07-05 00:47:54
1
To see more videos from user @yi_is_not_ur_gf, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PLOYSHAMPOO FAMILY Jam pulang sekolah selalu punya satu suara yang paling mudah dikenali Jan. “KHUN MAAAA!” Begitu keluar dari gerbang sekolah, Jewel langsung berlari kecil ke arah mobil. Jan yang sedang berdiri di samping mobil langsung membuka kedua tangannya. “Pelan-pelan.” Jewel berhenti tepat di depannya. “Khun Ma!” Jan menatap anaknya dari atas sampai bawah. “Kenapa wajahmu seperti habis berantem?” Jewel langsung cemberut. “Jewel nggak berantem.” “Terus?” “Capek.” Jan menahan tawa. “Sekolah atau perang?” “Sekolah.” “Bedanya?” “Kalau perang nggak ada tugas.” Jan tertawa. “Masuk.” Jewel membuka pintu mobil, tapi sebelum masuk dia berhenti. “Khun Ma.” “Hm?” “Kita pulang?” Jan pura-pura berpikir. “Hmm... sebenarnya Khun Ma mau ke supermarket.” Jewel langsung menoleh. “Beli apa?” “Belanja bulanan.” “Jewel ikut?” “Kalau mau.” “Mau!” Jawabannya terlalu cepat sampai Jan tertawa. “Padahal tadi katanya capek.” “Belanja nggak capek.” “Belanja sama Khun Ma bisa capek.” “Kenapa?” “Karena kamu suka minta macam-macam.” Jewel memasang wajah polos. “Nggak.” Jan mengangkat alis. “Benarkah?” “Iya.” “Kalau begitu, hari ini nggak boleh minta apa-apa.” Jewel terdiam. Jan tersenyum puas. “Nah.” “Tapi...” “Tidak.” “Khun Ma belum dengar.” “Khun Ma sudah tahu.” Jewel mengerucutkan bibir. “Jahat.” Jan tertawa sambil mengacak rambutnya. “Masuk dulu, anak kecil.” Begitu sampai di supermarket, Jan mengambil troli. Jewel langsung berdiri di sampingnya. “Jewel mau dorong.” “Boleh.” Jewel memegang pegangan troli dengan kedua tangan. Jan berjalan di belakang. “Pelan.” “Iya.” “Jangan nabrak orang.” “Iya.” “Jangan lari.” “Iya.” “Jangan masukkan barang sendiri.” “Iya.” Jan berhenti. “Jewel.” “Hm?” “Kamu dengar nggak?” “Dengar.” “Bagus.” Mereka baru berjalan beberapa meter ketika Jewel tiba-tiba membelokkan troli. Jan langsung menariknya kembali. “Eh.” “Apa?” “Khun Ma bilang jangan belok sendiri.” “Tapi itu bukan belok.” “Terus?” “Jalan lain.” Jan menatapnya beberapa detik. “Mulai.” Jewel tersenyum kecil. Mereka masuk ke lorong makanan. Jan mulai mengambil barang-barang yang memang diperlukan. Beras. Minyak. Susu. Telur. Sabun. Tisu. Jewel memperhatikan semuanya dengan serius. Sampai akhirnya... “Khun Ma.” “Hm?” “Jewel mau ini.” Jan menoleh. Satu bungkus biskuit berada di tangan Jewel. “Taruh.” “Kenapa?” “Karena di rumah masih ada.” “Yang itu rasa cokelat.” “Di rumah juga ada rasa cokelat.” “Yang ini lebih cokelat.” Jan menahan tawa. “Mana ada lebih cokelat?” “Ada.” “Buktinya?” “Lihat warnanya.” Jan melihat bungkus biskuit. Kemudian melihat Jewel. “Argumen yang sangat kuat.” Jewel tersenyum. “Jadi boleh?” “Tidak.” Jewel langsung memasukkan biskuit ke troli. Jan mengambilnya lagi. “Jewel.” “Kenapa?” “Khun Ma bilang tidak.” “Tapi Jewel bilang boleh.” “Siapa yang bayar?” Jewel diam. “Siapa?” “Khun Ma.” “Nah.” “Berarti Khun Ma baik.” Jan tertawa. “Bukan begitu logikanya.” Jewel mengambil kembali biskuit itu. “Kalau Jewel bantu belanja, boleh?” Jan berhenti. “Kamu mau bantu?” “Iya.” “Bantu apa?” “Dorong troli.” “Kamu sudah dorong.” “Bantu pilih.” Jan mengangguk. “Kalau begitu pilih yang ada di daftar.” Jewel langsung melihat daftar belanja di tangan Jan. “Beras.” “Iya.” “Minyak.” “Iya.” “Telur.” “Iya.” “Cokelat.” Jan langsung menarik napas. “Tidak ada cokelat.” “Kenapa?” “Karena tidak ada di daftar.” Jewel menunjuk bagian bawah kertas. “Itu apa?” Jan melihat. Ada tulisan kecil yang ternyata memang dibuat Jingjing. Cokelat untuk Jewel. Jan langsung menatap anaknya. Jewel tersenyum lebar. “Khun Mom yang tulis.” Jan menggeleng. “Khun Mom membela kamu.” “Khun Mom sayang Jewel.” “Khun Ma juga.” “Kalau sayang, beli.” Jan tertawa. “Pintar sekali.” Jewel memasukkan cokelat ke dalam troli. “Terima kasih, Khun Ma.” Jan mengusap kepala Jewel. “Sama-sama.” (lanjut dikomen>) #ThaiGl #roomofjj #JanJingjing #fyp #aujanjingjing
PLOYSHAMPOO FAMILY Jam pulang sekolah selalu punya satu suara yang paling mudah dikenali Jan. “KHUN MAAAA!” Begitu keluar dari gerbang sekolah, Jewel langsung berlari kecil ke arah mobil. Jan yang sedang berdiri di samping mobil langsung membuka kedua tangannya. “Pelan-pelan.” Jewel berhenti tepat di depannya. “Khun Ma!” Jan menatap anaknya dari atas sampai bawah. “Kenapa wajahmu seperti habis berantem?” Jewel langsung cemberut. “Jewel nggak berantem.” “Terus?” “Capek.” Jan menahan tawa. “Sekolah atau perang?” “Sekolah.” “Bedanya?” “Kalau perang nggak ada tugas.” Jan tertawa. “Masuk.” Jewel membuka pintu mobil, tapi sebelum masuk dia berhenti. “Khun Ma.” “Hm?” “Kita pulang?” Jan pura-pura berpikir. “Hmm... sebenarnya Khun Ma mau ke supermarket.” Jewel langsung menoleh. “Beli apa?” “Belanja bulanan.” “Jewel ikut?” “Kalau mau.” “Mau!” Jawabannya terlalu cepat sampai Jan tertawa. “Padahal tadi katanya capek.” “Belanja nggak capek.” “Belanja sama Khun Ma bisa capek.” “Kenapa?” “Karena kamu suka minta macam-macam.” Jewel memasang wajah polos. “Nggak.” Jan mengangkat alis. “Benarkah?” “Iya.” “Kalau begitu, hari ini nggak boleh minta apa-apa.” Jewel terdiam. Jan tersenyum puas. “Nah.” “Tapi...” “Tidak.” “Khun Ma belum dengar.” “Khun Ma sudah tahu.” Jewel mengerucutkan bibir. “Jahat.” Jan tertawa sambil mengacak rambutnya. “Masuk dulu, anak kecil.” Begitu sampai di supermarket, Jan mengambil troli. Jewel langsung berdiri di sampingnya. “Jewel mau dorong.” “Boleh.” Jewel memegang pegangan troli dengan kedua tangan. Jan berjalan di belakang. “Pelan.” “Iya.” “Jangan nabrak orang.” “Iya.” “Jangan lari.” “Iya.” “Jangan masukkan barang sendiri.” “Iya.” Jan berhenti. “Jewel.” “Hm?” “Kamu dengar nggak?” “Dengar.” “Bagus.” Mereka baru berjalan beberapa meter ketika Jewel tiba-tiba membelokkan troli. Jan langsung menariknya kembali. “Eh.” “Apa?” “Khun Ma bilang jangan belok sendiri.” “Tapi itu bukan belok.” “Terus?” “Jalan lain.” Jan menatapnya beberapa detik. “Mulai.” Jewel tersenyum kecil. Mereka masuk ke lorong makanan. Jan mulai mengambil barang-barang yang memang diperlukan. Beras. Minyak. Susu. Telur. Sabun. Tisu. Jewel memperhatikan semuanya dengan serius. Sampai akhirnya... “Khun Ma.” “Hm?” “Jewel mau ini.” Jan menoleh. Satu bungkus biskuit berada di tangan Jewel. “Taruh.” “Kenapa?” “Karena di rumah masih ada.” “Yang itu rasa cokelat.” “Di rumah juga ada rasa cokelat.” “Yang ini lebih cokelat.” Jan menahan tawa. “Mana ada lebih cokelat?” “Ada.” “Buktinya?” “Lihat warnanya.” Jan melihat bungkus biskuit. Kemudian melihat Jewel. “Argumen yang sangat kuat.” Jewel tersenyum. “Jadi boleh?” “Tidak.” Jewel langsung memasukkan biskuit ke troli. Jan mengambilnya lagi. “Jewel.” “Kenapa?” “Khun Ma bilang tidak.” “Tapi Jewel bilang boleh.” “Siapa yang bayar?” Jewel diam. “Siapa?” “Khun Ma.” “Nah.” “Berarti Khun Ma baik.” Jan tertawa. “Bukan begitu logikanya.” Jewel mengambil kembali biskuit itu. “Kalau Jewel bantu belanja, boleh?” Jan berhenti. “Kamu mau bantu?” “Iya.” “Bantu apa?” “Dorong troli.” “Kamu sudah dorong.” “Bantu pilih.” Jan mengangguk. “Kalau begitu pilih yang ada di daftar.” Jewel langsung melihat daftar belanja di tangan Jan. “Beras.” “Iya.” “Minyak.” “Iya.” “Telur.” “Iya.” “Cokelat.” Jan langsung menarik napas. “Tidak ada cokelat.” “Kenapa?” “Karena tidak ada di daftar.” Jewel menunjuk bagian bawah kertas. “Itu apa?” Jan melihat. Ada tulisan kecil yang ternyata memang dibuat Jingjing. Cokelat untuk Jewel. Jan langsung menatap anaknya. Jewel tersenyum lebar. “Khun Mom yang tulis.” Jan menggeleng. “Khun Mom membela kamu.” “Khun Mom sayang Jewel.” “Khun Ma juga.” “Kalau sayang, beli.” Jan tertawa. “Pintar sekali.” Jewel memasukkan cokelat ke dalam troli. “Terima kasih, Khun Ma.” Jan mengusap kepala Jewel. “Sama-sama.” (lanjut dikomen>) #ThaiGl #roomofjj #JanJingjing #fyp #aujanjingjing

About