@radiotimesgaming: Where'd everyone go? Bingo? Resident Evil comes to cinemas soon. #ResidentEvil @sonypictures.uk

Radio Times Gaming
Radio Times Gaming
Open In TikTok:
Region: GB
Thursday 30 April 2026 15:00:43 GMT
2467
62
0
40

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @radiotimesgaming, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kang Dedi Mulyadi lahir di Subang, Jawa Barat, pada 11 April 1971, dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah pensiunan tentara (prajurit kader) dan ibunya aktivis Palang Merah Indonesia. Tumbuh di lingkungan pedesaan, ia terbiasa menggembala domba dan bertani, serta mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di Subang.  Berikut adalah poin-poin penting asal muasal Kang Dedi Mulyadi: Latar Belakang Keluarga: Lahir di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Sahlin Ahmad Suryana, adalah prajurit yang pensiun dini akibat penyakit, dan ibunya, Karsiti, adalah aktivis Palang Merah. Masa Kecil: Dedi mengalami masa kecil yang sederhana, bahkan pernah mengalami kesulitan ekonomi. Ia kerap membantu orang tuanya menggembala domba dan bertani. Pendidikan: Ia menempuh pendidikan SD Subakti (1984), SMPN 1 Kalijati (1987), dan SMA Negeri 1 Purwadadi (1990) di Subang. Selanjutnya, ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta (1999). Karier Politik: Memulai karier politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta (1999–2003), kemudian menjadi Wakil Bupati Purwakarta (2003–2008), dan menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode (2008–2018). Identitas Budaya: Dikenal lekat dengan budaya Sunda dan sering mengadvokasi rakyat kecil dengan pendekatan humanis, yang menjadikannya populer di Jawa Barat.  Dedi Mulyadi juga dikenal pernah mengalami masa sulit, termasuk pernah dibully dan berjalan kaki ke sekolah, yang membentuk karakternya yang populis dan merakyat.  #jawabarat #sunda #orangsunda #wayanggolek #bodoransunda
Kang Dedi Mulyadi lahir di Subang, Jawa Barat, pada 11 April 1971, dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah pensiunan tentara (prajurit kader) dan ibunya aktivis Palang Merah Indonesia. Tumbuh di lingkungan pedesaan, ia terbiasa menggembala domba dan bertani, serta mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di Subang.  Berikut adalah poin-poin penting asal muasal Kang Dedi Mulyadi: Latar Belakang Keluarga: Lahir di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Sahlin Ahmad Suryana, adalah prajurit yang pensiun dini akibat penyakit, dan ibunya, Karsiti, adalah aktivis Palang Merah. Masa Kecil: Dedi mengalami masa kecil yang sederhana, bahkan pernah mengalami kesulitan ekonomi. Ia kerap membantu orang tuanya menggembala domba dan bertani. Pendidikan: Ia menempuh pendidikan SD Subakti (1984), SMPN 1 Kalijati (1987), dan SMA Negeri 1 Purwadadi (1990) di Subang. Selanjutnya, ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta (1999). Karier Politik: Memulai karier politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta (1999–2003), kemudian menjadi Wakil Bupati Purwakarta (2003–2008), dan menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode (2008–2018). Identitas Budaya: Dikenal lekat dengan budaya Sunda dan sering mengadvokasi rakyat kecil dengan pendekatan humanis, yang menjadikannya populer di Jawa Barat.  Dedi Mulyadi juga dikenal pernah mengalami masa sulit, termasuk pernah dibully dan berjalan kaki ke sekolah, yang membentuk karakternya yang populis dan merakyat.  #jawabarat #sunda #orangsunda #wayanggolek #bodoransunda

About