@caothflelfp: Baby #baby #family #thechurcofamily #bryerchurco #viral

FamilyMoments
FamilyMoments
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 30 April 2026 16:18:46 GMT
33941
1508
9
17

Music

Download

Comments

marcel.brcker
Marcel :
You all are so cute 🥰🥰🥰🥰
2026-06-02 18:40:57
2
zertihunguddisa
Zertihun Guddisa :
how nice to see you with those beautiful blessings!
2026-05-19 21:02:19
2
prettyrose5561
🩷🩷prettyrose556🩷🩷 :
❤️❤️❤️
2026-04-30 17:05:43
1
no.yes1084
ملك جمال تيك توك :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-05-15 21:17:56
1
rambo1234545
safety🚨 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-05-03 17:36:32
1
user634539104
ملك الاحساس :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-05-25 08:36:04
0
alvin.aton2
Alvin Aton :
❤️❤️❤️
2026-05-09 03:59:37
0
samanthatatnell59
Samantha Tatnell :
🥰🥰🥰
2026-05-10 00:27:36
1
scarrose721
scarrose721 :
🙄🙄🙄
2026-05-04 00:54:35
0
To see more videos from user @caothflelfp, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keluhan keluarga pasien terkait pelayanan RSUD dr. La Palaloi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendapat respons dari Bupati Maros, Chaidir Syam. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Chaidir menyampaikan bahwa petugas keamanan atau security yang terlihat dalam video pelayanan rumah sakit tersebut telah dipindahtugaskan. Ia juga menyebut jajaran direksi rumah sakit sedang melakukan evaluasi menyeluruh. “Terima kasih banyak untuk seluruh warga Maros, atas kepedulian dan masukannya terkait video pelayanan di RSUD Palaloi yang saat ini ramai dibicarakan,” tulis Chaidir Syam dalam unggahannya. “Mengenai hal tersebut, petugas keamanan yang ada di video saat ini sudah langsung dipindahtugaskan. Saya bersama jajaran direksi rumah sakit juga sedang turun tangan melakukan evaluasi secara menyeluruh, supaya hal seperti ini tidak terulang lagi,” lanjutnya. Chaidir turut mengapresiasi kritik dan masukan masyarakat yang dinilainya penting sebagai bahan perbaikan pelayanan publik di Kabupaten Maros. “Setiap kritik dan saran dari masyarakat sangat berarti buat saya dan seluruh jajaran Pemkab Maros untuk terus membenahi diri. Terima kasih sudah membantu kami mengawasi dan menjaga kualitas pelayanan publik di daerah yang kita cintai ini,” tulisnya. Sebelumnya, keluarga pasien mengeluhkan pelayanan RSUD dr. La Palaloi setelah membawa orang tua mereka ke rumah sakit tersebut pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Irwan, salah seorang anggota keluarga pasien, mengaku kecewa karena pasien yang disebut dalam kondisi kritis diduga tidak memperoleh pemeriksaan maupun penanganan awal sebagaimana yang diharapkan keluarga. Menurut Irwan, pasien mengalami kesulitan menerima makanan karena setiap kali makanan masuk, pasien justru muntah. Kondisi tersebut membuat keluarga merasa membutuhkan pertolongan medis segera. “Orang tua kami sudah tidak mau makan, setiap ada makanan yang masuk itu muntah, jadi memang butuh perawatan medis segera,” kata Irwan. Selain mempertanyakan penanganan medis, keluarga juga mempersoalkan sikap seorang petugas keamanan ketika mereka meminta penjelasan mengenai ketersediaan tempat tidur pasien. Irwan mengungkapkan, petugas keamanan tersebut sempat menunjukkan sebuah kamar yang disebut masih kosong, tetapi dikatakan hanya memiliki tempat tidur bayi. Sikap petugas yang disebut tersenyum saat menyampaikan hal tersebut dinilai keluarga tidak pantas di tengah situasi yang mereka hadapi. Keluarga juga mempertanyakan alasan rumah sakit menyatakan tempat tidur telah penuh. Mereka mengaku melihat adanya kamar yang dinilai masih kosong dan menyebut memiliki rekaman video yang mendukung klaim tersebut. “Kami berbicara seperti ini berdasarkan fakta dan data di lapangan, dan itu diperkuat dengan video yang diambil keluarga kami. Di situ terlihat jelas ada kamar yang kosong,” tegasnya. Atas kejadian itu, keluarga meminta manajemen rumah sakit mengevaluasi pelayanan tenaga medis dan petugas keamanan. Mereka juga berharap petugas keamanan yang dipersoalkan mendapat sanksi tegas. Respons Bupati Maros mengenai pemindah tugasan petugas keamanan dan evaluasi menyeluruh oleh jajaran direksi menjadi tindak lanjut atas polemik pelayanan rumah sakit yang ramai diperbincangkan masyarakat tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai hasil evaluasi yang dilakukan pihak rumah sakit, termasuk penjelasan resmi terkait kondisi pasien dan alasan ketersediaan tempat tidur yang dipersoalkan keluarga. Artikel : infosulsel.id #infohariansulsel #sosmedsuslsel
Keluhan keluarga pasien terkait pelayanan RSUD dr. La Palaloi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendapat respons dari Bupati Maros, Chaidir Syam. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Chaidir menyampaikan bahwa petugas keamanan atau security yang terlihat dalam video pelayanan rumah sakit tersebut telah dipindahtugaskan. Ia juga menyebut jajaran direksi rumah sakit sedang melakukan evaluasi menyeluruh. “Terima kasih banyak untuk seluruh warga Maros, atas kepedulian dan masukannya terkait video pelayanan di RSUD Palaloi yang saat ini ramai dibicarakan,” tulis Chaidir Syam dalam unggahannya. “Mengenai hal tersebut, petugas keamanan yang ada di video saat ini sudah langsung dipindahtugaskan. Saya bersama jajaran direksi rumah sakit juga sedang turun tangan melakukan evaluasi secara menyeluruh, supaya hal seperti ini tidak terulang lagi,” lanjutnya. Chaidir turut mengapresiasi kritik dan masukan masyarakat yang dinilainya penting sebagai bahan perbaikan pelayanan publik di Kabupaten Maros. “Setiap kritik dan saran dari masyarakat sangat berarti buat saya dan seluruh jajaran Pemkab Maros untuk terus membenahi diri. Terima kasih sudah membantu kami mengawasi dan menjaga kualitas pelayanan publik di daerah yang kita cintai ini,” tulisnya. Sebelumnya, keluarga pasien mengeluhkan pelayanan RSUD dr. La Palaloi setelah membawa orang tua mereka ke rumah sakit tersebut pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Irwan, salah seorang anggota keluarga pasien, mengaku kecewa karena pasien yang disebut dalam kondisi kritis diduga tidak memperoleh pemeriksaan maupun penanganan awal sebagaimana yang diharapkan keluarga. Menurut Irwan, pasien mengalami kesulitan menerima makanan karena setiap kali makanan masuk, pasien justru muntah. Kondisi tersebut membuat keluarga merasa membutuhkan pertolongan medis segera. “Orang tua kami sudah tidak mau makan, setiap ada makanan yang masuk itu muntah, jadi memang butuh perawatan medis segera,” kata Irwan. Selain mempertanyakan penanganan medis, keluarga juga mempersoalkan sikap seorang petugas keamanan ketika mereka meminta penjelasan mengenai ketersediaan tempat tidur pasien. Irwan mengungkapkan, petugas keamanan tersebut sempat menunjukkan sebuah kamar yang disebut masih kosong, tetapi dikatakan hanya memiliki tempat tidur bayi. Sikap petugas yang disebut tersenyum saat menyampaikan hal tersebut dinilai keluarga tidak pantas di tengah situasi yang mereka hadapi. Keluarga juga mempertanyakan alasan rumah sakit menyatakan tempat tidur telah penuh. Mereka mengaku melihat adanya kamar yang dinilai masih kosong dan menyebut memiliki rekaman video yang mendukung klaim tersebut. “Kami berbicara seperti ini berdasarkan fakta dan data di lapangan, dan itu diperkuat dengan video yang diambil keluarga kami. Di situ terlihat jelas ada kamar yang kosong,” tegasnya. Atas kejadian itu, keluarga meminta manajemen rumah sakit mengevaluasi pelayanan tenaga medis dan petugas keamanan. Mereka juga berharap petugas keamanan yang dipersoalkan mendapat sanksi tegas. Respons Bupati Maros mengenai pemindah tugasan petugas keamanan dan evaluasi menyeluruh oleh jajaran direksi menjadi tindak lanjut atas polemik pelayanan rumah sakit yang ramai diperbincangkan masyarakat tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai hasil evaluasi yang dilakukan pihak rumah sakit, termasuk penjelasan resmi terkait kondisi pasien dan alasan ketersediaan tempat tidur yang dipersoalkan keluarga. Artikel : infosulsel.id #infohariansulsel #sosmedsuslsel

About