@kalefensty:

kale
kale
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 30 April 2026 19:38:31 GMT
16340455
2788973
1427
126759

Music

Download

Comments

sabella_christine
Sabella Christine :
Literally can’t stand anyone touching me unless it’s a romantic partner or SOMETIMES a hug from a family member
2026-05-01 18:01:16
50496
introvert.space01
introvert space 🌱 :
exactly
2026-05-01 00:27:15
32022
chasityiman._
chas :
Is it weird I only like physical touch romanticly? Other then that I don’t like physical touch
2026-05-04 15:40:39
10994
confused_refrigerator
Confused fridge :
Thank you, Jim Halpert
2026-05-01 23:14:42
6992
marinette_sff
marine 🌿✨ :
exactly. I hate physical touch unless it's a close friend or someone i'm in love with. No family, no strangers.
2026-05-02 15:22:31
1895
taveurse
m :
AGREEEEE
2026-08-09 17:45:22
0
fern_the_inkling
FernTheInkling :
exactly 😭 like touching people means something to me so it’s really weird when we’re not close like that
2026-05-02 05:36:55
1192
na_m21
NAM :
FINALLY SOMEONE WHO GETS IT
2026-05-03 16:39:10
60
vivy_brianna007
Vivianne :
Exactly it's a love language not public language
2026-05-16 22:17:43
85
smartcatash
Ashley M :
Like I hate physical touch. Only some of my family can hug me and a few of my friends. Other wise, STAY THE HECK AWAY!!
2026-06-12 11:37:32
7
kailyn_miller3
kailyn_miller3 :
Truest thing ever. Silent repost.
2026-05-01 17:18:53
184
user5766306903391
Huh? :
Never has anybody understood me more
2026-05-03 05:54:33
49
emine.privxx
Émínex22 :
Fyp really said FOR YOU
2026-06-21 00:37:24
8
_pink8_dem0n_
Tori 🌘🪻🕯️ :
Exactly. And it feels wierd when a person you dont really like hugs you..
2026-06-29 12:07:58
0
xill5797
xill :
Когда я говорю, что мой язык любви - это физическое прикосновение, «но ты ненавидишь, когда люди прикасаются к тебе», именно поэтому это мой язык любви. Это зарезервировано для людей, которых я действительно люблю и чувствую себя наиболее комфортно
2026-05-03 08:21:46
133
user989903775_
bellybelly :
ngm entende isso meud eus
2026-05-02 00:54:25
82
der.freund
rosie⛧ :
I love physical contact with my friends but not my family
2026-05-02 13:07:46
293
gretskyy
gretsky :
You get it.
2026-05-01 07:39:46
63
diva.na01
ivana_oh_na_na :
you get it
2026-05-13 20:53:03
19
bennijahs
Bennijahs :
Why is it so hard to grasp?
2026-05-03 14:32:57
43
niambees
niambees :
JUST realized this about myself
2026-05-02 10:03:38
109
To see more videos from user @kalefensty, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 2 | Pernikahanmu dan Sunghoon berjalan sebagaimana yang diharapkan semua orang. Dua nama besar resmi dipersatukan. Dua pewaris tunggal akhirnya berdiri di bawah satu atap yang sama. Di mata publik, kalian adalah pasangan yang nyaris sempurna. Serasi, berkelas, dan selalu berhasil menjadi pusat perhatian di setiap kemunculan. Tak ada yang patut dicurigai. Senyuman yang kalian tampilkan di depan kamera selalu tampak meyakinkan. Tatapan singkat, sentuhan kecil, hingga perhatian sederhana yang sengaja diperlihatkan di hadapan keluarga berhasil membuat semua orang percaya bahwa perjodohan itu berjalan jauh lebih baik dari dugaan. Padahal kenyataannya… begitu pintu rumah tertutup, semua kembali seperti semula. Sunghoon tetap menjadi Park Sunghoon—CEO muda yang lebih akrab dengan ruang rapat dibanding ruang keluarga. Sementara kamu tetap menjalani duniamu sendiri, tenggelam dalam jadwal yang tak kalah padat. ••• Suara tepuk tangan dan kilatan kamera terus memenuhi salah satu sudut ballroom hotel mewah itu. Di atas panggung, Park Sunghoon berdiri dengan balutan jas hitam yang jatuh sempurna di tubuh tegapnya. Wajahnya yang nyaris tanpa cela, pembawaan yang tenang, serta cara bicaranya yang lugas membuat setiap pasang mata sulit berpaling. Setiap kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar mantap, seolah memang terlahir untuk memimpin. Di bawah panggung, para petinggi perusahaan, keluarga konglomerat, hingga pejabat penting memenuhi deretan meja bundar dengan balutan setelan terbaik mereka. Sementara itu, kamu hanya duduk santai di kursimu sambil memutar pelan gelas champagne di tangan. Di sampingmu, Chelsea menyenggol pelan lenganmu. “Suami lo keren banget. Pantes aja semua cewek rela ngantri.” Kamu hanya terkekeh samar sebelum menyesap champagne dengan santai. “Gimana rasanya punya suami kayak Park Sunghoon?” Chelsea bertanya pelan dengan nada cukup antusias. Kamu mengangkat bahu ringan. “Just ordinary. Nothing special.” Chelsea langsung membelalakkan mata. “What?! Biasa aja kata lo?” Ia menggeleng tak habis pikir. “Coba jujur deh.” “Dia berhasil bikin lo interest gak?” tanya Chelsea penasaran. Baru kali itu kamu mengalihkan pandangan ke arah panggung. Sunghoon masih berbicara dengan tenang, sesekali mengundang tepuk tangan para tamu yang hadir. Sudut bibirmu terangkat tipis. “Belum.
POV 2 | Pernikahanmu dan Sunghoon berjalan sebagaimana yang diharapkan semua orang. Dua nama besar resmi dipersatukan. Dua pewaris tunggal akhirnya berdiri di bawah satu atap yang sama. Di mata publik, kalian adalah pasangan yang nyaris sempurna. Serasi, berkelas, dan selalu berhasil menjadi pusat perhatian di setiap kemunculan. Tak ada yang patut dicurigai. Senyuman yang kalian tampilkan di depan kamera selalu tampak meyakinkan. Tatapan singkat, sentuhan kecil, hingga perhatian sederhana yang sengaja diperlihatkan di hadapan keluarga berhasil membuat semua orang percaya bahwa perjodohan itu berjalan jauh lebih baik dari dugaan. Padahal kenyataannya… begitu pintu rumah tertutup, semua kembali seperti semula. Sunghoon tetap menjadi Park Sunghoon—CEO muda yang lebih akrab dengan ruang rapat dibanding ruang keluarga. Sementara kamu tetap menjalani duniamu sendiri, tenggelam dalam jadwal yang tak kalah padat. ••• Suara tepuk tangan dan kilatan kamera terus memenuhi salah satu sudut ballroom hotel mewah itu. Di atas panggung, Park Sunghoon berdiri dengan balutan jas hitam yang jatuh sempurna di tubuh tegapnya. Wajahnya yang nyaris tanpa cela, pembawaan yang tenang, serta cara bicaranya yang lugas membuat setiap pasang mata sulit berpaling. Setiap kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar mantap, seolah memang terlahir untuk memimpin. Di bawah panggung, para petinggi perusahaan, keluarga konglomerat, hingga pejabat penting memenuhi deretan meja bundar dengan balutan setelan terbaik mereka. Sementara itu, kamu hanya duduk santai di kursimu sambil memutar pelan gelas champagne di tangan. Di sampingmu, Chelsea menyenggol pelan lenganmu. “Suami lo keren banget. Pantes aja semua cewek rela ngantri.” Kamu hanya terkekeh samar sebelum menyesap champagne dengan santai. “Gimana rasanya punya suami kayak Park Sunghoon?” Chelsea bertanya pelan dengan nada cukup antusias. Kamu mengangkat bahu ringan. “Just ordinary. Nothing special.” Chelsea langsung membelalakkan mata. “What?! Biasa aja kata lo?” Ia menggeleng tak habis pikir. “Coba jujur deh.” “Dia berhasil bikin lo interest gak?” tanya Chelsea penasaran. Baru kali itu kamu mengalihkan pandangan ke arah panggung. Sunghoon masih berbicara dengan tenang, sesekali mengundang tepuk tangan para tamu yang hadir. Sudut bibirmu terangkat tipis. “Belum." Kamu kembali menyesap champagne sebelum melanjutkan. “Belum cukup buat bikin gue kehilangan akal.” Entah mengapa, pandanganmu tak juga lepas dari sosok pria itu. Hingga di tengah kalimatnya, Sunghoon yang semula menatap ke arah deretan tamu perlahan menggeser pandangan, tepat berhenti padamu. Napasmu tertahan sepersekian detik, tatapan itu hanya berlangsung sesaat. Namun cukup membuatmu buru-buru mengalihkan mata ke gelas champagne di tangan. “Ekhem.” Chelsea menyenggol pelan lenganmu, sudut bibirnya sudah terangkat jahil. Kamu berdeham pelan, berusaha tetap santai sambil menggoyangkan gelas champagne mu. “Apaan sih.” ••• Acara hampir berakhir. Beberapa tamu mulai meninggalkan ballroom, sementara sebagian lainnya masih berbincang santai sebelum pulang. Kamu masih berdiri bersama Chelsea dan suaminya, ditemani beberapa kenalan lama yang sesekali melempar candaan ringan. Di tengah obrolan itu, kehadiran seseorang membuat semua orang serempak menoleh. Park Sunghoon. Senyum tipis yang hanya muncul di depan publik menghiasi wajahnya. Tanpa aba-aba, tangan besarnya bertumpu ringan di pinggangmu. Tubuhmu refleks menegang sepersekian detik. Bahkan senyum di bibirmu perlahan memudar, berganti kebingungan. “My wife.” Suara baritonnya yang rendah, menyusup pelan ditelingamu. Panggilan itu. Panggilan yang nyaris tak pernah keluar dari mulutnya. Malam itu, seorang Park Sunghoon melontarkan panggilan itu untukmu—dihadapan semua orang. Tatapannya beralih singkat pada Chelsea dan yang lainnya. “Maaf mengganggu. Kami harus pulang.” Barulah ia menoleh padamu. “Ayo, sayang.” ( +🗨️ ) #pov #sunghoon #sunghoonenhypen #sunghoonedit #fyp

About