@aureliaaanisaa: laagi

aurel
aurel
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 01 May 2026 18:25:02 GMT
31664
3642
13
294

Music

Download

Comments

llhshsu3
- :
1 hari berapa kak? 😋
2026-05-02 09:24:23
2
amat_kopling
amat kopling :
malah mirip ini😂
2026-05-02 01:36:00
2
strangersthing111
armstrong :
arrggh 😋 banyakin kak
2026-05-01 20:11:49
0
tobrutkesukaanku
pecinta toblut :
first🥺🥺🥺
2026-05-01 18:36:17
1
setyawandimass
Dims.Moments :
2026-05-02 03:07:37
0
bukanmaen0713
𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙈𝙖𝙚𝙣 :
2026-05-02 02:01:36
0
mantubapakmuf
01.12 :
2026-05-01 18:50:30
0
kharis.277
✮kharis✮ :
quntii
2026-05-02 01:42:39
0
user8243002442551
esmail :
😂😂😂
2026-05-02 08:24:00
0
thelastwong
Wong 🚩 :
😋
2026-05-02 02:22:49
0
zanzen321
Oinや :
♥️
2026-05-02 23:52:20
0
fatir_hijrah
Fatir Ramadhan :
🥰
2026-07-12 23:56:32
0
To see more videos from user @aureliaaanisaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menghentikam sementara operasional tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources di Tapanuli Selatan. Penghentian operasional diputuskan menyusul terjadinya banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan tambang Martabe sedang menjalani audit tata kelola dan dampak lingkungan. Penghentian sementara merupakan rekomendasi KLH dalam rangka pelaksanaan audit lingkungan. Tim teknis Kementerian ESDM telah turun langsung ke lokasi tambang untuk memeriksa operasional di wilayah bencana. Tim ESDM bekerja bersama unsur Kementerian Lingkungan Hidup dalam pemeriksaan lapangan. Di lain pihak, PT Agincourt Resources menyatakan telah menghentikan produksi sejak 6 Desember 2025. PT Agincourt memenuhi pemanggilan Gakkum KLH pada 8 Desember 2025 untuk verifikasi data. Perusahaan menyatakan mendukung seluruh proses pemeriksaan dan audit lingkungan. PT Agincourt kini masih fokus pada upaya tanggap darurat di wilayah terdampak Tapanuli Selatan. Tambang Emas Martabe mulai berproduksi pada 24 Juli 2012 dengan kapasitas produksi Martabe mencapai lebih dari 6 juta ton bijih per tahun. Produksi tahunan Martabe sebanyak lebih dari 200.000 ounce emas dan 1–2 juta ounce perak dengan area operasional tambang seluas 646,08 hektare per Desember 2024. Operasional tambang dijalankan berdasarkan Kontrak Karya selama 30 tahun dengan Pemerintah Indonesia. Wilayah konsesi tambang awalnya seluas 6.560 km² sebelum menyusut menjadi 130.252 hektare. Area konsesi mencakup wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal. Hingga Juni 2025, sumber daya mineral Martabe diperkirakan mencapai 6,4 juta ounce emas dan 58 juta ounce perak. Adapun cadangan bijih Martabe diperkirakan sebesar 3,56 juta ounce emas dan 31 juta ounce perak. Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menghentikan sementara operasional tiga perusahaan di hulu DAS Batang Toru. Tiga perusahaan yang dihentikan sementara adalah PT Agincourt Resources, PTPN III, dan PT North Sumatera Hydro Energy. Penghentian dilakukan setelah inspeksi udara dan darat di DAS Batang Toru dan Garoga. Inspeksi bertujuan memverifikasi penyebab bencana dan kontribusi aktivitas usaha. Ketiga perusahaan diwajibkan menjalani audit lingkungan. Seluruh perusahaan di hulu DAS Batang Toru diwajibkan menghentikan operasional sejak 6 Desember 2025. . . . Video: Tambang Emas Martabe/ Youtube @bappedatapanuliselatan6833 Informasi: cnbcindonesia.com
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menghentikam sementara operasional tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources di Tapanuli Selatan. Penghentian operasional diputuskan menyusul terjadinya banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan tambang Martabe sedang menjalani audit tata kelola dan dampak lingkungan. Penghentian sementara merupakan rekomendasi KLH dalam rangka pelaksanaan audit lingkungan. Tim teknis Kementerian ESDM telah turun langsung ke lokasi tambang untuk memeriksa operasional di wilayah bencana. Tim ESDM bekerja bersama unsur Kementerian Lingkungan Hidup dalam pemeriksaan lapangan. Di lain pihak, PT Agincourt Resources menyatakan telah menghentikan produksi sejak 6 Desember 2025. PT Agincourt memenuhi pemanggilan Gakkum KLH pada 8 Desember 2025 untuk verifikasi data. Perusahaan menyatakan mendukung seluruh proses pemeriksaan dan audit lingkungan. PT Agincourt kini masih fokus pada upaya tanggap darurat di wilayah terdampak Tapanuli Selatan. Tambang Emas Martabe mulai berproduksi pada 24 Juli 2012 dengan kapasitas produksi Martabe mencapai lebih dari 6 juta ton bijih per tahun. Produksi tahunan Martabe sebanyak lebih dari 200.000 ounce emas dan 1–2 juta ounce perak dengan area operasional tambang seluas 646,08 hektare per Desember 2024. Operasional tambang dijalankan berdasarkan Kontrak Karya selama 30 tahun dengan Pemerintah Indonesia. Wilayah konsesi tambang awalnya seluas 6.560 km² sebelum menyusut menjadi 130.252 hektare. Area konsesi mencakup wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal. Hingga Juni 2025, sumber daya mineral Martabe diperkirakan mencapai 6,4 juta ounce emas dan 58 juta ounce perak. Adapun cadangan bijih Martabe diperkirakan sebesar 3,56 juta ounce emas dan 31 juta ounce perak. Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menghentikan sementara operasional tiga perusahaan di hulu DAS Batang Toru. Tiga perusahaan yang dihentikan sementara adalah PT Agincourt Resources, PTPN III, dan PT North Sumatera Hydro Energy. Penghentian dilakukan setelah inspeksi udara dan darat di DAS Batang Toru dan Garoga. Inspeksi bertujuan memverifikasi penyebab bencana dan kontribusi aktivitas usaha. Ketiga perusahaan diwajibkan menjalani audit lingkungan. Seluruh perusahaan di hulu DAS Batang Toru diwajibkan menghentikan operasional sejak 6 Desember 2025. . . . Video: Tambang Emas Martabe/ Youtube @bappedatapanuliselatan6833 Informasi: cnbcindonesia.com

About