@agentic.james: Claude code agent teams are a slept on feature of Claude code that allow you to tackle more complex multi domain tasks in one go. #AIAgents #ClaudeCode #Claude #AIAutomation #VibeCoating.

agentic.james
agentic.james
Open In TikTok:
Region: US
Friday 01 May 2026 21:22:53 GMT
4434
164
8
33

Music

Download

Comments

post.go
POSTGO :
No body has the credits to run it bro. Max account lasts 15 mins running a team.
2026-05-01 21:28:21
4
noathoughts
CalmwithNOA :
honestly i’ve tried a few ai agents lately and most of them feel cool at first but don’t really stick. the one i keep going back to is workbeaver because it actually helps me get through my day faster. less time stuck on repetitive stuff, more time focusing on things that matter. for me it’s just way more practical to use
2026-05-04 17:53:21
0
user884105801829
rhdjsma :
Yeah its great more people should try making their own openclaw and hermes with in claude code its own of the beat ways to use claude code
2026-05-01 23:46:04
0
ai.and.automations
AI & Automations :
claude hits the limits very quickly 😳
2026-05-02 12:04:46
0
To see more videos from user @agentic.james, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tahukah kah kalian, siapa keluarga Tionghoa terkaya di Timur Jawa pada masa Belanda? #SejarahSurabaya Di jalan Karet Surabaya, kita dapat menemukan sebuah rumah abu dari sebuah keluarga Han. Jika kita masuk ke dalam rumah, terdapat sebuah silsilah keluarga bermarga Han. Silsilah ini berpigora, tergantung pada dinding di salah satu kamar. Orang paling tua dari marga Han adalah Han Siong Kong, lahir di Tiongkok pada 1673, lalu bermigrasi ke Lasem dan mendirikan keluarga Han di sana. Dari Lasem, keluarga Han pindah ke wilayah Ujung Timur Jawa (Java van den Oosthoek) yang beribu kota di Surabaya. Di sinilah keturunan Han mulai menapakkan kakinya. Putra dari Han Siong Kong, yaitu Han Bwee Kong (1727-1778) mengawali di Surabaya. Keduanya hidup di masa VOC. Bergelar sebagai Kapitein der chinezen, Han Bwee Kong memimpin warga keturunan tiong hoa di surabaya, dengan putra nya Han Chan Piet sebagai wakilnya. Pada tahun 1776, dengan meninggal nya sang ayah, Han Chan Piet sebagai generasi ketiga, menggantikan posisi yg ditinggalkan. Menjadikan beliau sebagai Kapitein der chinezen yg baru Selama berlangsung pemerintahan Perancis dan Inggris (1806 – 1815), Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, memutuskan untuk mengisi kas negara dengan menjual tanah pemerintah, termasuk pada tahun 1810 menjual distrik Besuki dan Panarukan. Disaat pemerintah membutuhkan kas negara, lalu Kapitein Han Chan Piet berkenan membeli aset itu dengan harga 400.000 dolar Spanyol. Atas jasa pembelian asetnya di Besuki dan Panarukan, Han Chan Piet kemudian dipromosikan oleh Daendels ke jabatan yang lebih bermartabat. Yaitu Majoor der Chinezen. Next bahasa apa lagi di edisi #catatankaki Sejarah Surabaya Rek⁉️ #lovesuroboyo #catatankaki #sejarahsurabaya #kotatua #surabaya #chinatown #fyp #fypシ゚viral #fypシ #fypage
Tahukah kah kalian, siapa keluarga Tionghoa terkaya di Timur Jawa pada masa Belanda? #SejarahSurabaya Di jalan Karet Surabaya, kita dapat menemukan sebuah rumah abu dari sebuah keluarga Han. Jika kita masuk ke dalam rumah, terdapat sebuah silsilah keluarga bermarga Han. Silsilah ini berpigora, tergantung pada dinding di salah satu kamar. Orang paling tua dari marga Han adalah Han Siong Kong, lahir di Tiongkok pada 1673, lalu bermigrasi ke Lasem dan mendirikan keluarga Han di sana. Dari Lasem, keluarga Han pindah ke wilayah Ujung Timur Jawa (Java van den Oosthoek) yang beribu kota di Surabaya. Di sinilah keturunan Han mulai menapakkan kakinya. Putra dari Han Siong Kong, yaitu Han Bwee Kong (1727-1778) mengawali di Surabaya. Keduanya hidup di masa VOC. Bergelar sebagai Kapitein der chinezen, Han Bwee Kong memimpin warga keturunan tiong hoa di surabaya, dengan putra nya Han Chan Piet sebagai wakilnya. Pada tahun 1776, dengan meninggal nya sang ayah, Han Chan Piet sebagai generasi ketiga, menggantikan posisi yg ditinggalkan. Menjadikan beliau sebagai Kapitein der chinezen yg baru Selama berlangsung pemerintahan Perancis dan Inggris (1806 – 1815), Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, memutuskan untuk mengisi kas negara dengan menjual tanah pemerintah, termasuk pada tahun 1810 menjual distrik Besuki dan Panarukan. Disaat pemerintah membutuhkan kas negara, lalu Kapitein Han Chan Piet berkenan membeli aset itu dengan harga 400.000 dolar Spanyol. Atas jasa pembelian asetnya di Besuki dan Panarukan, Han Chan Piet kemudian dipromosikan oleh Daendels ke jabatan yang lebih bermartabat. Yaitu Majoor der Chinezen. Next bahasa apa lagi di edisi #catatankaki Sejarah Surabaya Rek⁉️ #lovesuroboyo #catatankaki #sejarahsurabaya #kotatua #surabaya #chinatown #fyp #fypシ゚viral #fypシ #fypage

About