@btngg23: Adik Libo habis dari warung, tapi dia selalu inget saya. Meski yang dibawa cuma sebatas teh pucuk, dia nggak pernah lupa. Dan sebenarnya ini bukan tentang teh pucuknya, tapi tentang bagaimana anak kecil seperti dia masih punya hati yang begitu tulus untuk selalu mengingat seseorang. Di umur yang masih sekecil itu, dia ngajarin kalau perhatian nggak selalu harus besar nilainya. Kadang hal sederhana justru terasa paling dalam maknanya. Bukan soal apa yang dibawa, tapi tentang siapa yang ada di pikirannya setelah dia pulang dari warung. Hal kecil seperti ini kadang lebih menyentuh dari apa pun, karena dari anak sekecil dia terlihat jelas kalau ketulusan itu benar-benar nyata.