@dn_bagoz22: pegel tapi seneng,,syulittt di jelaskan,pokoe ngunu lah🙏🫀🤘🏻🤘🏻❤️‍🩹 #dirgantara #ortuseight #sepakbola

Dn'Bagoz
Dn'Bagoz
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 02 May 2026 12:06:54 GMT
154511
20215
91
1281

Music

Download

Comments

abidx40
👋² :
gw yg bermimpi jadi pemain bola tapi delum pernah ikut ssb
2026-06-20 09:24:32
57
mardiannawawinawa
Ramoss!! :
"Vibes pulang kalah dan habis main jelek itu ga enak banget"🙂‍↔️🥀
2026-06-24 12:28:23
33
nonicnameea
Ankaaa :
🔥
2026-06-19 12:31:45
2
ricky0444
Nauvaldi :
2026-05-03 06:28:02
4
ling.je
LING 7FOLD :
iya" tau bg itu sepatu Ortus🗿
2026-06-21 12:35:49
9
rosi_getar
Rsii :
Apalgi main bagus +menang behh
2026-06-18 16:12:25
6
sslm.utra
. :
sepatu kita sama bang🗿
2026-06-22 02:06:32
1
faatzy.11
Faa :
Yang penting respect bg sama lawan 😁
2026-06-24 12:56:07
3
putrazikup
awan'bih :
di Mana itu bang
2026-06-19 13:33:21
1
anzz0776
kmu gpp nafff🕸️ :
bentar lagi Agustus kita bangkit lagi "sekarang harus bisa juara 1" jangan sampai mengecewakan coach dan orang tua, orang tua kita membawa kita untuk menang bukan untuk kalah jadi jangan menyerah dengan hal apapun😁👌
2026-06-20 08:59:31
1
_madjr
Madd :
malam badan pegal pas sore main bola udah ga kerasa lagi😁
2026-06-14 09:53:24
3
baannajaa
🅰️ :
haha jadi kangen dlu main ssb sama temen' tpi sekarang uda ga lgi karna ekonomi
2026-06-19 13:13:26
3
beat_foxv2
Dika👾 :
sepatu pake apa bg maaf oot😅
2026-06-25 01:07:11
0
taufff______
T :
Masanya dah habis 🥲
2026-06-22 12:18:58
1
harummharun
ryzyiiuv :
sepakatttt
2026-06-19 13:09:20
1
indrakasep00
kasep :
2026-05-03 06:59:41
1
coworungkad88
zim chand :
+ lagu sayonara bang,vibes menang antar kampung dlu😁
2026-06-18 09:47:32
1
exeezzxb5
ibu.e julian. :
seng tekon dwur ui nmah poraaa
2026-05-03 05:41:51
1
epananakbola
Epann💥 :
fb
2026-06-25 13:24:26
0
alxhnz2
alxhonz 2 :
adem aj gitu
2026-06-26 07:41:03
0
ezaauye
{√Pบτ𝖗ⲁ丅บꫛĝĝⲁļ√} :
apalagi pulang nya membawa kemenangan
2026-06-27 08:26:55
0
indo.x.barca.104
indo x Barca 10 :
dan kita menang dan main bagus+cetak gol.
2026-06-29 10:09:18
0
chemn__
crozze :
pulang main bola magrib tapi gak lupa solat itu tenang
2026-06-22 12:14:02
1
gonnnn592
gonnnn :
suegerrrr polll
2026-06-21 11:01:11
1
jatimmuendi
SuperrNaggggggggg 🫡 :
When yaa
2026-06-04 09:16:19
0
To see more videos from user @dn_bagoz22, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About