pangeranmu22 :
merelakan seseorang yang aku cintai, adalah proses panjang yang perlahan mengikis bahagia dalam diriku. bukan karena cintaku kurang kuat, tapi karena semesta seolah tak pernah berpihak. aku mencintainya sepenuh hati, akupun pernah berdoa dengan air mata yang jatuh diam-diam di malam hari, aku pernah berharap setiap harinya hanya tentang dia, tapi pada akhirnya aku harus sadar, bahwa tidak semua rasa layak diperjuangkan sampai habis-habisan. aku mulai belajar menerima, walau hatiku menolak. aku mulai berjalan menjauh, walau jiwaku ingin tetap tinggal. akupun mulai belajar tersenyum, di tengah luka yang tak pernah bisa aku sembuhkan sendiri. setiap hari aku berpura-pura tidak apa-apa, walau di dalam kepalaku namanya masih berisik, suaranya masih terngiang, senyumnya masih kuingat dengan jelas. aku mencoba menghapus kenangan, tapi kenangan tak bisa akuu buang begitu saja. aku mencoba mencintai orang lain, tapi tak ada yang mampu menggantikan tempatnya. aku mencoba membenci, tapi hatiku tetap lembut jika bicara tentang dia. dan di antara semua itu, aku tetap mencintai dalam diam, dalam jarak, dalam rindu yang tak bisa ku tunjukkan. aku belajar mengikhlaskan tanpa menghapus rasa, belajar menerima tanpa benar-benar rela, dan belajar berjalan sendiri tanpa arah yang jelas. dan mungkin inilah bentuk paling sunyi dari cinta, ketika aku harus melepaskan seseorang yang ku tahu, adalah satu-satunya yang ingin aku genggam selamanya. aku tetap berdoa agar dia bahagia, walau bukan denganku. aku tetap berharap dia baik-baik saja, meski aku sendiri tidak pernah benar-benar baik semenjak kehilangan dia. dan akhirnya, aku sadar, bahwa cinta bukan selalu soal memiliki, tapi soal keberanian untuk melepaskan, saat tetap bersamanya hanya membuatku terluka lebih dalam setiap harinya._______
2026-06-14 05:50:15