iccang :
ibarat kata series ini itu seperti refleksi dari logika yg selama ini sy pendam. sedikit bercerita….tau g ? aku pernah ditahap hampir depresi memikirkan “diriku ini apa, dan hidup untuk siapa”, aku selalu menyalahkan diriku, tidak pernah ada rasa syukur dan skeptis dengan persepsi ruang publik. tahun berganti…perlahan aku mulai menerima diriku, sebagaimana yang ada sebagai homosx, tidak ada yang perlu aku ubah, tidak ada yang perlu aku benahi, aku hanya mengikuti alur semesta yang arahnya entah kemana, dalam hati dan logikaku berpikir “tuhan itu baik, tuhan tidak mungkin memberi rasa dan bentuk ini hanya untuk menguji manusia”, “jika ini bagian dari ujian manusia, apakah mereka yang gagal diujian tersebut gagal menjadi hamba-Nya?”, “aku mengikuti setiap perintah dan ibadahMu, sebagai gantinya boleh kah aku mencintai 1 laranganmu” (memikirkannya saja buat aku nangis, apalagi mengetik ini)….suatu perjalanan panjang bisa aku terima diriku sepenuh hati, dengan rasa syukur dan tanpa perasaan dilema dan kosong lagi.
2026-06-29 00:33:32