sutrisno oke :
ini th 1970 - 1980 an. Ayahku punya toa, bagian belakang toa mirip bekicot, makanya orang nyebut toa cung cung ( bekicot). Sering tanggapan toa bapak dgn amplifier yg disebut oleh orang " ampli matahari, Krn di bagian depan ada 2 lampu warna merah , pake tape dgn pita kaset. Sumber listriknya dr accu. klo tanggapan hrs sedia 2 - 3 accu, buat cadangan klo setrum accu nya lemah, diganti accu cadangan. Nyetrum accu dulu hrs ke kota naik taxi colt, Krn di desa, kecamatan, belum ada tukang setrum accu. Jarak ke kota +_ 15 km. Belum ada listrik, penerangan pake lampu petromax, ada beberapa lampu, pinjam dr tetangga, ada tukang khusus yg jaga lampu petromax, jaga" klo lampunya redup hrs dipompa, minyak tanahnya hbis hrs di isi ulang. Belum ada air minum kemasan, semua hrs dimasak buat air minum, biasanya teh. Aku dulu masih kecil, belum ada sepeda, apalagi motor, kemana-mana hrs jln kaki, selalu ikut ayah klo tanggapan, sampai beberapa kilometer jauhnya, capek, tp senang. Semua tetangga gotong royong memikul toa, kotak peralatan berisi ampli, tape, kaset, kabel dr ampli ke toa yg sangat panjang, Krn dijunjung pake bambu, ada yg mikul accu ke tempat hajatan.Semua ini dilakukan gotong royong, kompak, meskipun kondisi sangat minim. Belum ada sound ( salon kata orang" dulu ) seperti sekarang. Alfatihah buat ayahku beserta orang " terdahulu 🤲
2026-06-01 12:07:18