@sikandarkhan_302: ســــتا مــــئین🐰🥀#foryou #foryoupage #tranding #poetry

غـــــــنـــــمــ رنگـــــــ🪄
غـــــــنـــــمــ رنگـــــــ🪄
Open In TikTok:
Region: PK
Sunday 03 May 2026 07:21:11 GMT
88269
9183
277
505

Music

Download

Comments

asma.gul448
💞💞👫💞💞 :
2026-05-03 07:42:28
7
_waliya.khan2
ღ𝕂ℍ𝔸ℕ𝕚𝕚ღ :
hyyyyy hyyyy😩💗
2026-05-03 07:24:05
4
she.eeeeee5242
✈️ف :
💔S
2026-05-12 18:09:49
2
anya.0494
♛ANYA♛ :
hayee😌😌
2026-05-03 09:54:40
4
user74824538600338
user74824538600338 :
2026-05-03 16:42:30
4
jafarkhan8t9
❤️ 𝐼𝒯𝒳 𝑀𝒰𝒮𝒜 𝒦𝐻𝒜𝒩❤️ :
@
2026-05-03 11:43:09
3
asmatkhanking05
asmatkhanking05 :
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹💔
2026-05-03 07:23:51
3
rubi.khan190
saelans girls 🖤 :
right 🥰🥰
2026-05-03 08:51:38
3
offline245671
غـــــنــمــ رنګــــــ🚩 :
Reply 🥰
2026-05-04 02:33:45
3
gurrya.jani
ɪᴹ≛𝐺𝒖𝒓𝒊𝒚ᴬ :
2026-05-03 08:07:31
3
hubaib__01
𝐇𝐔𝐁𝐀𝐢𝐁 ♛ :
ALa.
2026-05-04 03:45:32
3
sayed____zamir
sayed 🤍🪽 :
Nice 🤘❤️‍🔥😎
2026-05-03 22:47:41
3
zayan_khan097
👑 AFRASIAB BANGASH👑 :
hyeeeee 🥹❤️‍🩹☹️
2026-05-05 03:52:25
3
maham.khan260
Maham.khan260 :
same
2026-05-03 08:11:51
3
user74824538600338
user74824538600338 :
2026-05-03 16:42:25
2
janealamkhan450
JAنے📿 :
Aw
2026-05-03 07:23:33
2
pagal.jaan804
💓 partner 🫀 Dil ho👈🫀 :
heyyy Allah 🥀 bewafa 🥹🔥🔥🔥🔥💔🥹💔🥹💔🥹
2026-05-03 07:43:33
3
awais.momand.701
🍂Aɯαιʂσ🍂 :
Had 🖤🪐
2026-05-03 08:13:23
4
ihsanfashionmattani
🫴❣️ :
First comment
2026-05-03 07:22:23
3
tentiongaming0
عـــــنـمـــ رٓنــگـــ،جنـان❤️ :
love you jani 😍💖
2026-05-03 07:29:59
2
haider.typist33tiktok.c5
حیدر🚭 :
💔💔
2026-05-19 17:55:21
0
To see more videos from user @sikandarkhan_302, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagian 7 | POV ; Hari pensi selalu punya suasana yang beda. Dari pagi, sekolah udah ramai. Gerbang depan penuh stand makanan, dekorasi lampu gantung mulai dipasang satu-satu, panitia sibuk mondar-mandir sambil bawa daftar acara, dan suara soundcheck dari lapangan bikin kaca kelas bergetar kecil. Semua orang kelihatan hidup, lebih hidup dari biasanya. Anak-anak yang biasanya datang dengan muka ngantuk hari itu malah rapi, wangi, dan heboh sendiri. Ada yang sibuk foto, ada yang sibuk latihan terakhir, ada yang cuma muter-muter karena terlalu excited. Hari ini bukan sekadar acara sekolah, ini malam terakhir, malam terakhir sebelum semuanya berubah, sebelum lulus, sebelum jalan masing-masing. Dan buat Keonho, malam ini lebih dari itu, malam ini adalah jawaban, tentang janji, tentang dua belas tahun yang hilang, tentang seseorang yang akhirnya dia temukan lagi. Tentang kamu. ——— Kamu datang menjelang sore, langit masih terang, tapi lampu panggung udah mulai dinyalain.  Lapangan sekolah berubah total, panggung besar berdiri di tengah, lampu warna-warni menggantung di atas, speaker tinggi di kanan kiri, dan kursi penonton mulai penuh. Suasananya ramai, berisik, penuh energi. Tapi anehnya, di tengah semua itu, kamu cuma fokus nyari satu orang. Keonho. Sejak obrolan rooftop kemarin, dia nggak ngilang lagi, tapi juga nggak banyak bicara, cuma sempat kirim satu chat pagi tadi. “Jangan ke backstage. Tunggu gue di depan panggung.” Singkat, dan bikin kamu mikir seharian. Kenapa harus di depan panggung? Kenapa nggak backstage kayak biasanya?  “Lo nyari Keonho?” Suara Martin bikin kamu kaget, cowok itu muncul sambil bawa kabel mic di pundaknya. “Iya.” Martin senyum lebar, senyum yang bikin curiga. “Ooooh.” Kamu menyipit. “Apaan?” Seonghyeonmuncul dari belakang sambil bawa bass. “Dia dari tadi tegang.” Juhoon ikut nimbrung. “Tegang parah.” Martin ketawa. “Setlist dicek lima kali.” “Mic dicek empat kali.” “Minum tiga botol.” Juhoon nyengir. “Tadi hampir marahin gue cuma gara-gara gue duduk di spot tertentu.” Kamu bingung. “Spot tertentu?” Martin sama Juhoon saling pandang, lalu kompak nyengir. “Rahasia.” Dan sebelum kamu sempat nanya lagi, panitia teriak. “LIMA MENIT LAGI MULAI!” Mereka langsung lari ke backstage, ninggalin kamu sendirian dengan rasa penasaran yang makin besar. ——— Di backstage, semuanya chaos, crew mondar-mandir, suara orang manggil sana-sini, alat musik dicek terakhir. Dan di tengah semua itu, Keonho berdiri diam, tangannya dingin. Pick gitarnya terasa licin karena telapak tangannya berkeringat. Martin ngelirik. “Lo sakit?” Keonho mendelik. “Enggak.” Juhoon ketawa. “Bohong. Tangan lo gemeter.” Keonho lihat tangannya, dan sial...tangannya beneran gemeter. Padahal ini bukan panggung pertama, bukan pertama kali tampil, bukan pertama kali pegang mic di depan satu sekolah. Tapi malam ini beda, karena malam ini dia nggak cuma tampil, dia mau jujur, dan jujur jauh lebih menakutkan daripada tampil. Keonho ngembus napas panjang, tatapannya sempat nyari ke sela tirai panggung. Dan di sana dia lihat kamu, berdiri di depan, dan itu bikin jantungnya makin kacau. Martin nepuk pundaknya. “Jangan pingsan dulu.” Keonho mendelik. “Bacot.” Tapi di balik itu,  dia senyum kecil. Karena malam ini, semuanya harus selesai. ——— Lampu lapangan mati, sorak penonton langsung pecah. MC naik ke panggung, buka acara dengan suara heboh. Satu per satu penampilan jalan. Dance, solo vokal, band kelas lain. Semua bagus, semua meriah, tapi kamu nggak fokus, matamu terus ke backstage, nunggu.  Dan waktu MC akhirnya bilang, “Penampilan terakhir malam ini!” Sorak langsung lebih keras. “Band kebanggaan sekolah kita!” Lampu panggung mati total, gelap, lalu satu per satu lampu putih menyala. Martin muncul di drum, Seonghyeon di bass Dan Keonho, di tengah, dengan mic di tangannya.  ( + 💬  )  #pov #keonho #cortis #fyp #trending
Bagian 7 | POV ; Hari pensi selalu punya suasana yang beda. Dari pagi, sekolah udah ramai. Gerbang depan penuh stand makanan, dekorasi lampu gantung mulai dipasang satu-satu, panitia sibuk mondar-mandir sambil bawa daftar acara, dan suara soundcheck dari lapangan bikin kaca kelas bergetar kecil. Semua orang kelihatan hidup, lebih hidup dari biasanya. Anak-anak yang biasanya datang dengan muka ngantuk hari itu malah rapi, wangi, dan heboh sendiri. Ada yang sibuk foto, ada yang sibuk latihan terakhir, ada yang cuma muter-muter karena terlalu excited. Hari ini bukan sekadar acara sekolah, ini malam terakhir, malam terakhir sebelum semuanya berubah, sebelum lulus, sebelum jalan masing-masing. Dan buat Keonho, malam ini lebih dari itu, malam ini adalah jawaban, tentang janji, tentang dua belas tahun yang hilang, tentang seseorang yang akhirnya dia temukan lagi. Tentang kamu. ——— Kamu datang menjelang sore, langit masih terang, tapi lampu panggung udah mulai dinyalain. Lapangan sekolah berubah total, panggung besar berdiri di tengah, lampu warna-warni menggantung di atas, speaker tinggi di kanan kiri, dan kursi penonton mulai penuh. Suasananya ramai, berisik, penuh energi. Tapi anehnya, di tengah semua itu, kamu cuma fokus nyari satu orang. Keonho. Sejak obrolan rooftop kemarin, dia nggak ngilang lagi, tapi juga nggak banyak bicara, cuma sempat kirim satu chat pagi tadi. “Jangan ke backstage. Tunggu gue di depan panggung.” Singkat, dan bikin kamu mikir seharian. Kenapa harus di depan panggung? Kenapa nggak backstage kayak biasanya? “Lo nyari Keonho?” Suara Martin bikin kamu kaget, cowok itu muncul sambil bawa kabel mic di pundaknya. “Iya.” Martin senyum lebar, senyum yang bikin curiga. “Ooooh.” Kamu menyipit. “Apaan?” Seonghyeonmuncul dari belakang sambil bawa bass. “Dia dari tadi tegang.” Juhoon ikut nimbrung. “Tegang parah.” Martin ketawa. “Setlist dicek lima kali.” “Mic dicek empat kali.” “Minum tiga botol.” Juhoon nyengir. “Tadi hampir marahin gue cuma gara-gara gue duduk di spot tertentu.” Kamu bingung. “Spot tertentu?” Martin sama Juhoon saling pandang, lalu kompak nyengir. “Rahasia.” Dan sebelum kamu sempat nanya lagi, panitia teriak. “LIMA MENIT LAGI MULAI!” Mereka langsung lari ke backstage, ninggalin kamu sendirian dengan rasa penasaran yang makin besar. ——— Di backstage, semuanya chaos, crew mondar-mandir, suara orang manggil sana-sini, alat musik dicek terakhir. Dan di tengah semua itu, Keonho berdiri diam, tangannya dingin. Pick gitarnya terasa licin karena telapak tangannya berkeringat. Martin ngelirik. “Lo sakit?” Keonho mendelik. “Enggak.” Juhoon ketawa. “Bohong. Tangan lo gemeter.” Keonho lihat tangannya, dan sial...tangannya beneran gemeter. Padahal ini bukan panggung pertama, bukan pertama kali tampil, bukan pertama kali pegang mic di depan satu sekolah. Tapi malam ini beda, karena malam ini dia nggak cuma tampil, dia mau jujur, dan jujur jauh lebih menakutkan daripada tampil. Keonho ngembus napas panjang, tatapannya sempat nyari ke sela tirai panggung. Dan di sana dia lihat kamu, berdiri di depan, dan itu bikin jantungnya makin kacau. Martin nepuk pundaknya. “Jangan pingsan dulu.” Keonho mendelik. “Bacot.” Tapi di balik itu, dia senyum kecil. Karena malam ini, semuanya harus selesai. ——— Lampu lapangan mati, sorak penonton langsung pecah. MC naik ke panggung, buka acara dengan suara heboh. Satu per satu penampilan jalan. Dance, solo vokal, band kelas lain. Semua bagus, semua meriah, tapi kamu nggak fokus, matamu terus ke backstage, nunggu. Dan waktu MC akhirnya bilang, “Penampilan terakhir malam ini!” Sorak langsung lebih keras. “Band kebanggaan sekolah kita!” Lampu panggung mati total, gelap, lalu satu per satu lampu putih menyala. Martin muncul di drum, Seonghyeon di bass Dan Keonho, di tengah, dengan mic di tangannya. ( + 💬 ) #pov #keonho #cortis #fyp #trending

About