@amhera190: #fyp #ቤተክርስቲያን

የአፄወቹ ልጅ⚔️🐲
የአፄወቹ ልጅ⚔️🐲
Open In TikTok:
Region: ET
Sunday 03 May 2026 09:03:17 GMT
36781
1527
11
428

Music

Download

Comments

endex.love.shewa
●●🗝💛 አላዛር ►ⒶⓁⒶⓏⒶⓇ ◄●●💍 :
ሠለሞን🥰🥰🥰🥰🥰🥰ትችላለህ
2026-05-03 10:08:30
3
user56588277970501
ashu :
እውነት ነዉ !!!
2026-05-13 15:26:29
1
m.t.k418
m t k :
🙏🙏🙏
2026-05-03 20:42:19
1
isayasdagnachew69
Isayas D :
😁😁😁
2026-05-03 16:29:23
1
jemal.noc.and.tot
jemal noc and total madiya :
😁😁😁
2026-05-07 08:47:51
0
melkamu0010
melkamu :
🥰🥰🥰
2026-05-31 18:58:15
0
kalkidan.samuel2
Kalkidan Samuel :
🥰🥰🥰
2026-05-03 09:46:13
0
direderu
ደሬ የድሬው :
🥰🥰🥰
2026-05-05 08:59:13
0
mule.mule58
Mule Mule :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-05 10:21:38
0
workuboden
Worku Bogale :
😳😳😳
2026-06-05 20:19:37
0
To see more videos from user @amhera190, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PMII IAI Sahid Bogor Gelar Aksi di Kantor UPTD Wilayah IV, Soroti Jalan Rusak dan Tuntut Langkah Konkret Kabupaten Bogor, Onenews.co.id – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Sahid (IAI Sahid) Bogor menggelar aksi demonstrasi di Kantor UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV Kabupaten Bogor, Jumat (05/06/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah Bogor Barat yang dinilai masih banyak mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan optimal. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait kerusakan jalan yang terdapat di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, dan Tenjolaya. Mereka menilai kondisi jalan yang berlubang dan rusak tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Koordinator aksi yang juga Ketua Komisariat PMII IAI Sahid Bogor, Agus Indra Permana, mengatakan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya keluhan masyarakat yang diterima pihaknya. Menurutnya, persoalan jalan rusak sudah menjadi masalah serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan. Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Bahkan salah satu kader kami menjadi korban kecelakaan akibat jalan berlubang dan hingga kini masih dalam proses pemulihan. Karena itu kami menilai persoalan ini harus menjadi perhatian utama pemerintah,” ujar Agus dalam orasinya. Dalam kesempatan tersebut, PMII menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan UPTD Wilayah IV. Di antaranya percepatan perbaikan jalan secara permanen, keterbukaan informasi mengenai penggunaan anggaran pemeliharaan jalan, pemasangan rambu keselamatan di titik rawan kecelakaan, publikasi jadwal perbaikan jalan kepada masyarakat, pelaksanaan audit kondisi jalan secara menyeluruh, serta evaluasi terhadap kinerja Kepala UPTD Wilayah IV. Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV, Yudhi Rahmawan, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini telah melaksanakan tugas sesuai kewenangan yang diberikan. Ia menyebut berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pemasangan rambu-rambu keselamatan serta pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan berdasarkan program dan arahan yang berlaku. Kami telah menjalankan tugas sesuai tupoksi yang ada. Berbagai kegiatan pemeliharaan dan pemasangan rambu keselamatan terus dilakukan sesuai program yang telah ditetapkan,” jelas Yudhi. Namun demikian, mahasiswa menilai penjelasan yang diberikan belum menjawab secara menyeluruh berbagai tuntutan yang mereka sampaikan. Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan, massa aksi kemudian melakukan penyegelan simbolis terhadap kantor UPTD dengan memasang spanduk dan atribut protes di area kantor. Agus menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kritik sosial yang dilakukan secara damai dan sesuai dengan mekanisme demokrasi. Penyegelan simbolis ini merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap respons yang diberikan. Kami berharap ada komitmen yang lebih jelas terkait percepatan perbaikan jalan dan perhatian terhadap korban kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. Jika belum ada langkah nyata, kami akan terus mengawal persoalan ini,” tegasnya. Menurutnya, Kepala UPTD memiliki peran penting sebagai pelaksana kebijakan pemerintah daerah di bidang infrastruktur. Oleh sebab itu, evaluasi terhadap kinerja pejabat yang bertanggung jawab dianggap perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, PMII mengapresiasi sejumlah pekerjaan perbaikan jalan yang telah mulai dilakukan di beberapa titik. Mereka berharap upaya tersebut dapat diperluas dan dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Harapan kami bukan hanya untuk UPTD Wilayah IV, tetapi seluruh UPTD yang ada di Kabupaten Bogor agar terus meningkatkan kinerjanya.  #demo  #mmahasiswa #upt  #jalanrusak  #fyp
PMII IAI Sahid Bogor Gelar Aksi di Kantor UPTD Wilayah IV, Soroti Jalan Rusak dan Tuntut Langkah Konkret Kabupaten Bogor, Onenews.co.id – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Sahid (IAI Sahid) Bogor menggelar aksi demonstrasi di Kantor UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV Kabupaten Bogor, Jumat (05/06/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah Bogor Barat yang dinilai masih banyak mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan optimal. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait kerusakan jalan yang terdapat di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, dan Tenjolaya. Mereka menilai kondisi jalan yang berlubang dan rusak tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Koordinator aksi yang juga Ketua Komisariat PMII IAI Sahid Bogor, Agus Indra Permana, mengatakan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya keluhan masyarakat yang diterima pihaknya. Menurutnya, persoalan jalan rusak sudah menjadi masalah serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan. Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Bahkan salah satu kader kami menjadi korban kecelakaan akibat jalan berlubang dan hingga kini masih dalam proses pemulihan. Karena itu kami menilai persoalan ini harus menjadi perhatian utama pemerintah,” ujar Agus dalam orasinya. Dalam kesempatan tersebut, PMII menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan UPTD Wilayah IV. Di antaranya percepatan perbaikan jalan secara permanen, keterbukaan informasi mengenai penggunaan anggaran pemeliharaan jalan, pemasangan rambu keselamatan di titik rawan kecelakaan, publikasi jadwal perbaikan jalan kepada masyarakat, pelaksanaan audit kondisi jalan secara menyeluruh, serta evaluasi terhadap kinerja Kepala UPTD Wilayah IV. Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV, Yudhi Rahmawan, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini telah melaksanakan tugas sesuai kewenangan yang diberikan. Ia menyebut berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pemasangan rambu-rambu keselamatan serta pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan berdasarkan program dan arahan yang berlaku. Kami telah menjalankan tugas sesuai tupoksi yang ada. Berbagai kegiatan pemeliharaan dan pemasangan rambu keselamatan terus dilakukan sesuai program yang telah ditetapkan,” jelas Yudhi. Namun demikian, mahasiswa menilai penjelasan yang diberikan belum menjawab secara menyeluruh berbagai tuntutan yang mereka sampaikan. Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan, massa aksi kemudian melakukan penyegelan simbolis terhadap kantor UPTD dengan memasang spanduk dan atribut protes di area kantor. Agus menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kritik sosial yang dilakukan secara damai dan sesuai dengan mekanisme demokrasi. Penyegelan simbolis ini merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap respons yang diberikan. Kami berharap ada komitmen yang lebih jelas terkait percepatan perbaikan jalan dan perhatian terhadap korban kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. Jika belum ada langkah nyata, kami akan terus mengawal persoalan ini,” tegasnya. Menurutnya, Kepala UPTD memiliki peran penting sebagai pelaksana kebijakan pemerintah daerah di bidang infrastruktur. Oleh sebab itu, evaluasi terhadap kinerja pejabat yang bertanggung jawab dianggap perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, PMII mengapresiasi sejumlah pekerjaan perbaikan jalan yang telah mulai dilakukan di beberapa titik. Mereka berharap upaya tersebut dapat diperluas dan dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Harapan kami bukan hanya untuk UPTD Wilayah IV, tetapi seluruh UPTD yang ada di Kabupaten Bogor agar terus meningkatkan kinerjanya. #demo #mmahasiswa #upt #jalanrusak #fyp

About