@vho777: #🇹🇲🇹🇲🇹🇲🇹🇲🇹🇲🇹🇲LEBAP #TURKMENABAT ÖZLEYENLERE GELSIN.🙏🙏🙏🙏BEREKETLI GÖK BAZARYMYZ😍😍😍😍

(っ◔◡◔)っ ♥ Насиб ♥ᑎᗩᔕIᗷ
(っ◔◡◔)っ ♥ Насиб ♥ᑎᗩᔕIᗷ
Open In TikTok:
Region: TM
Sunday 03 May 2026 10:09:27 GMT
30002
684
48
105

Music

Download

Comments

rustam8156
Rustam :
Gok bazarym
2026-05-03 10:30:10
5
user7431261398880
user7431261398880 :
@user7431261398880: Hudadan kaytsın apaşka spasıba 14 yildan beri gürbet topraklarda işlep yürepmiz sizin roliginiz videonuz bılen görmüş boldık Çarjovumun bazarını savolun 🌹
2026-05-04 21:23:08
1
ahzoda649
şahzoda :
Ah eziz yurdum ,meşhur gök bazarymyz özledim 🥰🥰🥰🥰
2026-05-08 08:17:34
1
narly.m
Marıo Kasas :
Duty gecıp gıtdı 😎😎👍👍
2026-05-04 13:01:14
1
se.02ker.r
Jan Jumayev :
Adam az
2026-05-04 06:55:40
1
nasiba.mehmanova1
Mutlu kadin :
bazarda gezentek boldim sps kop kop😻😻😻😻😻
2026-05-04 08:44:37
1
adr28071
アザテ :
гок базар🔥
2026-05-04 21:21:44
1
turkmenistanbul6
turkmenistanbul :
çok özledim
2026-05-04 18:57:54
1
snnet.azimow
Azimov.S :
2026-05-03 18:01:13
1
amora.fatih5
❤GÜL❤ :
cok ozledım
2026-05-03 18:54:30
2
adimu341
adimU :
ууух зелёный базар😊
2026-05-04 14:22:47
2
suleyman.bagtyyar4
Türkmen yiğidi🇹🇲 :
🥰🥰Gök bazarrr 😁
2026-05-05 15:05:29
1
user4239272482309
Айдана Самиланова :
ох бляяя хочу на зелёный базар.Он легендарный🥰
2026-05-04 14:58:54
2
mekan.hudaykulyye1
Qalbsiz_bola :
cok guzel
2026-05-04 07:08:12
1
tomafayzullayewna6
Тома :
ой радной гоз базарым🥰🥰🥰
2026-05-03 12:03:45
2
user7431261398880
user7431261398880 :
Yüregimize özlemimize derman boldı
2026-05-04 21:23:42
1
melek08.92
Melosh :
çok özledim 😥
2026-05-04 05:39:55
1
user198710082026
Kamila :
Gol bazar 👍👍👍👍
2026-05-08 11:12:47
0
gulendam.anazarov
Sohrat Matkulyyyew :
bizarin.kökbazarmy👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2026-05-03 20:58:46
1
agajan.jumayew.19
Agajan jumayew 1989 :
🥰🥰🥰
2026-05-05 16:20:03
1
_7850983
Han :
👍👍👍
2026-05-08 18:25:32
1
begenc.hojyev
Begenc Hojıyev :
🥰🥰🥰
2026-05-04 19:15:04
1
umida.a777
NURAÝ :
👍👍👍👍👍👍👍
2026-05-04 13:09:15
1
milano06945
🦅🪽Atlant🪽🦅 :
❤️
2026-05-04 09:59:44
1
To see more videos from user @vho777, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagian 3 | POV : Setelah percakapan di gerbang itu...Juhoon berubah. Bukan berubah jadi menjauh, bukan juga berubah jadi kehilangan rasa, justru sebaliknya—dia jadi jauh lebih berbahaya. Karena sekarang dia udah nggak ngejar kamu dengan cara yang terang-terangan lagi. Nggak ada lagi teriakan dari ujung koridor, nggak ada lagi alasan-alasan absurd cuma buat ngajak ngobrol, nggak ada lagi gangguan yang terlalu jelas sampai semua orang bisa lihat. Sekarang? dia main halus, dan entah kenapa, itu jauh lebih mematikan. Karena kalau dulu kamu masih bisa pura-pura kesal, sekarang dia bikin jantungmu berantakan tanpa melakukan apa-apa. Dan yang paling nyebelin...dia tahu persis efeknya. ——— Awalnya kamu nggak sadar. Kamu pikir semuanya biasa aja. Sampai suatu siang, saat rapat OSIS berlangsung.  Ruangan cukup ramai, laptop terbuka, slide presentasi terpampang di layar, dan pengurus OSIS duduk rapi di kursi masing-masing sambil memperhatikan materi yang sedang dibahas.  Dan di depan ruangan...kamu berdiri sambil menjelaskan program kerja, sedikit gugup. Tapi tetap berusaha terlihat tenang. Semua orang terlihat fokus ke layar, beberapa mencatat, beberapa mengangguk paham.  Semuanya berjalan normal. Sampai tanpa sengaja matamu melirik ke arah pintu kaca ruangan. Dan di situlah masalahnya dimulai, karena di balik kaca itu...ada Juhoon yang berdiri santai bersama beberapa teman basketnya, padahal harusnya dia ada di lapangan, harusnya latihan, harusnya sibuk dengan urusannya sendiri, tapi anak itu malah berdiri di sana—memperhatikan ke arah dalam ruangan, tepat ke arahmu, bukan ke layar presentasi, bukan ke pengurus OSIS yang lain, tapi beneran ke kamu, seolah-olah presentasi yang sedang berlangsung nggak lebih menarik dibanding ekspresi wajahmu saat menjelaskan sesuatu. Kamu mencoba mengabaikannya, berusaha tetap fokus, berusaha meyakinkan diri kalau mungkin dia cuma lewat, mungkin cuma kebetulan. Lalu mata kalian bertemu, dan saat itu juga...senyum Juhoon muncul, senyum yang terlalu santai, terlalu lebar, terlalu menyebalkan, seolah dia memang sedang menunggu kamu menoleh, seolah dia tahu kamu pasti akan melihatnya.  Dan sebelum kamu sempat bereaksi...dia mengangkat satu tangan—lalu melambaikannya pelan, santai. Kayak orang nggak punya dosa, kayak nggak sadar kalau kamu lagi presentasi di depan banyak orang, kayak nggak sadar kalau tindakan sesederhana itu berhasil bikin otakmu blank selama beberapa detik. Dan yang paling parah...dia masih sempat nyengir. Jantungmu langsung nggak karuan, kamu buru-buru buang muka, pura-pura fokus ke slide, pura-pura nggak melihat apa pun. Padahal wajahmu udah mulai panas, dan untung aja lampu ruangan nggak cukup terang buat memperlihatkan pipimu yang memerah. Dari luar sana...Juhoon memperhatikan reaksimu, lalu bahunya bergetar kecil. Dia ketawa, beneran ketawa ngelihat kamu, karena dia tahu persis kalau kamu salting.  ——— Yang lebih parah...terjadi sekitar seminggu kemudian. Dan kali ini, korbannya bukan cuma jantungmu, tapi juga harga dirimu. Sekolah lagi heboh-hebohnya urusan buku tahunan. Dari pagi sampai siang, koridor penuh siswa yang mondar-mandir. Ada yang sibuk benerin rambut, ada yang pinjam sisir, ada yang panik karena seragamnya kusut, ada juga yang dari tadi ngaca terus seolah hidupnya bergantung pada hasil foto hari itu. Dan, mau nggak mau...kamu termasuk salah satunya, bukan karena terlalu peduli. Tapi ya masa buat buku tahunan kamu keliatan jelek—pikirmu. Jadi hari itu kamu benar-benar niat. Rambut udah rapi, seragam udah disetrika  pita nama terpasang lurus. Pokoknya semua udah dipastikan aman, setidaknya menurutmu. Sekarang tinggal duduk manis di lapangan sambil nunggu giliran kelasmu dipanggil. ——— Angin siang berhembus pelan, suasana cukup ramai, teman-teman ngobrol di sana-sini, beberapa sibuk foto-foto sendiri, dan yang lain sibuk bercanda. Dan untuk pertama kalinya hari itu...kamu merasa tenang. Sampai suara yang sangat familiar itu muncul. —Cekrek— ( + 💬  )  #pov #juhoon #cortis #fyp #trending
Bagian 3 | POV : Setelah percakapan di gerbang itu...Juhoon berubah. Bukan berubah jadi menjauh, bukan juga berubah jadi kehilangan rasa, justru sebaliknya—dia jadi jauh lebih berbahaya. Karena sekarang dia udah nggak ngejar kamu dengan cara yang terang-terangan lagi. Nggak ada lagi teriakan dari ujung koridor, nggak ada lagi alasan-alasan absurd cuma buat ngajak ngobrol, nggak ada lagi gangguan yang terlalu jelas sampai semua orang bisa lihat. Sekarang? dia main halus, dan entah kenapa, itu jauh lebih mematikan. Karena kalau dulu kamu masih bisa pura-pura kesal, sekarang dia bikin jantungmu berantakan tanpa melakukan apa-apa. Dan yang paling nyebelin...dia tahu persis efeknya. ——— Awalnya kamu nggak sadar. Kamu pikir semuanya biasa aja. Sampai suatu siang, saat rapat OSIS berlangsung. Ruangan cukup ramai, laptop terbuka, slide presentasi terpampang di layar, dan pengurus OSIS duduk rapi di kursi masing-masing sambil memperhatikan materi yang sedang dibahas. Dan di depan ruangan...kamu berdiri sambil menjelaskan program kerja, sedikit gugup. Tapi tetap berusaha terlihat tenang. Semua orang terlihat fokus ke layar, beberapa mencatat, beberapa mengangguk paham. Semuanya berjalan normal. Sampai tanpa sengaja matamu melirik ke arah pintu kaca ruangan. Dan di situlah masalahnya dimulai, karena di balik kaca itu...ada Juhoon yang berdiri santai bersama beberapa teman basketnya, padahal harusnya dia ada di lapangan, harusnya latihan, harusnya sibuk dengan urusannya sendiri, tapi anak itu malah berdiri di sana—memperhatikan ke arah dalam ruangan, tepat ke arahmu, bukan ke layar presentasi, bukan ke pengurus OSIS yang lain, tapi beneran ke kamu, seolah-olah presentasi yang sedang berlangsung nggak lebih menarik dibanding ekspresi wajahmu saat menjelaskan sesuatu. Kamu mencoba mengabaikannya, berusaha tetap fokus, berusaha meyakinkan diri kalau mungkin dia cuma lewat, mungkin cuma kebetulan. Lalu mata kalian bertemu, dan saat itu juga...senyum Juhoon muncul, senyum yang terlalu santai, terlalu lebar, terlalu menyebalkan, seolah dia memang sedang menunggu kamu menoleh, seolah dia tahu kamu pasti akan melihatnya. Dan sebelum kamu sempat bereaksi...dia mengangkat satu tangan—lalu melambaikannya pelan, santai. Kayak orang nggak punya dosa, kayak nggak sadar kalau kamu lagi presentasi di depan banyak orang, kayak nggak sadar kalau tindakan sesederhana itu berhasil bikin otakmu blank selama beberapa detik. Dan yang paling parah...dia masih sempat nyengir. Jantungmu langsung nggak karuan, kamu buru-buru buang muka, pura-pura fokus ke slide, pura-pura nggak melihat apa pun. Padahal wajahmu udah mulai panas, dan untung aja lampu ruangan nggak cukup terang buat memperlihatkan pipimu yang memerah. Dari luar sana...Juhoon memperhatikan reaksimu, lalu bahunya bergetar kecil. Dia ketawa, beneran ketawa ngelihat kamu, karena dia tahu persis kalau kamu salting. ——— Yang lebih parah...terjadi sekitar seminggu kemudian. Dan kali ini, korbannya bukan cuma jantungmu, tapi juga harga dirimu. Sekolah lagi heboh-hebohnya urusan buku tahunan. Dari pagi sampai siang, koridor penuh siswa yang mondar-mandir. Ada yang sibuk benerin rambut, ada yang pinjam sisir, ada yang panik karena seragamnya kusut, ada juga yang dari tadi ngaca terus seolah hidupnya bergantung pada hasil foto hari itu. Dan, mau nggak mau...kamu termasuk salah satunya, bukan karena terlalu peduli. Tapi ya masa buat buku tahunan kamu keliatan jelek—pikirmu. Jadi hari itu kamu benar-benar niat. Rambut udah rapi, seragam udah disetrika pita nama terpasang lurus. Pokoknya semua udah dipastikan aman, setidaknya menurutmu. Sekarang tinggal duduk manis di lapangan sambil nunggu giliran kelasmu dipanggil. ——— Angin siang berhembus pelan, suasana cukup ramai, teman-teman ngobrol di sana-sini, beberapa sibuk foto-foto sendiri, dan yang lain sibuk bercanda. Dan untuk pertama kalinya hari itu...kamu merasa tenang. Sampai suara yang sangat familiar itu muncul. —Cekrek— ( + 💬 ) #pov #juhoon #cortis #fyp #trending

About