@noithattamtu: #nộithấtnhàđẹp #nhà_đẹp #xuhuongtiktok2025❤️💕🇻🇳🌹

Nguyễn Đăng Tâm
Nguyễn Đăng Tâm
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 03 May 2026 15:06:08 GMT
232
10
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @noithattamtu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pelarian AC (47), oknum guru ngaji terduga pelaku pencabulan terhadap muridnya di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terhenti. Pelaku diringkus jajaran Satreskrim Polres Sukabumi di wilayah Cibeber, Banten, pada Sabtu (1/8/2026). Penangkapan tersebut mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah diamankan polisi usai video aksi keriuhan warga mengepung rumahnya viral di media sosial. Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana mengungkapkan, aksi tersebut menyasar salah seorang murid laki-lakinya yang berinisial AP. Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa perbuatan tak senonoh itu telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pelarian AC (47), oknum guru ngaji terduga pelaku pencabulan terhadap muridnya di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terhenti. Pelaku diringkus jajaran Satreskrim Polres Sukabumi di wilayah Cibeber, Banten, pada Sabtu (1/8/2026). Penangkapan tersebut mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah diamankan polisi usai video aksi keriuhan warga mengepung rumahnya viral di media sosial. Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana mengungkapkan, aksi tersebut menyasar salah seorang murid laki-lakinya yang berinisial AP. Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa perbuatan tak senonoh itu telah berlangsung selama bertahun-tahun. "Berdasarkan pemeriksaan, pelaku melakukan perbuatan tersebut terhadap korban berinisial AP dimulai dari tahun 2021 sampai terakhir pada 21 Mei 2026," ungkap Dudi saat memberikan keterangan resmi, Minggu (2/8/2026). "Selama kurun waktu tersebut, berdasarkan keterangan pelaku, aksi pencabulan dilakukan sebanyak 10 kali di lokasi yang sama, yaitu di rumah terduga pelaku. Korban ini kadang-kadang menginap dan kadang pulang-pergi," ujar Dudi. Mengenai modus operandi yang digunakan, AC memanfaatkan perannya sebagai sosok pendidik agama untuk membujuk dan memanipulasi korban. "Modus operandinya, pelaku membenarkan kegiatan sehari-harinya sebagai oknum guru ngaji. Yang bersangkutan menjanjikan, menawarkan, atau membujuk korban bahwa apabila menuruti kemauannya, maka akan dimudahkan dan dilancarkan rezeki dalam hidupnya," lanjutnya. Baca selengkapnya di detikjabar.com #detikjabar #sukabumi #kriminal #TikTokBerita

About