@granat.vibes: Bam bam 🧡🌴 @HUGEL @SOLTO (FR) #afrohouse #hugel #housemusic #dj #keinemusik

granat.vibes
granat.vibes
Open In TikTok:
Region: FR
Sunday 03 May 2026 16:23:51 GMT
5840999
453918
2517
16883

Music

Download

Comments

thehousecrate
TheHouseCrate :
Got you😏
2026-06-05 14:18:36
0
_alexis_8000
::꧁☬✞☯︎~NIKER~☯︎✞☬꧂ :
sobame el pan sobame el pan
2026-05-06 03:14:42
189
caplavirgo
caplavirgo :
2026-05-04 14:52:23
910
1labestia34
ꫜԄ :
salame y pan salame y pan pan pan pan pan y
2026-05-26 19:55:58
7
naty02mart
Nataly Martínez :
sobame el pan sobame el pan😂😂😂😂😂😂
2026-05-07 22:03:14
371
dsk4_tg3
🌹Lupita❤️ :
a veces lo único que hay que hacer es aprender a separar el pasado del futuro
2026-06-02 05:17:32
5
riquezadigital.sv
RIQUEZA DIGITAL SV :
Yo inmediatamente al escuchar la rola
2026-05-24 09:57:33
7
tatiana_i.0
Tatis💗✝️🫀 :
sobame el pan, sobame el pan 🎵
2026-05-22 03:40:54
11
luisa_lopera_
Lui Lopera 🇨🇴 :
lugares en los que odio no estar 😏
2026-05-23 17:46:56
5
dzogirt
Alice💓 :
No me canso, no me canso😁
2026-05-06 16:55:53
62
liyana._13
𝓵𝓲𝔂𝓪𝓷𝓪 :
2026-05-04 17:08:21
73
any0_06
Any.-. :
No me alcanza
2026-05-05 03:28:15
88
To see more videos from user @granat.vibes, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Era reformasi awal (1998-1999) Kepemimpinan B. J. Habibie dimulai pada 21 Mei 1998 dalam kondisi Indonesia yang hampir runtuh akibat krisis multidimensi. Ia menggantikan Soeharto ketika nilai tukar rupiah jatuh dari sekitar Rp2.300 per dolar AS pada 1997 menjadi sempat menyentuh Rp16.000–Rp17.000 pada awal 1998. Inflasi melonjak hingga sekitar 77% dan ekonomi mengalami kontraksi besar sekitar -13,7%. Dalam situasi ini, Habibie tidak hanya harus memulihkan ekonomi, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik yang hilang. Langkah awalnya adalah membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan dan membuka ruang kebebasan politik. Ia membebaskan tahanan politik, memberi ruang oposisi, dan melonggarkan kontrol terhadap masyarakat. Di bidang pers, ia mencabut pembatasan ketat sehingga media berkembang pesat dan menjadi lebih kritis. Kebijakan ini meningkatkan transparansi dan menjadi fondasi penting bagi demokrasi. Habibie juga mereformasi sistem politik dengan membuka pembentukan partai baru dan menyiapkan Pemilu 1999 yang menjadi pemilu paling bebas sejak 1955. Ia mendorong lahirnya undang-undang politik baru serta memperkuat lembaga perwakilan agar lebih independen. Di bidang hukum, ia mengesahkan Undang-Undang HAM 1999 yang menjadi dasar perlindungan hak warga negara. Di sektor ekonomi, Habibie fokus pada stabilisasi. Ia melanjutkan restrukturisasi perbankan, menutup bank bermasalah, dan memperbaiki sistem keuangan. Hasilnya mulai terlihat dalam waktu singkat. Nilai tukar rupiah yang sempat terpuruk berhasil menguat dan stabil di kisaran Rp7.000–Rp8.000 per dolar AS pada 1999. Inflasi turun drastis dari sekitar 77% menjadi sekitar 2–4%, sementara ekonomi yang sebelumnya minus mulai tumbuh positif sekitar 0,8%. Ini menunjukkan pemulihan kepercayaan pasar dan keberhasilan pengendalian ekonomi makro. Ia juga mengesahkan independensi Bank Indonesia pada 1999, sebuah langkah penting agar kebijakan moneter bebas dari tekanan politik. Selain itu, ia mendorong lahirnya undang-undang anti-monopoli dan perlindungan konsumen untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat. Dalam pemerintahan, Habibie menerapkan otonomi daerah melalui undang-undang 1999, yang mengurangi sentralisasi kekuasaan dan memberi daerah kewenangan lebih luas serta mengurangi peran militer di jabatan sipil. Namun, kebijakan paling kontroversial adalah terkait Timor Timur. Habibie memberikan referendum untuk menentukan nasib wilayah tersebut, yang akhirnya memilih merdeka. Keputusan ini berdampak besar secara politik dan menjadi salah satu faktor melemahnya dukungan terhadapnya. Pada akhir masa jabatannya, Habibie berhasil menyelenggarakan Pemilu 1999 secara demokratis. Namun laporan pertanggungjawabannya ditolak MPR dan Amien Rais, sehingga ia tidak melanjutkan pencalonan dan digantikan oleh Abdurrahman Wahid. #fyp #sejarah #indonesia #jasmerah #ourcreativityidn
Era reformasi awal (1998-1999) Kepemimpinan B. J. Habibie dimulai pada 21 Mei 1998 dalam kondisi Indonesia yang hampir runtuh akibat krisis multidimensi. Ia menggantikan Soeharto ketika nilai tukar rupiah jatuh dari sekitar Rp2.300 per dolar AS pada 1997 menjadi sempat menyentuh Rp16.000–Rp17.000 pada awal 1998. Inflasi melonjak hingga sekitar 77% dan ekonomi mengalami kontraksi besar sekitar -13,7%. Dalam situasi ini, Habibie tidak hanya harus memulihkan ekonomi, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik yang hilang. Langkah awalnya adalah membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan dan membuka ruang kebebasan politik. Ia membebaskan tahanan politik, memberi ruang oposisi, dan melonggarkan kontrol terhadap masyarakat. Di bidang pers, ia mencabut pembatasan ketat sehingga media berkembang pesat dan menjadi lebih kritis. Kebijakan ini meningkatkan transparansi dan menjadi fondasi penting bagi demokrasi. Habibie juga mereformasi sistem politik dengan membuka pembentukan partai baru dan menyiapkan Pemilu 1999 yang menjadi pemilu paling bebas sejak 1955. Ia mendorong lahirnya undang-undang politik baru serta memperkuat lembaga perwakilan agar lebih independen. Di bidang hukum, ia mengesahkan Undang-Undang HAM 1999 yang menjadi dasar perlindungan hak warga negara. Di sektor ekonomi, Habibie fokus pada stabilisasi. Ia melanjutkan restrukturisasi perbankan, menutup bank bermasalah, dan memperbaiki sistem keuangan. Hasilnya mulai terlihat dalam waktu singkat. Nilai tukar rupiah yang sempat terpuruk berhasil menguat dan stabil di kisaran Rp7.000–Rp8.000 per dolar AS pada 1999. Inflasi turun drastis dari sekitar 77% menjadi sekitar 2–4%, sementara ekonomi yang sebelumnya minus mulai tumbuh positif sekitar 0,8%. Ini menunjukkan pemulihan kepercayaan pasar dan keberhasilan pengendalian ekonomi makro. Ia juga mengesahkan independensi Bank Indonesia pada 1999, sebuah langkah penting agar kebijakan moneter bebas dari tekanan politik. Selain itu, ia mendorong lahirnya undang-undang anti-monopoli dan perlindungan konsumen untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat. Dalam pemerintahan, Habibie menerapkan otonomi daerah melalui undang-undang 1999, yang mengurangi sentralisasi kekuasaan dan memberi daerah kewenangan lebih luas serta mengurangi peran militer di jabatan sipil. Namun, kebijakan paling kontroversial adalah terkait Timor Timur. Habibie memberikan referendum untuk menentukan nasib wilayah tersebut, yang akhirnya memilih merdeka. Keputusan ini berdampak besar secara politik dan menjadi salah satu faktor melemahnya dukungan terhadapnya. Pada akhir masa jabatannya, Habibie berhasil menyelenggarakan Pemilu 1999 secara demokratis. Namun laporan pertanggungjawabannya ditolak MPR dan Amien Rais, sehingga ia tidak melanjutkan pencalonan dan digantikan oleh Abdurrahman Wahid. #fyp #sejarah #indonesia #jasmerah #ourcreativityidn

About