@haaaannnaaaaahhh: #fyp

Han💐
Han💐
Open In TikTok:
Region: GB
Sunday 03 May 2026 16:40:42 GMT
3449
154
1
10

Music

Download

Comments

aliceseidel25
Mahmoud :
🤩🤩🤩
2026-05-06 06:18:30
0
To see more videos from user @haaaannnaaaaahhh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Persaingan di industri chip AI makin panas. Financial Times bocorkan rencana Intel untuk luncurkan chip AI baru bernama Crescent Island di akhir 2026 sebagai amunisi melawan dominasi Nvidia dan AMD di pasar AI infrastructure. Berdasarkan laporan multi-sumber Tier A (CryptoBriefing, Yahoo Finance, The Register), Intel ambil pendekatan berbeda dengan rival: pakai memori LPDDR5X yang jauh lebih murah dari HBM (High-Bandwidth Memory) yang dipakai Nvidia/AMD, plus design untuk pendingin udara standar (air-cooled), bukan liquid cooling kompleks. Strategi ini sengaja dipilih untuk dominasi segmen inference (proses menjalankan model AI yang sudah ditraining) yang lebih sensitif ke biaya, bukan training (proses melatih model) yang butuh performa puncak. Intel klaim Crescent Island bakal punya 160 GB memori LPDDR5X plus efisiensi biaya total kepemilikan yang signifikan. Customer sampling ditargetkan H2 2026. Sebagai konteks: Q1 2026 segmen data center & AI Intel cetak revenue $5,1 miliar (naik 22% YoY), dengan AI-driven business kontribusi 60% revenue. Saham Intel udah rally lebih dari 240% YTD 2026 di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan, didorong demand AI data center plus resurgence CPU-based inference workloads. Buat investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, momentum ini sinyal pasar chip AI mulai diversifikasi. Selama ini Nvidia kuasai ~80% market share, tapi Intel & AMD mulai dapat ruang. Dampak ke saham: investor TWS yang punya exposure ke Nvidia (NVDA) lewat ETF (QQQ, XLK, SMH) atau saham langsung perlu pantau ketat. Intel (INTC) dan AMD (AMD) berpotensi gain market share, sementara Nvidia perlu pertahankan dominasi lewat next-gen Rubin platform di 2H 2026. Kedua, narrative “AI chip arms race” relate ke konteks Big Tech paper gains AI bubble yang udah lo cover sebelumnya. Kalau chip AI makin terjangkau, adopsi AI lebih luas, tapi margin Nvidia bisa kena tekanan. Ketiga, buat investor crypto AI (TAO, FET, RENDER), murahnya chip inference bisa percepat adopsi AI agent dan decentralized compute, jadi katalis menarik jangka panjang. Pantau detail Crescent Island & respons market terhadap launch akhir 2026. Sumber : TWS News @tradewithsuli Instagram : @tradewithsuli #kontencom #kontencomxtws #trading #ai #chip #intel #nvidia
Persaingan di industri chip AI makin panas. Financial Times bocorkan rencana Intel untuk luncurkan chip AI baru bernama Crescent Island di akhir 2026 sebagai amunisi melawan dominasi Nvidia dan AMD di pasar AI infrastructure. Berdasarkan laporan multi-sumber Tier A (CryptoBriefing, Yahoo Finance, The Register), Intel ambil pendekatan berbeda dengan rival: pakai memori LPDDR5X yang jauh lebih murah dari HBM (High-Bandwidth Memory) yang dipakai Nvidia/AMD, plus design untuk pendingin udara standar (air-cooled), bukan liquid cooling kompleks. Strategi ini sengaja dipilih untuk dominasi segmen inference (proses menjalankan model AI yang sudah ditraining) yang lebih sensitif ke biaya, bukan training (proses melatih model) yang butuh performa puncak. Intel klaim Crescent Island bakal punya 160 GB memori LPDDR5X plus efisiensi biaya total kepemilikan yang signifikan. Customer sampling ditargetkan H2 2026. Sebagai konteks: Q1 2026 segmen data center & AI Intel cetak revenue $5,1 miliar (naik 22% YoY), dengan AI-driven business kontribusi 60% revenue. Saham Intel udah rally lebih dari 240% YTD 2026 di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan, didorong demand AI data center plus resurgence CPU-based inference workloads. Buat investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, momentum ini sinyal pasar chip AI mulai diversifikasi. Selama ini Nvidia kuasai ~80% market share, tapi Intel & AMD mulai dapat ruang. Dampak ke saham: investor TWS yang punya exposure ke Nvidia (NVDA) lewat ETF (QQQ, XLK, SMH) atau saham langsung perlu pantau ketat. Intel (INTC) dan AMD (AMD) berpotensi gain market share, sementara Nvidia perlu pertahankan dominasi lewat next-gen Rubin platform di 2H 2026. Kedua, narrative “AI chip arms race” relate ke konteks Big Tech paper gains AI bubble yang udah lo cover sebelumnya. Kalau chip AI makin terjangkau, adopsi AI lebih luas, tapi margin Nvidia bisa kena tekanan. Ketiga, buat investor crypto AI (TAO, FET, RENDER), murahnya chip inference bisa percepat adopsi AI agent dan decentralized compute, jadi katalis menarik jangka panjang. Pantau detail Crescent Island & respons market terhadap launch akhir 2026. Sumber : TWS News @tradewithsuli Instagram : @tradewithsuli #kontencom #kontencomxtws #trading #ai #chip #intel #nvidia

About