Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@abdullh1418: حباكم الله زملائي وزميلاتي في تخصص #التاريخ #الشعب_الصيني_ماله_حل #funny #foryourpage
Abdullah Alharthi
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 03 May 2026 19:01:42 GMT
391
6
2
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.59MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.59MB
)
Watermark .mp4 (
1.15MB
)
Music .mp3
Comments
Jou🪞 :
متى موعد التسجيل في اختبار الرخصة للمدربين ؟
2026-05-06 04:42:03
1
To see more videos from user @abdullh1418, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
A quiet place🤲🏻 #fyp #dumai
#كنتُ_بكربلا_يا_ليت_بنفسي_لبيت🖤 #اللهم_صلي_على_نبينا_محمد #ويبقى_الحسين #كربلاء_مدينة_العشق_والعاشقين #اللهم_ارزقنا_الزيارة_💔🙏🏼🥺
Đời chẳng vì ta mà bớt đi sóng dữ, Ta cũng chẳng vì sóng dữ mà dừng chân. Nước có sâu mới biết ai bền chí, Phong ba nhiều mới rõ chân mệnh đế vương.
¿Dónde se consigue un Kim Seon-ho? 😍 #ComoSeTraduceEsteAmor #CanThisLoveBeTranslated #KimSeonho #LenguajeDelAmor #Amor #KDrama #Netflix #fyp
Lagi, AMPK Sumut Geruduk Polda Sumut, Minta Copot Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian Kinerja Kasat Reskrim Polres Binjai Diduga Tak Becus, Banyak Kejanggalan Dalam Tangani Kasus MEDAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Alinasi Mahasiswa Pejuang Keadilan (AMPK Sumut) kembali menggelar aksi untuk rasa di Polda Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026). Dalam aksi ini, massa menyoroti kinerja Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian dan Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana yang diduga tidak becus dalam menangani sejumlah kasus kriminal yang terjadi di Kota Binjai. "Kami minta dan mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto untuk mencopot Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai yang dinilai tidak becus dalam menangani sejumlah kasus kriminal yang ada di Kota Binjai," ujar Kordinator Aksi, Afri Hasibuan. Salah satu kasus yang penanganannya dinilai janggal dan tidak becus, kata Afri, terkait kasus penganiayaan yang berujung kematian terhadap korban Tenggo yang terjadi di Tanah Seribu, Binjai Selatan beberapa waktu lalu. "Sampai saat ini, pelaku, aktor utama dalam kasus ini belum juga ditangkap, padahal jelas video peristiwa itu sudah viral di media sosial dan wajah pelaku begitu jelas terlihat, namun kenyataannya, yang ditangkap dalam kasus ini malah bukan merupakan orang yang terlibat langsung sebagai pelaku," tegas Afri. Afri mencontohkan kasus penganiayaan di Tembung, Deliserdang yang pelakunya langsung berhasil ditangkap kurang dari 24 jam oleh tim Polrestabes Medan. "Dalam video viral terlihat dua orang pria menganiaya pasangan suami istri. Setelah video itu viral, Polrestabes Medan langsung bergerak cepat dan berhasil Meringkus dua pelaku. Sementara, kasus Tenggo yang juga jelas-jelas viral dan videonya beredar luas, namun Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai tidak bisa menangkap pelaku utamanya," beber Afri. Bahkan, jelas Afri, dalam kasus kematian Tenggo, jelas ada barang bukti satu unit mobil yang ditinggalkan oleh pelaku untuk membuang jasad korban. Barang bukti ini, kata Afri, merupakan salah satu alat untuk mengungkap tabir siapa dalang pelaku pembunuhan ini. "Kan tidak mesti kita ajari lagi Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai dalam mengungkap tabir siapa dalang utama dalam kasus ini. Kan itu mobil bisa di cek siapa pemiliknya, dari sini akan diketahui siapa yang minjam, pada jam berapa dipinjam. Dari penyelidikan awal ini sudah jelas bakal ketahuan siapa pelaku utama," bebernya. Bahkan, lanjut Afri, dalam video viral di media sosial, wajah dan jumlah pelaku juga terlihat jelas. "Namun nyatanya, sampai saat ini, belum ada tersangka lain yang berhasil diringkus oleh Polres Binjai. Ini jelas menandakan kebobrokan Satreskrim Polres Binjai dalam menangani kasus dan kurangan tegasnya Kapolres Binjai kepada anggota," terangnya. Oleh karena itu, kata Afri, pihaknya meminta dan mendesak Kapolda Sumut untuk segera mencopot Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai dari jabatannya, karena dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum. "Kami harap Kapolda Sumut mau mendengarkan aspirasi kami untuk segera mencopot Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai. Jangan sampai kami mendengar kalau Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai menerima aliran dana dalam kasus ini untuk menutup dan membungkam pelaku utama. Kalau sempat kami mendengar itu, kami akan adukan hal itu ke Mabes Polri," tutupnya. #fyp #viral #poldasumut @POLDA SUMATERA UTARA @polresbinjai.official
Deskripsi TikTok: Mahasiswa turun ke jalan menuntut keadilan. Dugaan kasus pelecehan di lingkungan kampus memicu aksi protes dan ancaman boikot kuliah jika pihak terkait tidak mengambil tindakan tegas. Kampus seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan. Bagaimana pendapatmu? #MahasiswaBergerak #UNUBlitar #AksiMahasiswa #BeritaTerkini #KeadilanUntukKorban
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy