Bayu :
Hidup ini persis seperti motor yang kita rawat setiap hari.
Tuhan yang kasih motornya, lengkap dengan mesin, ban, dan bensin awal. Tapi setelah itu, kita yang jadi jokinya. Kita yang pegang gas, rem, dan stir. Kadang jalannya mulus, angin sepoi-sepoi, enak banget. Tapi sering juga mogok di tengah jalan, ban kempes, oli bocor, rantai putus, atau bensin tumpah karena ditipu orang.
Itu semua biasa. Nggak perlu marah-marah sampe gebukin mesin sendiri. Emosi cuma bikin kepala panas dan suku cadang cepet rusak. Lebih baik turun, buka cover, cek apa yang bermasalah, ganti yang rusak, isi oli baru, dan isi bensin lagi. Belajar dari kerusakan kemarin supaya besok lebih hati-hati.
Yang paling penting: jangan lupa ada istri dan anak-anak yang nunggu di belakang. Mereka bukan beban, tapi alasan kenapa kita tetap nyalakan mesin tiap pagi. Jalan pelan-pelan nggak apa-apa, asal tetap maju dan bawa mereka pulang dengan selamat.
Motor boleh sering mogok, tapi selama kita masih mau memperbaiki dan nggak menyerah, perjalanan ini tetap layak dilanjutkan.
2026-05-07 15:47:02