@spilinfebby: #daster #dress #dressmurah

Febby
Febby
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 03 May 2026 22:03:45 GMT
24310
677
10
45

Music

Download

Comments

adinda_91
Hafeez Reifansyah :
2026-05-29 11:36:38
0
erwin.suherwin
Erwin suherwin :
cair mantepp
2026-05-11 15:02:12
0
muhammaddimyati44
muhammaddimyati44 :
susunan mantap
2026-05-11 14:16:30
0
susugarange
alaan :
peliket😳
2026-05-12 03:09:28
0
aldi.putra0289
aldiw :
padat mantap[yummy]
2026-05-11 21:01:45
0
aridwanwinatasent
Aridwan :
😏
2026-05-11 16:41:06
0
user501887177
sejati :
🥰
2026-05-04 19:40:17
0
dediirawan1306
Dedi Irawan :
Cukik aku
2026-05-23 13:23:25
0
To see more videos from user @spilinfebby, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Latihan Bersama (Latma) Elang Ausindo 2023 menjadi tonggak sejarah militer terbesar di langit Indonesia. Berlangsung pada 14–28 September 2023, latihan bilateral tahunan antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force - RAAF) ini mencetak sejarah karena untuk pertama kalinya wilayah udara Indonesia menjadi pangkalan operasional resmi bagi jet tempur siluman generasi ke-5. ​Aset legendaris yang dikerahkan RAAF bukan sembarang unit, melainkan 6 unit F-35A Lightning II dari No. 75 Squadron, skadron tempur elite yang berbasis di RAAF Base Tindal, Australia Utara. Pilihan jatuh pada Lanud Sam Ratulangi (SRI) di Manado, Sulawesi Utara, sebagai pangkalan aju utama (home base). Posisi geografis Manado yang berada di bibir Pasifik dan dekat dengan wilayah utara Australia menjadikannya gerbang taktis yang sempurna untuk menggelar operasi udara berskala besar ini. ​Kronologi Kedatangan dan Kesiapan Logistik ​Pada 14 September 2023, gemuruh mesin Pratt & Whitney F135 memecah langit Manado. Kedatangan 6 unit F-35A No. 75 Squadron ini dikawal langsung oleh 1 unit pesawat tanker raksasa KC-30A Multi-Role Tanker Transport (MRTT) RAAF. ​Kedatangan perdana untuk operasional penuh ini menuntut standar logistik militer yang sangat tinggi: ​Sertifikasi Fasilitas: Sebelum roda F-35A menyentuh runway Lanud Sam Ratulangi, tim pendahulu RAAF dan TNI AU telah memastikan sterilisasi landasan dari Foreign Object Debris (FOD) karena mesin F-35A sangat sensitif. ​Keamanan Data & Enkripsi: Sebagai jet tempur generasi ke-5 yang sarat teknologi rahasia, jalur komunikasi dan sistem pemeliharaan logistik berbasis komputer (ALIS/ODIN) milik F-35A membutuhkan enkripsi data khusus yang dipasang di area steril Lanud Sam Ratulangi. ​Fokus Latihan Taktis di Langit Manado ​TNI AU menurunkan alutsista terbaiknya untuk menyambut tantangan ini: F-16AM/BM Fighting Falcon (Skadron Udara 3) yang telah dimodernisasi lewat program eMLU, serta F-16 C/D Block 52ID (Skadron Udara 14) dari Lanud Iswahjudi. ​Fokus utama latihan di ruang udara Laut Sulawesi dirancang untuk membedah kemampuan sejati generasi ke-5 melalui dua tahapan krusial: ​1. Dissimilar Air Combat Training (DACT) ​Dalam fase ini, F-16 TNI AU diposisikan saling berhadapan (Force-on-Force) melawan F-35A RAAF. Ini adalah simulasi pertempuran udara tidak sejenis yang sangat intens. ​Pertempuran Jarak Jauh (BVR): Penerbang TNI AU menguji kemampuan radar F-16 dalam mendeteksi Radar Cross Section (RCS) F-35A yang sangat kecil (siluman). Di sisi lain, No. 75 Squadron memaksimalkan radar AESA APG-81 mereka untuk mengunci F-16 sebelum jet TNI AU menyadari kehadiran mereka. ​Pertempuran Jarak Dekat (Dogfight/WVR): Saat kedua pesawat masuk ke jarak visual, penerbang kedua negara menguji kelincahan manuver pesawat masing-masing. ​2. Integrasi Generasi Ke-4 dan Ke-5 ​Fase ini menjadi yang paling berharga bagi doktrin tempur TNI AU. F-16 dan F-35A No. 75 Squadron bergabung dalam satu tim (Blue Force) untuk menghancurkan target simulasi. ​F-35A sebagai
Latihan Bersama (Latma) Elang Ausindo 2023 menjadi tonggak sejarah militer terbesar di langit Indonesia. Berlangsung pada 14–28 September 2023, latihan bilateral tahunan antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force - RAAF) ini mencetak sejarah karena untuk pertama kalinya wilayah udara Indonesia menjadi pangkalan operasional resmi bagi jet tempur siluman generasi ke-5. ​Aset legendaris yang dikerahkan RAAF bukan sembarang unit, melainkan 6 unit F-35A Lightning II dari No. 75 Squadron, skadron tempur elite yang berbasis di RAAF Base Tindal, Australia Utara. Pilihan jatuh pada Lanud Sam Ratulangi (SRI) di Manado, Sulawesi Utara, sebagai pangkalan aju utama (home base). Posisi geografis Manado yang berada di bibir Pasifik dan dekat dengan wilayah utara Australia menjadikannya gerbang taktis yang sempurna untuk menggelar operasi udara berskala besar ini. ​Kronologi Kedatangan dan Kesiapan Logistik ​Pada 14 September 2023, gemuruh mesin Pratt & Whitney F135 memecah langit Manado. Kedatangan 6 unit F-35A No. 75 Squadron ini dikawal langsung oleh 1 unit pesawat tanker raksasa KC-30A Multi-Role Tanker Transport (MRTT) RAAF. ​Kedatangan perdana untuk operasional penuh ini menuntut standar logistik militer yang sangat tinggi: ​Sertifikasi Fasilitas: Sebelum roda F-35A menyentuh runway Lanud Sam Ratulangi, tim pendahulu RAAF dan TNI AU telah memastikan sterilisasi landasan dari Foreign Object Debris (FOD) karena mesin F-35A sangat sensitif. ​Keamanan Data & Enkripsi: Sebagai jet tempur generasi ke-5 yang sarat teknologi rahasia, jalur komunikasi dan sistem pemeliharaan logistik berbasis komputer (ALIS/ODIN) milik F-35A membutuhkan enkripsi data khusus yang dipasang di area steril Lanud Sam Ratulangi. ​Fokus Latihan Taktis di Langit Manado ​TNI AU menurunkan alutsista terbaiknya untuk menyambut tantangan ini: F-16AM/BM Fighting Falcon (Skadron Udara 3) yang telah dimodernisasi lewat program eMLU, serta F-16 C/D Block 52ID (Skadron Udara 14) dari Lanud Iswahjudi. ​Fokus utama latihan di ruang udara Laut Sulawesi dirancang untuk membedah kemampuan sejati generasi ke-5 melalui dua tahapan krusial: ​1. Dissimilar Air Combat Training (DACT) ​Dalam fase ini, F-16 TNI AU diposisikan saling berhadapan (Force-on-Force) melawan F-35A RAAF. Ini adalah simulasi pertempuran udara tidak sejenis yang sangat intens. ​Pertempuran Jarak Jauh (BVR): Penerbang TNI AU menguji kemampuan radar F-16 dalam mendeteksi Radar Cross Section (RCS) F-35A yang sangat kecil (siluman). Di sisi lain, No. 75 Squadron memaksimalkan radar AESA APG-81 mereka untuk mengunci F-16 sebelum jet TNI AU menyadari kehadiran mereka. ​Pertempuran Jarak Dekat (Dogfight/WVR): Saat kedua pesawat masuk ke jarak visual, penerbang kedua negara menguji kelincahan manuver pesawat masing-masing. ​2. Integrasi Generasi Ke-4 dan Ke-5 ​Fase ini menjadi yang paling berharga bagi doktrin tempur TNI AU. F-16 dan F-35A No. 75 Squadron bergabung dalam satu tim (Blue Force) untuk menghancurkan target simulasi. ​F-35A sebagai "Quarterback": Berkat kemampuan siluman dan sensor pasifnya, F-35A menyelinap jauh ke garis depan pertahanan musuh tanpa terdeteksi. Pesawat ini mengumpulkan data posisi musuh, lalu menyebarkannya (data-linking) secara real-time ke kokpit F-16 TNI AU yang berada di belakang. ​Eksekusi Rudal: F-16 TNI AU bertindak sebagai penyedia amunisi jarak jauh, menembakkan rudal ke target berdasarkan koordinat akurat yang dikirimkan oleh F-35A RAAF. ​Selama latihan di Manado, penerbang F-16 TNI AU juga mempraktikkan teknik pengisian bahan bakar di udara (Air-to-Air Refueling) langsung dari pesawat tanker KC-30A RAAF, memperpanjang durasi patroli tempur mereka di langit Sulawesi. ​Makna Sejarah bagi Indonesia ​Bagi No. 75 Squadron RAAF, latihan ini memperkuat kesiapan deployment cepat mereka di wilayah Asia Tenggara. Namun bagi Indonesia, peristiwa di Manado ini adalah lompatan besar. #f35 #ausindo #manado #tniau #fyp

About